Wagub NTT Kunjungi Gereja GMIT dan Rumah Warga yang Rusak Akibat Angin Kencang 

Kupang, suluhdesa.com – Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, melakukan kunjungan peninjauan langsung ke lokasi terdampak angin puting beliung di Gereja GMIT Yegar Sahaduta Klasis Kota Kupang Barat serta sejumlah rumah warga di belakang Terminal Bello, Kelurahan Bello, Kota Kupang, pada Sabtu (24/1/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT Doris Alexander Rihi dan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Kanisius H. M. Mau.

Bacaan Lainnya

Angin puting beliung terjadi pada Jumat (23/1/2026) malam sekitar pukul 00.18 WITA, menyebabkan atap Gereja GMIT Yegar Sahaduta terangkat dan sejumlah rumah warga rusak berat hingga rata dengan tanah.

Pendeta GMIT Yegar Sahaduta, Pdt. Selvi Asfesina, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat singkat dan tiba-tiba. “Listrik padam dulu, lalu angin kencang. Kejadiannya cepat saja bapa, hanya sekitar enam sampai tujuh detik, setelah itu langsung reda,” ungkapnya.

Kesaksian serupa datang dari Antonius Manu, warga setempat yang rumahnya rusak berat. “Dia maen detik sa bapa. Sonde lama bapa. Kami ju (juga) sonde (tidak) sempat lari keluar rumah. Buka mata su terang, sonde ada atap lai,” ujarnya.

Warga lainnya, Lidwina Pakae, juga mengalami kerusakan rumah parah. Salah satu anaknya, Stela, sempat terlempar hingga ke pohon gamal akibat kuatnya angin. “Bunyi angina sama kek (seperti) pesawat tempur bapa. Angin kencang hanya sebentar saja, berapa detik saja. Kami tidak sempat lari bapa. Dalam sekejap sa, rumah su rata tanah,” tuturnya.

Pasca kejadian, sebagian warga terpaksa mengungsi sementara dan bermalam di rumah tetangga.

Lurah Bello Robynson E. Lona menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara, terdapat 35 rumah warga terdampak dengan tiga orang korban luka-luka yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Wakil Gubernur Johanis Asadoma menyampaikan bahwa kunjungan bertujuan untuk memastikan kondisi masyarakat dan menyiapkan langkah penanganan yang tepat. “Hari ini kami datang untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah warga dan gereja yang terdampak angin kencang. Ada rumah yang atapnya terangkat, bahkan ada yang rata dengan tanah. Kami ingin memastikan apa yang bisa segera kami bantu,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk melalui program rumah layak huni. “Kami akan membantu agar masyarakat bisa mendapatkan rumah layak huni melalui program pemerintah provinsi. Bantuan akan kami pastikan tepat sasaran, sehingga benar-benar menolong warga yang mengalami musibah ini,” tegasnya.

Wagub juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi serta peringatan dini dari BMKG guna mengantisipasi kejadian serupa.**

Pos terkait