
Bupati Ngada dan Josef Nae Soi Ajak Diaspora Dukung PSN Saat Berlaga di Gresik
Surabaya, Suluhdesa.com – Bupati Ngada dan Direktur PT. Ngada Jaya Perkasa, Josef Adrianus Nae Soi, mengajak masyarakat Ngada yang menetap di Surabaya dan sekitarnya untuk hadir memberikan dukungan langsung kepada Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN) saat menjalani pertandingan kandang di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur.
Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum kerja sama pengembangan PSN Ngada melalui PT. Ngada Jaya Perkasa. Dukungan warga perantauan dinilai penting untuk membangun semangat tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi tantangan kompetisi lebih tinggi.
Bupati Ngada secara khusus menitipkan harapan kepada masyarakat Ngada di Surabaya dan wilayah sekitarnya agar mengambil bagian dalam mendukung perjuangan PSN.
“Terima kasih untuk masyarakat Ngada Surabaya dan sekitarnya, wakili kami untuk selalu mendukung PSN di lapangan pertandingan,” ujar Bupati Ngada.
Pesan tersebut menempatkan diaspora Ngada sebagai bagian penting dari perjalanan klub. Ketika pertandingan berlangsung jauh dari Flores, kehadiran masyarakat Ngada di Jawa Timur diharapkan mampu menghadirkan atmosfer dukungan yang biasanya dirasakan para pemain ketika tampil di hadapan pendukung sendiri.
Ajakan serupa disampaikan Josef Adrianus Nae Soi, yang mendorong warga Ngada di perantauan untuk bersama-sama meramaikan pertandingan PSN di Gresik.
“Mari kita ramai-ramai mendukung PSN saat pertandingan home di Joko Samudro Gresik,” ajak Josef.
Pernyataan itu memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan PSN. Pembenahan pengelolaan klub melalui PT. Ngada Jaya Perkasa diharapkan berjalan beriringan dengan tumbuhnya dukungan suporter, termasuk dari komunitas Ngada yang tersebar di berbagai daerah.
Bagi warga Ngada yang tinggal di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan kawasan sekitarnya, pertandingan PSN menghadirkan kesempatan untuk menyaksikan langsung perjuangan tim kebanggaan daerah. Jarak yang memisahkan mereka dari tanah kelahiran tidak harus mengurangi kedekatan dengan klub yang membawa identitas Ngada.
Kehadiran diaspora juga dapat memberikan warna tersendiri bagi pertandingan kandang PSN di Gresik. Para pemain berpeluang merasakan dukungan masyarakatnya melalui sorakan dari tribun, penggunaan atribut klub, serta semangat kebersamaan yang dibangun sepanjang pertandingan.
Lebih jauh, laga PSN dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat Ngada dari berbagai latar belakang. Warga yang berasal dari Bajawa, Golewa, Soa, Riung, Aimere, dan wilayah lainnya memiliki kesempatan berkumpul karena kecintaan terhadap tim yang sama.
Di tengah upaya membawa PSN menuju pengelolaan yang lebih profesional, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dipelihara. Klub membutuhkan hubungan yang erat dengan pendukungnya agar proses pembenahan organisasi dan peningkatan prestasi mendapat dukungan sosial yang berkelanjutan.
Ajakan Bupati Ngada dan Josef Nae Soi sekaligus menjadi pesan bahwa perjuangan PSN tidak hanya menjadi tanggung jawab pemain, pelatih, dan pengelola. Masyarakat Ngada, termasuk mereka yang merantau jauh dari kampung halaman, memiliki ruang untuk memberikan kontribusi melalui dukungan yang nyata.
Kini, harapan itu tertuju kepada warga Ngada di Surabaya dan sekitarnya. Ketika PSN turun bertanding di Gresik, kehadiran mereka di tribun diharapkan menjadi penyemangat bagi para pemain yang berjuang membawa nama daerah.
Jauh dari tanah Ngada, PSN diharapkan tetap merasakan hangatnya dukungan masyarakat sendiri. (*gbm/sp)


