Wamendikdasmen dan Gubernur NTT Hadiri HUT MNPK ke-51 di Kupang, Dorong Sekolah Katolik Unggul dan Inklusif

Wamendikdasmen dan Gubernur NTT Hadiri HUT MNPK ke-51 di Kupang, Dorong Sekolah Katolik Unggul dan Inklusif

KUPANG, suluhdesa.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq, bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri acara Hari Studi dan Perayaan Ulang Tahun Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) ke-51 di Hotel Kristal, Rabu (17/12/2025). Kegiatan yang mengangkat tema “Ut Omnes Unum Sint, All Together Now: Mewujudkan Sekolah Unggul Katolik di Bumi Nusantara” berlangsung sejak 15-18 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Tujuan acara ini adalah konsolidasi, sinergi, serta penyyukuran atas perjalanan dan kontribusi MNPK dalam pengembangan pendidikan Katolik di Indonesia, serta evaluasi peranannya dalam menjawab tantangan pendidikan nasional dan global.

Dalam sambutannya, Wamendikdasmen menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan akan mencetak generasi unggul, cerdas, berkualitas, dan berkarakter. Ia juga mengapresiasi sejarah panjang pendidikan Katolik yang telah mencerdaskan bangsa sejak era kolonial, serta menegaskan dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan sekolah swasta sebagai tulang punggung sistem pendidikan nasional.

“Filosofi pendidikan Katolik adalah laboratorium untuk perjumpaan antar individu, generasi, iman, bangsa, dan peradaban. Ini sejalan dengan ungkapan Paus Leo XIV yang menyatakan pendidikan harus menciptakan individu yang inklusif, bertanggung jawab, dan empati,” ungkap Fajar Riza. Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk manusia holistik yang menjadi bagian dari masyarakat untuk membangun nusa dan bangsa.

Sementara itu, Gubernur NTT membawakan materi tentang “Kontribusi Sekolah Katolik Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di NTT”. Ia mendorong setiap sekolah mencetak lulusan mandiri dan bertanggung jawab, sejalan dengan visi NTT “maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berlanjutan”.

“Kata ‘cerdas’ dalam visi kita menegaskan bahwa pendidikan adalah faktor penting. Kita ingin menerapkan pendidikan berkualitas yang merata, partisipatif, dan tepat sasaran,” jelas Melki Laka Lena. Ia juga mengungkapkan upaya mendorong pendidikan vokasi unggulan berbasis potensi daerah dan program “One School One Product” (OSOP) untuk meningkatkan kemandirian dan kewirausahaan siswa.

“Konsep pendidikan di NTT diarahkan mencakup aspek intelektual, karakter, spiritual, sosial, dan kewirausahaan untuk membentuk peserta didik yang utuh,” tegasnya. Gubernur juga mengapresiasi kontribusi sekolah Katolik dalam pembentukan moral dan karakter siswa, yang ia rasakan sendiri selama bersekolah di sekolah Katolik.***

Pos terkait