seminar_warga_suluhdesa_1mb

Komite SAJ Periode 2026-2030 Mulai Bekerja, Insentif Guru dan Transformasi Digital Jadi Agenda

KUPANG, SULUHDESA.COM – Badan Pengurus Komite SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang periode 2026-2030 mulai menjalankan sejumlah agenda setelah dikukuhkan pada 22 Agustus 2026. Dalam dua pekan pertama, Komite menggelar pertemuan dengan orang tua dan wali siswa kelas X, XI, dan XII, membahas dukungan pembangunan sarana sekolah, perhatian kepada guru dan tenaga kependidikan, serta menyiapkan pengembangan ekosistem digital sekolah yang terintegrasi.

Agenda terbaru berlangsung Sabtu, 5 September 2026, melalui pertemuan Komite, sekolah, serta orang tua dan wali siswa kelas XII. Pertemuan ini menutup rangkaian pertemuan yang dilaksanakan secara terpisah untuk setiap jenjang.

Sebelumnya, pertemuan bersama orang tua dan wali siswa kelas X dilaksanakan pada 28 Agustus 2026. Sehari kemudian, 29 Agustus 2026, giliran orang tua dan wali siswa kelas XI mengikuti pertemuan dengan sekolah dan Komite.

Pemisahan jadwal dilakukan agar setiap kelompok orang tua memiliki ruang yang cukup untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan sekolah, kebutuhan peserta didik, agenda pendidikan, serta berbagai program yang membutuhkan dukungan bersama.

Pertemuan juga menjadi ruang komunikasi antara sekolah, Komite, dan keluarga siswa. Orang tua dapat memperoleh penjelasan langsung sekaligus menyampaikan pandangan mengenai pendidikan anak dan perkembangan sekolah.

Setiap pertemuan diawali dengan pemaparan Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang, Pater Apolynarius Wawo Koa, SVD, S.Pd., Gr. Pater Aris, sapaan akrabnya, menggunakan kisah perjalanan ke Emaus dalam Kitab Suci sebagai landasan biblis untuk menekankan pentingnya berjalan bersama dalam mendampingi pendidikan anak.

Pesan tersebut kemudian menjadi bagian dari pembahasan antara Komite dan orang tua. Sekolah, keluarga, dan Komite memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung proses pendidikan dan perkembangan peserta didik.

Mulai Bekerja Setelah Dikukuhkan

Rangkaian pertemuan dengan orang tua merupakan tindak lanjut dari agenda awal Badan Pengurus Komite SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang periode 2026-2030 setelah pengukuhan pada 22 Agustus 2026.

Sebanyak 13 pengurus Komite dikukuhkan dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Rasul TDM, Kota Kupang. Perayaan dipimpin Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang, Pater Apolynarius Wawo Koa, SVD, S.Pd., Gr., dan dihadiri para guru serta siswa.

Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan dimeriahkan paduan suara SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang. Pengukuhan tersebut menandai dimulainya masa kerja Komite periode 2026-2030.

Sebagian pengurus merupakan wajah baru. Beberapa lainnya kembali mendapat kepercayaan setelah sebelumnya terlibat dalam kepengurusan Komite periode 2023-2026.

Ketua Komite periode 2026-2030, Raymundus Lake, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama seluruh pengurus.

Raymundus mengingatkan bahwa Komite Sekolah memiliki landasan hukum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Karena itu, Komite perlu menjalankan fungsi secara bertanggung jawab serta membangun hubungan kemitraan dengan sekolah.

Menurut Raymundus, salah satu tugas penting Komite adalah mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Komite juga perlu menjadi ruang untuk menampung aspirasi orang tua dan peserta didik serta mencari solusi bersama sekolah ketika menghadapi persoalan.

“Mari bergandengan tangan membangun sekolah ini. Setiap program sekolah yang bertujuan memajukan kualitas pendidikan, Komite harus mendukung,” ajak Raymundus.

Pater Aris juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang bersedia mengambil bagian sebagai pengurus Komite. Keragaman profesi dan pengalaman para pengurus dinilai dapat menjadi kekuatan dalam mendukung perkembangan sekolah.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang datang dari berbagai latar belakang dan siap menjadi pengurus Komite. Mari kita bekerja sama dan berkolaborasi memajukan SAJ,” kata Pater Aris.

Tinjau Pembangunan dan Bahas Sarana Sekolah

Setelah pengukuhan di Gereja Santo Petrus Rasul TDM, pengurus Komite, Kepala Sekolah, guru, dan siswa kembali ke lingkungan SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang.

Pengurus Komite kemudian menggelar rapat perdana bersama Kepala Sekolah. Rapat membahas sejumlah kebutuhan sekolah, terutama kelanjutan pembangunan gedung tahap kedua dan fasilitas pendukung.

Pengurus juga meninjau pembangunan unit gedung baru yang saat itu telah memasuki tahap pekerjaan fondasi dengan kedalaman sekitar dua meter.

Dalam rapat tersebut, Komite membahas dukungan terhadap pembangunan sejumlah sarana pendukung. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pemasangan paving block di halaman sekolah yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai lapangan multifungsi.

Dukungan terhadap pengembangan aula sekolah juga masuk dalam pembahasan.

Pembangunan fisik utama selama ini mendapat dukungan dari donatur dan dana pembangunan. Untuk sejumlah sarana pendukung, Komite merencanakan membuka ruang partisipasi bagi orang tua yang ingin memberikan dukungan.

Komite juga merencanakan penggalangan dukungan melalui proposal kepada pemerintah, BUMN, BUMD, dan mitra potensial lainnya di Kota Kupang. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas sumber dukungan bagi pengembangan fasilitas sekolah.

Dalam rapat perdana, Komite juga membahas dukungan orang tua yang selama ini disalurkan melalui Komite. Nilai Rp25.000 per bulan yang selama ini menjadi rujukan tidak mengalami perubahan.

Komite menekankan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan dan penggunaan dana agar setiap dukungan dapat dipertanggungjawabkan kepada orang tua dan sekolah serta dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Komite Gagas Insentif bagi Guru dan Tenaga Kependidikan

Selain pembangunan sarana, Komite periode 2026-2030 menggagas pemberian insentif bagi guru dan tenaga kependidikan SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang.

Besaran insentif yang dibahas mencapai Rp 500.000 untuk setiap guru dan tenaga kependidikan per semester.

Program tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, terutama mengenai sumber pembiayaan, mekanisme penyaluran, waktu pelaksanaan, dan keberlanjutan program.

Komite ingin memastikan setiap program yang berkaitan dengan pembiayaan memiliki mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum dijalankan.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari perhatian Komite terhadap sumber daya manusia sekolah. Dukungan terhadap pembangunan fasilitas perlu berjalan bersama upaya peningkatan mutu pembelajaran serta perhatian kepada guru dan tenaga kependidikan yang menjalankan pelayanan pendidikan setiap hari.

Dalam pertemuan dengan orang tua, Komite juga mendorong orang tua dan wali siswa untuk hadir ketika mendapat undangan rapat dari sekolah maupun Komite.

Kehadiran orang tua dipandang penting karena berbagai persoalan pendidikan membutuhkan komunikasi langsung antara keluarga dan sekolah.

Khusus bagi siswa kelas XII, orang tua juga diingatkan untuk memastikan berbagai urusan administrasi sekolah diselesaikan menjelang berakhirnya masa pendidikan.

Siapkan Ekosistem Digital Sekolah Terintegrasi

Salah satu program baru yang mulai digagas Komite periode 2026-2030 adalah pengembangan platform ekosistem digital SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang.

Platform tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai kebutuhan sekolah dalam satu sistem terintegrasi.

Ekosistem digital diarahkan untuk melayani berbagai pemangku kepentingan, mulai dari manajemen sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, Komite, hingga pihak lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.

Pengembangan platform akan melibatkan anggota Komite yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi.

Sistem tersebut diharapkan membantu sekolah menata informasi secara lebih sistematis, mempercepat komunikasi, meningkatkan pelayanan, serta secara bertahap mengurangi penggunaan berbagai sistem yang berjalan secara terpisah.

Layanan akademik, komunikasi sekolah, kegiatan siswa, administrasi, layanan orang tua, serta kebutuhan manajemen lainnya dapat diarahkan secara bertahap ke dalam satu ekosistem digital.

Dalam pengembangannya, sistem juga perlu memperhatikan keamanan data, pembagian hak akses, kemudahan penggunaan, perlindungan informasi siswa dan orang tua, serta kebutuhan nyata setiap pengguna.

Komite memandang teknologi sebagai instrumen untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan sekolah, bukan sekadar menambah aplikasi baru.

Struktur Komite Periode 2026-2030

Badan Pengurus Komite SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang periode 2026-2030 dipimpin Raymundus Lake sebagai Ketua dan Adrianus Ceme sebagai Wakil Ketua.

Gregorius Babo dipercaya sebagai Sekretaris. Posisi Bendahara I dipercayakan kepada Ingrid Isabela Said, sedangkan Veronika B. Wahyu Wiyanti menjadi Bendahara II.

Bidang Peningkatan Mutu Pengelolaan dan Pembiayaan dipimpin Darius Tage Wea dengan anggota Kanisius Jehola.

Bidang Peningkatan Mutu Pembelajaran dan Pembinaan Prestasi dipimpin Herman Yoseph Utan dengan anggota Gerardus Manyella.

Bidang Pengadaan dan Pemberdayaan Sarana dan Prasarana dipimpin Adrianus Ceme dengan anggota Daniel D. Edy Sukarman.

Bidang Peningkatan Mutu Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat dipimpin Veronika B. Wahyu Wiyanti bersama Puspita Sulut dan Bruno Dasor.

Sementara itu, Bidang Peningkatan Mutu Sistem Informasi Berbasis Teknologi dipimpin Gregorius Babo dengan anggota Herman Seran.

Rangkaian kegiatan sejak pengukuhan menunjukkan bahwa sejumlah agenda langsung mulai dijalankan pada awal masa kerja Komite periode 2026-2030.

Dalam waktu sekitar dua pekan, pengurus telah menggelar rapat perdana, meninjau pembangunan sekolah, bertemu dengan orang tua dan wali siswa kelas X, XI, dan XII, membahas perhatian kepada guru dan tenaga kependidikan, serta mulai menyiapkan pengembangan ekosistem digital sekolah.

Komite selanjutnya akan menerjemahkan berbagai agenda tersebut ke dalam program kerja yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Pesan untuk “berjalan bersama” yang disampaikan sejak pengukuhan menjadi benang merah dari rangkaian kegiatan tersebut. Sekolah, Komite, orang tua, guru, siswa, alumni, donatur, pemerintah, dan berbagai mitra memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam pengembangan SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang. (*)