
Komite SMA Santo Arnoldus Janssen Dorong Partisipasi Sekolah di Car Free Day
Kupang, SULUHDESA.COM – SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang akan berpartisipasi dalam kegiatan Car Free Day dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni, tari, musik, dan kreativitas siswa. Partisipasi tersebut menjadi salah satu agenda yang dipertahankan setelah proses sinkronisasi program antara Badan Pengurus Komite dan pihak sekolah.
Sinkronisasi dilakukan dalam rapat bersama pada Sabtu (24/10/2026). Rapat dipimpin Ketua Komite Raymundus Lake, S.Ag. dan dihadiri Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang, P. Apolynarius Wawo Koa, SVD, bersama jajaran pengurus Komite.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan program pada 3 Oktober 2026. Tujuannya memastikan program Komite periode 2026-2030 benar-benar melengkapi kebutuhan sekolah dan tidak tumpang tindih dengan kegiatan yang telah diprogramkan atau sedang dijalankan pihak sekolah.
Dalam pembahasan, beberapa program dan kegiatan diputuskan untuk dieliminasi atau di-drop karena substansinya telah menjadi bagian dari agenda sekolah. Langkah tersebut sekaligus memperjelas pembagian peran sehingga sumber daya Komite dapat diarahkan pada program yang masih membutuhkan dukungan.
Car Free Day Jadi Ruang Tampil Siswa
Partisipasi dalam Car Free Day berada pada Bidang Peningkatan Mutu Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat. Melalui kegiatan ini, SMA Santo Arnoldus Janssen akan membawa aktivitas dan karya siswa ke ruang publik.
Penampilan seni, tari, musik, dan kreativitas siswa menjadi bagian utama yang akan diperkenalkan kepada masyarakat. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan karakter pendidikan sekolah.
Pendekatan tersebut membuat pengenalan sekolah tidak hanya bergantung pada brosur, media sosial, atau informasi penerimaan siswa baru. Masyarakat dapat melihat secara langsung karya, kemampuan, dan hasil pembinaan siswa.
Car Free Day juga membuka ruang interaksi dengan calon peserta didik, orang tua, alumni, dan masyarakat. Kehadiran sekolah di ruang publik dapat memperluas jejaring sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.
Program Diselaraskan agar Tidak Tumpang Tindih
Rapat 24 Oktober menjadi tahap penting setelah identifikasi program pada 3 Oktober 2026. Daftar kegiatan dibahas kembali untuk melihat kesesuaian, kebutuhan aktual, serta kemungkinan duplikasi dengan agenda sekolah.
Program yang sudah menjadi bagian dari pekerjaan sekolah tidak lagi ditempatkan sebagai fokus Komite. Program yang masih relevan dipertahankan untuk kemudian masuk ke tahap penentuan prioritas.
Sinkronisasi tersebut membuat agenda Komite lebih terarah. Dukungan difokuskan pada ruang yang dapat memberi nilai tambah bagi siswa dan sekolah, bukan mengulang kegiatan yang telah dijalankan pihak lain.
Program Humas Tidak Hanya Car Free Day
Selain partisipasi dalam Car Free Day, bidang kerja sama dan hubungan masyarakat juga mempertahankan sejumlah kegiatan lain. Di antaranya adalah Petani/Peternak Goes to School, penyuluhan hukum, dan Family Gathering.
Petani/Peternak Goes to School dirancang untuk menghadirkan pengalaman praktis masyarakat ke lingkungan sekolah. Siswa dapat belajar langsung mengenai pertanian, peternakan, kewirausahaan, dan aktivitas ekonomi dari para pelakunya.
Penyuluhan hukum juga masuk dalam agenda dengan kemungkinan melibatkan kejaksaan maupun kunjungan ke lembaga pemasyarakatan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman hukum dan pendidikan karakter siswa.
Sementara Family Gathering menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara sekolah, Komite, siswa, dan orang tua. Komunikasi yang lebih terbuka diharapkan mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih kuat.
Pengembangan Bakat Tetap Diberi Ruang
Pengembangan kemampuan siswa juga menjadi bagian dari program Komite. Kegiatan yang dipertahankan adalah Lomba Pidato Bahasa Inggris.
Lomba pidato memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, keberanian berbicara di depan publik, dan kemampuan menyampaikan gagasan.
Kegiatan tersebut berjalan searah dengan semangat Car Free Day, yakni memberi ruang yang lebih luas bagi siswa untuk berekspresi dan menunjukkan kemampuan. Pengembangan bakat menjadi bagian dari proses pembinaan yang dapat memperkuat kepercayaan diri peserta didik.
Sarana dan Teknologi Tetap Masuk Agenda
Pada bidang sarana dan prasarana, Komite tetap mempertahankan penataan halaman sekolah, pembuatan lapangan multifungsi, dan pengadaan speaker kelas. Ketiga kegiatan tersebut akan ditempatkan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kesiapan sumber daya.
Pembuatan lapangan multifungsi berkaitan dengan kebutuhan aktivitas siswa yang selama ini sebagian masih menggunakan fasilitas di luar sekolah. Sementara penataan halaman dan pengadaan speaker ditujukan untuk mendukung kenyamanan dan kegiatan pembelajaran.
Pada bidang teknologi, pengembangan SAJ Smart tetap masuk dalam agenda 2026-2030. Program tersebut mencakup pengembangan modul serta dukungan server, internet, dan IP Public.
Pengembangan sistem digital tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan sekolah secara lebih terintegrasi. Platform ini nantinya mendukung hubungan antara sekolah, guru, siswa, orang tua, dan Komite.
Potensi Dukungan Sekolah Akan Dipetakan
Komite juga mempertahankan agenda pemetaan potensi sumber daya sekolah. Kegiatannya mencakup analisis potensi sumber daya, verifikasi dan validasi dukungan, serta penyusunan database potensi dan mitra sekolah.
Pemetaan tersebut akan membantu Komite melihat sumber daya dan jejaring yang dapat mendukung program. Potensi dapat berasal dari orang tua, alumni, masyarakat, jaringan profesi, maupun mitra lainnya.
Dari hasil pemetaan itu, Komite akan mengembangkan sumber pembiayaan alternatif dengan tetap memperhatikan transparansi dan akuntabilitas. Penjaringan aspirasi orang tua, forum konsultasi, penyusunan rekomendasi kebijakan, serta monitoring dan evaluasi juga tetap menjadi bagian dari agenda.
Pembelajaran dan Psikologi Anak Tetap Diperhatikan
Pada bidang peningkatan mutu pembelajaran dan pembinaan prestasi, Komite mempertahankan Workshop Pendidikan/Psikologi Anak bagi guru dan orang tua serta Evaluasi Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning.
Workshop diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai perkembangan anak dan pola pendampingan yang tepat. Sementara evaluasi pembelajaran menjadi ruang untuk melihat proses pendidikan yang telah berjalan dan mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperkuat.
Agenda Hari Guru juga tetap dimasukkan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendidik. Selain itu, Rekoleksi Orang Tua dan Siswa direncanakan sebagai ruang refleksi dan kebersamaan dalam mengawali tahun ajaran.
Selanjutnya Masuk Tahap Prioritas
Hasil sinkronisasi pada 24 Oktober belum menjadi tahap akhir. Setelah seluruh program diselaraskan dengan pihak sekolah, Badan Pengurus akan menetapkan skala prioritas kegiatan periode 2026-2030.
Penentuan prioritas akan mempertimbangkan kebutuhan, dampak terhadap siswa dan sekolah, kesiapan pelaksanaan, sumber daya, serta pembiayaan. Program yang paling mendesak akan ditempatkan lebih awal, sedangkan kegiatan lainnya dilaksanakan secara bertahap.
Seluruh program kemudian akan dimasukkan ke dalam kalender kegiatan Komite periode 2026-2030. Kalender tersebut akan menjadi panduan waktu pelaksanaan, penanggung jawab, target, kebutuhan sumber daya, serta monitoring dan evaluasi.
Dalam kerangka itu, partisipasi SMA Santo Arnoldus Janssen dalam Car Free Day menjadi salah satu agenda yang memberi ruang langsung bagi siswa untuk hadir di tengah masyarakat. Seni, tari, musik, dan kreativitas siswa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi cara sekolah memperlihatkan proses pembinaan dan karakter pendidikannya.
Melalui ruang publik tersebut, SMA Santo Arnoldus Janssen tidak hanya memperkenalkan nama sekolah. Yang dibawa ke hadapan masyarakat adalah karya, kemampuan, dan karakter siswa yang tumbuh melalui proses pendidikan di sekolah. (*)


