xxxxx

Dua Tokoh yang Pernah Memimpin NTT Masuk Uji Calon Dubes RI Hari Ini

Jakarta, SULUHDESA.COM – Dua nama yang memiliki jejak kuat dalam pemerintahan Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi dan Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake, dijadwalkan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Komisi I DPR RI, Rabu, 23 September 2026.

Keduanya masuk dalam sesi yang sama bersama empat calon dubes lainnya. Berdasarkan jadwal yang beredar, sesi III berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan diisi enam calon. Masing-masing mendapat waktu untuk menyampaikan rancangan program kerja sebelum menjalani pendalaman oleh anggota Komisi I DPR RI.

Posisi Josef dan Ayodhia menarik perhatian dari NTT karena keduanya pernah berada pada lingkar kepemimpinan daerah dalam periode yang berbeda. Josef A. Nae Soi merupakan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023, sedangkan Ayodhia G. L. Kalake menjabat Penjabat Gubernur NTT pada 2023-2024. Data Pemerintah Provinsi NTT mencatat Ayodhia menggantikan pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi setelah masa jabatan mereka berakhir pada 5 September 2023.

Kini, keduanya bertemu kembali dalam jalur pengabdian yang berbeda. Bukan lagi dalam struktur Pemerintah Provinsi NTT, tetapi dalam proses menuju penugasan diplomatik Indonesia di dua kawasan yang memiliki karakter geopolitik sangat berbeda.

Josef Nae Soi untuk Filipina, Marshall dan Palau

Josef A. Nae Soi masuk dalam daftar calon Dubes RI untuk Republik Filipina, merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau, dengan kedudukan di Manila. Nama Josef berada pada nomor 14 dari 25 calon yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan selama dua hari, 22 hingga 23 September 2026.

Penempatan tersebut membawa Josef ke kawasan yang secara geografis dekat dengan Indonesia Timur. Filipina berada pada lingkup Asia Tenggara, sementara Marshall dan Palau berada di kawasan Pasifik.

Bagi publik NTT, pilihan penugasan ini memberi dimensi yang menarik. Josef berasal dari pengalaman politik dan pemerintahan daerah di wilayah kepulauan yang memiliki hubungan kuat dengan isu konektivitas, perbatasan, kemaritiman, migrasi, dan pembangunan kawasan timur Indonesia.

Filipina sendiri merupakan salah satu mitra Indonesia di ASEAN. Sementara Marshall dan Palau membuka dimensi diplomasi yang lebih luas ke kawasan Pasifik.

Ayodhia Kalake Menuju Afrika Bagian Selatan

Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake masuk sebagai calon Dubes RI untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana. Dalam jadwal uji kelayakan yang beredar, penugasan Ayodhia mencakup pula Kerajaan Eswatini dan Kerajaan Lesotho dengan kedudukan di Pretoria.

Daftar calon yang diberitakan sejumlah media menempatkan Ayodhia pada nomor 18 dari 25 nama yang diajukan pemerintah.

Ayodhia bukan figur baru dalam pemerintahan pusat. Sebelum ditugaskan sebagai Penjabat Gubernur NTT pada September 2023, Ayodhia menjabat Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Pengalaman tersebut membawa perspektif berbeda dibanding Josef. Jika Josef memiliki latar kuat dalam politik dan pemerintahan daerah, Ayodhia datang dari birokrasi pusat dengan pengalaman pada isu kemaritiman dan investasi sebelum memimpin NTT.

Kini, keduanya masuk dalam proses seleksi diplomatik pada hari dan sesi yang sama.

Enam Calon dalam Satu Sesi

Berdasarkan jadwal uji kelayakan yang diterima Suluhdesa.com, sesi III pada Rabu, 23 September 2026, berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Enam calon yang dijadwalkan tampil adalah Tri Tharyat untuk Kerajaan Spanyol, Josef A. Nae Soi untuk Filipina merangkap Marshall dan Palau, Bagus Hendraning Kobarsyih untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Achsanul Habib untuk Kamboja, Wahyuni Refi Satya Bekti untuk Bahrain, serta Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake untuk Afrika Selatan dan negara rangkapannya.

Setiap calon mendapat waktu tujuh menit untuk menyampaikan rancangan program kerja. Setelah seluruh calon memaparkan program, Komisi I DPR RI melakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab.

Pola tersebut membuat para calon harus mampu merangkum prioritas diplomasi dalam waktu terbatas. Rancangan program kerja menjadi bagian penting karena dari sana terlihat bagaimana calon dubes membaca kepentingan Indonesia di negara tujuan.

Bukan Hanya Daftar Nama

Pemberitaan mengenai uji calon dubes sejauh ini banyak berfokus pada daftar 25 nama dan negara penempatan. Namun, bagi NTT, keberadaan Josef Nae Soi dan Ayodhia Kalake dalam satu proses memberi cerita yang berbeda.

Keduanya pernah berada dalam posisi puncak pemerintahan daerah, meski pada masa dan kapasitas berbeda. Josef mendampingi Viktor Laiskodat sebagai Wakil Gubernur NTT pada 2018-2023, sedangkan Ayodhia mengambil alih kepemimpinan daerah sebagai Penjabat Gubernur setelah berakhirnya periode tersebut.

Transisi itu pernah terjadi di Kupang. Tiga tahun kemudian, keduanya muncul kembali dalam satu agenda nasional di Senayan.

Perbedaannya, kali ini medan pengabdian yang disiapkan berada jauh di luar NTT.

Josef menuju kemungkinan penugasan di Asia Tenggara dan Pasifik. Ayodhia menuju kawasan Afrika bagian selatan.

Uji Berlangsung Dua Hari

Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 25 calon dubes pada 22 hingga 23 September 2026. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono menyatakan seluruh calon berasal dari rekomendasi pemerintah dan hasil proses tersebut akan disampaikan kepada pimpinan DPR.

Proses ini merupakan tindak lanjut surat Presiden mengenai permohonan pertimbangan bagi calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk negara sahabat dan organisasi internasional. DPR kemudian menugaskan Komisi I untuk membahas nama-nama tersebut.

Dengan jumlah 25 calon, penempatan yang disiapkan pemerintah mencakup berbagai kawasan, mulai dari Asia, Eropa, Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga organisasi regional.

Setelah seluruh rangkaian uji selesai, Komisi I akan menyampaikan hasil pertimbangannya melalui mekanisme DPR. Proses tersebut menjadi bagian dari tahapan sebelum penetapan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari Kupang ke Diplomasi Internasional

Bagi NTT, kehadiran Josef dan Ayodhia dalam daftar ini menghadirkan satu catatan tersendiri. Dua tokoh yang pernah terlibat langsung dalam pemerintahan provinsi kini masuk dalam proses menuju posisi diplomatik Indonesia.

Keduanya membawa rekam pengalaman yang berbeda. Josef pernah berada pada jalur politik nasional dan pemerintahan daerah, sementara Ayodhia memiliki pengalaman birokrasi pusat dan pernah memimpin NTT sebagai penjabat gubernur.

Hari ini, keduanya akan diuji dalam forum yang sama.

Yang dinilai bukan lagi kemampuan mengelola pemerintahan daerah, tetapi kemampuan membaca kepentingan nasional, hubungan bilateral, ekonomi, perlindungan warga negara, kerja sama kawasan, serta dinamika geopolitik di negara tujuan.

Bagi publik NTT, sisi inilah yang membuat uji calon dubes kali ini lebih dari sekadar daftar nama. Ada dua figur yang pernah memegang peran penting di provinsi ini dan kini sedang memasuki babak baru dalam pelayanan publik, dari ruang pemerintahan daerah menuju arena diplomasi internasional. (*Sp*)