Nagekeo, suluhdesa.com – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Sabtu (13/9), usai meninjau lokasi bencana. Rapat yang berlangsung di rumah jabatan Bupati Nagekeo ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk BNPB, Basarnas, TNI/Polri, Balai PU, Dinas Sosial, dan lainnya.
Wagub Johni Asadoma menekankan tiga fokus utama: pencarian korban hilang, pemulihan infrastruktur, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Saat ini, tiga dari delapan korban yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian.
Untuk kebutuhan dasar, banyak korban hanya memiliki pakaian di badan. Wagub mencontohkan penggalangan pakaian layak pakai di Lewotobi dan mengajak ASN Nagekeo melakukan hal serupa. Pemprov NTT akan menyalurkan 4 ton beras, ditambah bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD. Dapur umum akan ditambah dengan bantuan dari Kabupaten Ende untuk memastikan pasokan makanan siap saji mencukupi.
Solusi jangka pendek untuk penyediaan air bersih adalah dengan memanfaatkan truk tangki air dari kabupaten tetangga. Koordinasi dengan PDAM juga akan dilakukan. Bupati Nagekeo mengusulkan perbaikan jaringan irigasi dan pipa air yang rusak. Untuk jangka panjang, pompa air akan diadakan untuk menyedot air dari sumber yang tersedia dan disalurkan ke rumah-rumah warga.
Kerusakan infrastruktur menjadi perhatian serius. Jembatan vital yang menghubungkan jalur ekonomi akan dibangun sementara. Satu unit jembatan darurat sudah tiba dari Kupang, dan satu lagi akan dikerjakan bersama Densipur Udayana.
BNPB menekankan pentingnya pendataan korban dan kerusakan yang akurat. Tim BNPB bekerja di Kantor Bupati untuk memverifikasi data, termasuk jumlah bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Wakil Gubernur menginstruksikan Bupati untuk membentuk tim khusus atau satgas pendataan dengan surat tugas resmi.
Tercatat 83 rumah hanyut, rusak berat, atau terancam, dengan 47 rumah mengalami kerusakan paling parah. Warga yang rumahnya terdampak akan direlokasi ke tempat yang aman di wilayah desa yang sama. BNPB menargetkan keluarga terdampak sudah dapat menempati rumah baru sebelum Natal 2025.
Kesehatan dan penerangan juga menjadi perhatian. Penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi tim pencarian menjadi prioritas. Desa Sawu yang masih gelap akan menjadi prioritas pemulihan listrik dan penerangan.
Wagub Johni Asadoma menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan transparansi dalam penanganan bencana. Data korban dan kerusakan akan dipublikasikan di lokasi bencana.
“Dengan koordinasi yang baik dan gotong royong dari semua pihak, kita harapkan bersama penanganan bencana banjir bandang di Nagekeo dapat berjalan cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat terdampak,” tegas Wagub Johni Asadoma.***





