Suasana Pertemuan Resmi di Ruang Konferensi

Josef Nae Soi Bayar “Utang Budi” Lewat PSN, Dulu Tak Pernah Membela Kini Ikut Membangun

Surabaya, Suluhdesa.com – Josef Nae Soi pernah menjadi bagian dari dunia sepak bola sebagai pemain. Namun, sepanjang perjalanan kariernya, ada satu klub yang tidak pernah ia bela, yakni Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN). Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, mantan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur itu mengambil peran berbeda dalam perjalanan klub kebanggaan masyarakat Ngada tersebut.

Melalui PT. Ngada Jaya Perkasa, Josef terlibat dalam upaya memperkuat pengelolaan PSN menuju jenjang kompetisi lebih tinggi. Keterlibatan itu menghadirkan cerita menarik tentang seorang mantan pemain yang tidak pernah mengenakan seragam PSN, tetapi kini ikut memperjuangkan masa depan klub tersebut.

Perjalanan Josef seolah menemukan babak baru. Lapangan yang dahulu menjadi tempatnya bermain kini digantikan oleh tanggung jawab membangun fondasi organisasi, mendukung pembinaan pemain, dan membuka peluang bagi PSN untuk berkembang.

Ada semacam utang budi yang menemukan jalan pembayarannya melalui sepak bola. Bukan utang dalam pengertian materi, melainkan gambaran tentang hubungan seorang mantan pemain dengan olahraga yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.

Keterlibatan Josef memperoleh momentum melalui kerja sama pengembangan PSN antara Pemerintah Kabupaten Ngada dan PT. Ngada Jaya Perkasa. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola klub sekaligus mendukung ambisi PSN bersaing pada tingkat nasional.

Langkah itu mendapat apresiasi dari pimpinan DPRD Kabupaten Ngada. Dalam momentum kerja sama tersebut, Ketua DPRD menyampaikan penghormatan kepada Josef atas keberaniannya mengambil langkah progresif untuk membantu PSN mencapai tingkat yang lebih tinggi.

Dukungan pemerintah daerah juga memperlihatkan besarnya harapan terhadap perubahan pengelolaan klub. PSN tidak hanya dipandang dari hasil pertandingan, tetapi juga dari peluang yang dapat dibuka bagi generasi muda Ngada.

Bupati Ngada, Raymundus Bena, sebelumnya menegaskan bahwa pengembangan PSN mencakup misi pendidikan sepak bola, kepentingan sosial kemasyarakatan, dan industri olahraga. Ketiga bidang tersebut menjadi bagian dari arah kerja sama yang hendak diwujudkan.

Keterlibatan Josef bersama perusahaan yang dipimpinnya juga menjadi bagian dari perjalanan PSN menuju Liga 3 Nusantara. Ketika melepas tim pada 19 Oktober 2026, Bupati Ngada menyampaikan apresiasi terhadap dukungan perusahaan dalam membantu PSN melangkah ke kompetisi nasional.

Perkembangan itu memberi konteks baru bagi kisah Josef. Ketika masih menjadi pemain, ia tidak pernah mendapat pengalaman membela PSN. Kini, melalui peran di luar lapangan, ia ikut mendukung kesempatan bagi para pemain muda Ngada untuk tampil pada jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Namun, perjalanan PSN masih panjang. Ambisi menembus Liga 2 memerlukan pembinaan berkelanjutan, kesiapan finansial, infrastruktur yang memadai, serta pengelolaan klub yang profesional. Dukungan yang telah dibangun harus diterjemahkan menjadi program nyata agar perubahan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama.

Bagi Josef, keterlibatan tersebut membuka ruang pengabdian yang dahulu tidak pernah ia jalani sebagai pemain PSN. Sementara bagi klub, kehadirannya menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat masa depan sepak bola Ngada.

Dulu Josef tidak pernah mengenakan seragam PSN untuk bertanding. Kini, ia ikut mengambil tanggung jawab agar generasi pemain berikutnya memiliki peluang lebih besar membawa nama Ngada ke panggung sepak bola nasional.

Barangkali di situlah makna utang budi dalam perjalanan ini. Ada sesuatu yang dahulu tidak sempat diberikan di atas lapangan, tetapi kini dapat diwujudkan melalui kerja untuk masa depan PSN. (gbm/sp*)