
Josef Nae Soi Sebut Home Base PSN di Ngada sebagai “Utang Bersama” Bupati dan Ketua DPRD
Surabaya, Suluhdesa.com – Keinginan membawa PSN Ngada kembali bermain di tanah kelahirannya menjadi salah satu agenda yang disuarakan Josef Nae Soi di tengah langkah transformasi klub menuju pengelolaan yang lebih profesional.
Direktur PT. Ngada Jaya Perkasa itu menyebut upaya menghadirkan home base PSN di Kabupaten Ngada sebagai “utang bersama” dirinya, Bupati Ngada, dan Ketua DPRD Kabupaten Ngada.
Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kerja sama pengelolaan PSN yang berlangsung di Jawa Timur pada 28 Oktober 2026.
Bagi Josef, perjalanan PSN menembus kompetisi nasional perlu diiringi dengan upaya memperkuat hubungan klub dan masyarakat daerah asalnya. Bermain di luar Ngada menjadi bagian dari kebutuhan kompetisi saat ini, tetapi harapan untuk kembali bertanding di hadapan pendukung sendiri tetap ingin diwujudkan.
Pernyataan Josef sekaligus menempatkan persoalan kandang PSN sebagai pekerjaan bersama yang membutuhkan dukungan pengelola klub, pemerintah daerah, dan DPRD.
Gresik Menjadi Kandang, Ngada Tetap Tujuan
PSN saat ini menatap kompetisi Liga 3 Nusantara dengan Gresik, Jawa Timur, sebagai lokasi kandangnya.
Informasi tersebut sebelumnya disampaikan Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, ketika membuka turnamen sepak bola HUT ke-40 Kopdit Handayani Jaya di Lapangan Ampera, Mataloko, pada 11 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga mengungkapkan rencana renovasi Stadion Lebijaga Bajawa pada 2027 untuk mempersiapkannya sebagai kandang PSN.
Rencana tersebut memperlihatkan bahwa gagasan memulangkan pertandingan PSN ke Ngada telah masuk dalam pembicaraan mengenai pengembangan klub.
Meski begitu, belum terdapat kepastian mengenai jadwal renovasi, kebutuhan anggaran, maupun waktu penggunaan kembali Stadion Lebijaga sebagai tempat pertandingan resmi.
Kesiapan stadion menjadi salah satu faktor penting karena penyelenggaraan kompetisi nasional mensyaratkan pemenuhan standar fasilitas dan ketentuan yang ditetapkan penyelenggara liga.
Stadion Lebijaga dan Harapan Menyaksikan PSN di Rumah Sendiri
Bagi masyarakat Ngada, Stadion Lebijaga di Bajawa mempunyai arti penting sebagai salah satu pusat kegiatan sepak bola daerah.
Apabila stadion tersebut dapat dipersiapkan sesuai ketentuan kompetisi, peluang PSN untuk menggelar pertandingan kandang di Ngada akan semakin terbuka.
Kepulangan itu juga akan mempertemukan kembali pemain dengan para pendukung yang selama ini mengikuti perjalanan tim dari kejauhan.
Masyarakat tidak perlu selalu bergantung pada informasi pertandingan dari luar daerah. Mereka berpeluang hadir langsung, menyaksikan permainan PSN, dan merasakan atmosfer kompetisi nasional di tanah sendiri.
Kehadiran pertandingan juga berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar stadion. Pedagang makanan, pelaku UMKM, penyedia transportasi, hingga usaha penginapan dapat memperoleh peluang tambahan ketika pertandingan menghadirkan penonton dari berbagai wilayah.
Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada intensitas pertandingan, jumlah penonton, kesiapan fasilitas, dan keterlibatan pelaku usaha lokal.
Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Penyebutan “utang bersama” oleh Josef memberi penekanan bahwa menghadirkan kembali kandang PSN di Ngada tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak pengelola klub.
Pemerintah daerah memiliki peran dalam mendukung kesiapan infrastruktur sesuai kewenangannya. DPRD menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan, sementara pengelola klub bertanggung jawab mempersiapkan kebutuhan operasional serta pemenuhan persyaratan kompetisi.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar keinginan memulangkan PSN dapat diterjemahkan menjadi rencana yang terukur.
Di tengah upaya memperkuat manajemen melalui PT. Ngada Jaya Perkasa, persoalan home base menjadi bagian penting dari arah pengembangan PSN dalam jangka panjang.
Klub sedang berusaha membangun daya saing di tingkat nasional. Pada saat bersamaan, kedekatannya dengan masyarakat Ngada tetap menjadi bagian dari identitas yang ingin dipertahankan.
Harapan Josef kini bertemu dengan rencana penyiapan Stadion Lebijaga yang telah disampaikan pemerintah daerah. Realisasinya masih memerlukan keputusan, kesiapan anggaran, pelaksanaan pekerjaan, dan pemenuhan persyaratan stadion.
Bagi masyarakat Ngada, pertandingan PSN di Gresik merupakan bagian dari perjalanan klub menghadapi kompetisi nasional. Namun, ada harapan yang belum selesai, yakni suatu hari kembali memenuhi tribun stadion di Bajawa dan menyaksikan tim kebanggaan mereka bertanding di rumah sendiri. (gbm/sp*)


