
Wakil Gubernur Johni Asadoma Kunjungi Desa Manmas, Serahkan Bantuan kepada Masyarakat
Alor, SULUHDESA.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, mengunjungi Desa Manmas, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Rabu, 28 Oktober 2026, untuk menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada lima kelompok masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Johni menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produksi, dan membuka peluang pendapatan bagi keluarga, bukan berhenti sebagai kegiatan penyerahan barang.
Kunjungan itu merupakan bagian dari kegiatan Intervensi Perangkat Daerah yang berlangsung pada 27 hingga 29 Oktober 2026, dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT sebagai perangkat daerah penanggung jawab. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi Desa Manmas melalui pemanfaatan potensi pertanian lokal dan peningkatan kapasitas usaha masyarakat.
Kedatangan Johni disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Alor, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah desa, Bapperida Provinsi NTT, serta masyarakat setempat. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah provinsi untuk menyerahkan bantuan sekaligus mendengarkan berbagai kebutuhan pembangunan yang disampaikan warga.
Di hadapan masyarakat dan kelompok penerima manfaat, Johni menekankan pentingnya memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar digunakan. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah harus dilihat dari perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat, bukan hanya jumlah peralatan yang diserahkan.
“Kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi pertemuan seremonial, tidak boleh berakhir pada penyerahan bantuan, dan tidak boleh selesai ketika tenda kegiatan dibongkar,” tegas Johni, sebagaimana disampaikan dalam publikasi resmi Pemerintah Provinsi NTT pada 29 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan dalam pelaksanaan intervensi desa yang bertujuan menggerakkan kegiatan usaha produktif. Pemerintah berharap dukungan peralatan dapat membantu kelompok masyarakat mengembangkan hasil pertanian menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Lima Kelompok Terima Bantuan Peralatan Produksi
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menyerahkan sejumlah peralatan pengolahan pangan kepada lima kelompok penerima manfaat. Bantuan yang diberikan mencakup mesin potong keripik, mesin giling gandeng, mesin pengepres minyak kemiri, wajan stainless berukuran besar, loyang, oven, kompor, serta berbagai perlengkapan produksi lainnya.
Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung pengembangan usaha berbasis hasil pertanian yang tersedia di Desa Manmas. Kemiri dan umbi-umbian menjadi bagian dari potensi lokal yang didorong agar dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Johni mengingatkan bahwa bantuan peralatan harus dikelola secara bertanggung jawab dan digunakan sesuai kebutuhan kelompok usaha. Peralatan yang telah diserahkan diharapkan dapat membantu masyarakat memperbaiki proses produksi, meningkatkan kualitas hasil olahan, dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Bantuan yang baik bukanlah bantuan yang habis digunakan, melainkan bantuan yang terus bekerja, menghasilkan produk, menambah pendapatan, dan membuka kesempatan bagi orang lain,” ujar Johni.
Ia juga meminta Bapperida Provinsi NTT, Pemerintah Desa Manmas, dan perangkat daerah terkait untuk melakukan pendampingan serta pemantauan terhadap pemanfaatan bantuan. Langkah tersebut diperlukan agar dukungan pemerintah tidak berhenti pada pencatatan administrasi, tetapi dapat diikuti perkembangan kegiatan usaha masyarakat.
Bagi kelompok penerima manfaat, peralatan produksi membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian. Namun, manfaat ekonomi yang diharapkan masih bergantung pada kemampuan kelompok memanfaatkan mesin, menjaga kesinambungan produksi, serta memasarkan produk yang dihasilkan.
Johni Dorong Produk Lokal Menjangkau Pasar
Selain menyerahkan bantuan, Johni mendorong masyarakat Desa Manmas mengembangkan produk unggulan yang memiliki peluang dipasarkan lebih luas. Emping, tepung dari umbi-umbian, dan minyak kemiri menjadi beberapa produk yang mendapat perhatian dalam pengembangan ekonomi lokal.
Pengolahan hasil pertanian dinilai penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah. Melalui kegiatan produksi, komoditas yang tersedia di desa berpeluang memperoleh tambahan nilai sekaligus membuka kegiatan usaha bagi warga.
Johni menekankan bahwa pengembangan produk membutuhkan peningkatan mutu, kemasan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen. Pemerintah juga perlu membantu membuka akses pemasaran agar produk masyarakat tidak hanya dihasilkan, tetapi memiliki peluang terserap pasar.
Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong keterlibatan pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan mitra pembangunan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat. Jaringan NTT Mart dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) turut disebut sebagai saluran potensial bagi pembinaan dan pemasaran produk lokal.
Arah pengembangan tersebut berkaitan dengan program Dasa Cita Ayo Bangun NTT, khususnya agenda pembangunan ekonomi dari ladang dan laut menuju pasar. Melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat hubungan antara kegiatan produksi masyarakat dan peluang pemasaran hasil usaha.
Meski demikian, pengembangan pasar masih membutuhkan proses lanjutan. Kelompok usaha perlu memiliki produk dengan kualitas yang terjaga, kemampuan produksi yang memadai, serta pengelolaan usaha yang memungkinkan kegiatan ekonomi berlangsung secara konsisten.
Masyarakat Sampaikan Kebutuhan Jalan dan Fasilitas Pendidikan
Kunjungan Wakil Gubernur juga diisi dengan dialog bersama masyarakat Desa Manmas. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur dan kebutuhan pelayanan dasar.
Salah satu aspirasi disampaikan Yakobus yang mengusulkan perbaikan akses jalan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kondisi infrastruktur menjadi perhatian karena akses transportasi turut memengaruhi kelancaran distribusi hasil pertanian menuju pasar.
Selain persoalan jalan, warga bernama Glory menyampaikan kebutuhan meja dan kursi untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Desa Manmas. Sejumlah fasilitas yang tersedia dinilai sudah tidak layak digunakan sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Johni memberikan kesempatan kepada Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, untuk menyampaikan tanggapan mengenai kebutuhan masyarakat dan langkah yang dapat ditindaklanjuti pemerintah kabupaten.
Dialog itu memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi desa berkaitan dengan kebutuhan pembangunan yang lebih luas. Infrastruktur transportasi, fasilitas pendidikan, dan pelayanan dasar menjadi bagian dari persoalan yang perlu diperhatikan bersamaan dengan penguatan kegiatan usaha masyarakat.
Pertemuan bersama warga juga memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan Desa Manmas. Aspirasi yang disampaikan menjadi masukan bagi proses koordinasi dan perencanaan pembangunan sesuai kewenangan masing-masing tingkat pemerintahan.
Bapperida Siapkan Pendampingan bagi Penerima Bantuan
Pelaksana Tugas Sekretaris Bapperida Provinsi NTT, Johni Paut, menyampaikan bahwa intervensi di Desa Manmas akan dilanjutkan melalui pendampingan, pelatihan, serta bimbingan teknis bagi kelompok penerima manfaat. Kegiatan lanjutan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memanfaatkan peralatan dan meningkatkan keterampilan pengolahan hasil pertanian.
Dukungan yang direncanakan juga mencakup peningkatan kualitas produk dan perbaikan pengemasan. Melalui pendampingan tersebut, kelompok usaha diharapkan mampu mengembangkan hasil pertanian lokal menjadi produk yang memiliki peluang pemasaran lebih luas.
Kepala Desa Manmas, Robinzon Asadama, menyampaikan apresiasi atas bantuan dan perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap peralatan yang diserahkan dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan produksi kelompok usaha dan memperkuat pemberdayaan ekonomi desa.
Pemerintah Desa Manmas juga diharapkan berperan dalam mendorong kelompok penerima manfaat mengelola peralatan secara baik. Pemanfaatan bantuan secara berkelanjutan menjadi penting agar dukungan pemerintah dapat memberikan hasil yang terukur bagi kegiatan ekonomi masyarakat.
Rangkaian kunjungan Wakil Gubernur turut diisi dengan ramah tamah, makan bersama, pagelaran seni budaya, serta penyajian produk lokal. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah dan masyarakat sekaligus memberikan ruang untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki Desa Manmas.
Bagi masyarakat, bantuan yang diterima menjadi kesempatan untuk memperkuat kegiatan usaha berbasis hasil pertanian. Namun, perkembangan produksi, penjualan, serta pendapatan kelompok masih perlu dipantau untuk mengetahui manfaat ekonomi yang benar-benar dihasilkan.
Kunjungan Johni Asadoma pada 28 Oktober 2026 meninggalkan dua pekerjaan penting bagi pemerintah dan masyarakat Desa Manmas. Peralatan yang telah diserahkan perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, sementara berbagai aspirasi warga membutuhkan tindak lanjut sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan.
Dari bantuan yang kini berada di tangan kelompok masyarakat, keberhasilan program akan ditentukan oleh aktivitas produksi yang terus berjalan, produk yang mampu menemukan pasar, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan keluarga. Di situlah perhatian pemerintah terhadap Desa Manmas akan memperoleh ukuran yang lebih nyata daripada kegiatan penyerahan bantuan itu sendiri. (*)


