gambar_unggulan_suluhdesa_kurang_1MB

Pembangunan Gedung Baru SMA St. Arnoldus Janssen Kupang Resmi Dimulai, Ini Pesan Tegas Pater Provinsial SVD Timor

Suluhdesa.com – Yayasan Pendidikan Katolik Aryos Nenuk resmi memulai pembangunan tahap kedua Gedung SMA St. Arnoldus Janssen Kupang, Senin (20/7/2026). Prosesi diawali dengan ritual adat sebagai ungkapan syukur dan permohonan restu kepada leluhur serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal, kemudian dilanjutkan dengan ibadat sabda dan pemberkatan lokasi pembangunan.

Suasana berlangsung khidmat. Pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, para imam, biarawan, biarawati, dan tamu undangan berkumpul di lokasi pembangunan yang berada di samping gedung sekolah.

Ritual adat dipimpin Ketua Komite SMA St. Arnoldus Janssen Kupang, Raymundus Lake, S.Ag., yang menyampaikan tutur adat dalam Bahasa Dawan. Tuturan tersebut menjadi doa dan harapan agar proses pembangunan berjalan lancar, aman, serta membawa manfaat bagi dunia pendidikan.

Setelah ritual adat, ibadat sabda dipimpin Kepala SMA St. Arnoldus Janssen Kupang, Pater Apolinarius Wawo Koa, SVD. Dalam ibadat tersebut, lokasi pembangunan diberkati sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik tahap kedua.

Prosesi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sarana pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Katolik Aryos Nenuk. Gedung baru diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih nyaman, modern, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Provinsial SVD Timor, Pater Dismas Mauk, SVD, menegaskan bahwa pembangunan gedung sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab yayasan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur sekolah.

Menurutnya, pihaknya hadir untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan berada dalam pengawasan yang baik.

Pengawasan dilakukan bersama kepala sekolah, komite sekolah, serta Tim Aset dan Investasi yang secara khusus ditugaskan memantau pelaksanaan proyek.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh proses pembangunan ini dipantau secara khusus oleh yayasan bersama komite dan kepala sekolah,” ujar Pater Dismas.

Ia menjelaskan, sistem pengawasan tidak berhenti di tingkat sekolah. Setiap perkembangan pembangunan akan dilaporkan secara berjenjang kepada Provinsi SVD Timor hingga Generalat SVD di Roma sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh komitmen setiap pihak dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kalau semua bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing, pembangunan ini pasti berjalan baik,” katanya.

Budaya Pelaporan Menjadi Kunci

Dalam kesempatan tersebut, Pater Dismas memberi perhatian khusus pada pentingnya budaya pelaporan. Pengalaman yang diperolehnya selama berada di Roma menjadi pelajaran berharga tentang tata kelola lembaga yang profesional dan akuntabel.

Ia mengutip pesan Pater Ekonom Generalat SVD di Roma yang selalu menjadi prinsip dalam setiap pengelolaan program.

“No report, no support.” ujarnya.

Menurut Pater Dismas, kalimat singkat tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Setiap bantuan yang diterima harus dipertanggungjawabkan melalui laporan yang jelas, lengkap, dan tepat waktu.

Karena itu, seluruh penggunaan dana, termasuk pengeluaran dalam jumlah kecil, wajib dicatat dan dilaporkan secara rinci.

“Dana sekecil apa pun harus dilaporkan,” tegasnya.

Pater Dismas juga mengingatkan bahwa dana pembangunan berasal dari kepercayaan banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Para donatur berhak mengetahui bagaimana setiap rupiah yang mereka sumbangkan digunakan.

“Bukan uang kita. Banyak orang mencintai kita sehingga mereka membantu dan menyumbang. Mereka ingin tahu apa yang dibuat dengan uang mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan para donatur sekaligus memastikan dukungan terhadap karya-karya pendidikan dapat terus berlanjut.

Selain itu, Pater Dismas mengajak seluruh unsur sekolah memperkuat semangat kolaborasi. Yayasan, kepala sekolah, guru, komite sekolah, pelaksana proyek, hingga masyarakat sekitar memiliki peran yang sama dalam mendukung keberhasilan pembangunan.

Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin sejak tahap perencanaan hingga dimulainya pembangunan tahap kedua.

Pater Dismas berharap seluruh proses konstruksi dapat berjalan sesuai target sehingga gedung baru sudah dapat dimanfaatkan pada Juli 2027.

“Ini baru mulai. Semoga bulan Juli tahun depan kita sudah bisa masuk ke gedung ini,” harapnya.

Harapan tersebut disambut optimistis oleh para undangan yang hadir. Gedung baru dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pendidikan Katolik di Kota Kupang.

Komite Siap Mengawal Pembangunan

Sementara itu Ketua Komite SMA St. Arnoldus Janssen Kupang, Raymundus Lake, S.Ag., menyatakan komitmen komite sekolah untuk mengawal seluruh proses pembangunan agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, komite akan terus membangun sinergi bersama yayasan dan pihak sekolah dalam melakukan pengawasan serta menjaga komunikasi yang terbuka dengan para orang tua dan masyarakat.

Raymundus menilai pembangunan gedung baru bukan hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

“Kami mendukung penuh pembangunan ini dan siap menjalankan fungsi pengawasan bersama yayasan dan sekolah,” ujarnya.

Dukungan Komite SMA St. Arnoldus Janssen Kupang tidak hanya diwujudkan melalui fungsi pengawasan. Sebagai bentuk partisipasi nyata dalam pembangunan tahap kedua gedung sekolah, komite menyumbangkan 100 zak semen untuk mendukung pelaksanaan proyek.

Bantuan 100 zak semen tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai pihak sehingga pembangunan gedung baru SMA St. Arnoldus Janssen Kupang dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal.

Pembangunan tahap kedua merupakan lanjutan dari pengembangan fasilitas pendidikan yang telah dirancang Yayasan Pendidikan Katolik Aryos Nenuk. Kehadiran gedung baru diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif, aman, dan mendukung pengembangan kompetensi maupun karakter siswa.

Lokasi pembangunan yang berada di dalam kompleks sekolah memungkinkan proses pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar. Pelaksana proyek akan mengatur setiap tahapan pekerjaan agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung secara optimal.

Rangkaian ritual adat, ibadat sabda, dan pemberkatan lokasi pembangunan mencerminkan perpaduan nilai iman, budaya, dan semangat pelayanan yang selama ini menjadi ciri khas lembaga pendidikan Katolik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pater Edy Taimenas, SVD, Pater Domi Kaju, SVD, Pater Hendrik Bouk, SVD, Bruder Arman, Bruder Simeon selaku pelaksana proyek, misionaris yang sedang berlibur, para suster, para guru, Ketua RW setempat, serta perwakilan Komite Sekolah diantaranya Adrianus Ceme, Kanis Jehola, Goris Babo, dan Puspita Bele, bersama sejumlah undangan lainnya. (*)