Tentang Kami

oleh Sebar Tweet

SELAYANG PANDANG, suluhdesa.com – Media daring adalah suatu media berjaringan yang dimana berkoneksi internet serba ONLINE. Media daring / media online bagian dari komunikasi massa. 

Istilah Dan Pengertian Media Dalam Jaringan (Daring)

Dalam perkembangannya media daring/ media online di Indonesia, sangat berkembang begitu pesat, cepat, praktis dan banyak sekali pasca reformasi tahun 1998. Pasca Reformasi tahun 1998 seluruh media di buka krannya bahkan warga bisa menulis, melihat suatu informasi, komunikasi, dan informatika serta lainnya yang lebih cepat.

Apalagi dalam Demokrasi Indonesia, peran media online/media baru (new media) sangat bermanfaat, saling beriringan satu dengan lainnya, saling melengkapi untuk membangun demokrasi Indonesia yang dewasa.

Perjalanan media daring (dalam jaringan – online) di Indonesia sudah nyaris dua dekade . Dimulai dengan memindahkan konten cetak ke dunia maya dengan harapan memperluas jangkauan, media daring berkembang seiring munculnya gagasan untuk membuat breaking news ala daring.

Teknologi internet mendukung gagasan tersebut. Tidak seperti media cetak yang proses produksi konten dan reproduksinya butuh waktu, di ranah daring berita bisa diproduksi seketika.

Sementara, media daring juga harus bersaing kecepatan dengan media dan jejaring sosial. Saat para pengguna media sosial punya kanal untuk menyampaikan informasi kepada dunia, mereka bisa jadi sumber breaking news alternatif.

internet hanyalah salah satu platform atau panggung media. Apapun bentuk panggungnya, media tetap harus bekerja dengan prinsip jurnalisme. Proses verifikasi berita agar akurat menjadi jantungnya. “media yang tidak menerapkan jurnalisme, tidak bisa disebut sebagai pers”.

Jurnalisme atau kewartawanan, adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menerbitkan berita dalam surat kabar. Mungkinkah empat tahap mendasar dalam jurnalisme ini diterapkan di dunia daring?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, istilah digital journalism atau online journalism masih sering dipertukarkan. Untuk memperjelas rujukan yang digunakan, tengoklah tulisan profesor dari College of Social Sciences, Universitas Hawai, Kevin Kawamoto. Ia mengupasnya lewat buku kumpulan esai berjudul “Digital Journalism: Emerging Media and the Changing Horizons of Journalism” (2003).

Dia menyatakan bahwa digital journalism (jurnalisme digital) agak sulit didefinisikan. Supaya mudah, ia menggambarkan jurnalisme digital sebagai praktik jurnalisme dalam konteks yang baru. Jurnalisme sebagai aktivitas, sudah dikenal sejak zaman Julius Caesar berkuasa di Roma, sedangkan digital adalah konteks kekinian yang muncul seiring berkembangnya teknologi informasi.

Kawamoto pun mencoba merumuskan jurnalisme digital sebagai, “penggunaan teknologi digital untuk meneliti (menggali informasi), memproduksi, dan menyampaikan berita atau informasi kepada masyarakat yang semakin melek komputer”. Ini kompromi terbaiknya, untuk menangkap fungsi jurnalisme, sekaligus mengakui peranti mutakhir dalam pertukaran informasi oleh masyarakat.

Peranti dimaksud, telah memengaruhi bagaimana jurnalis dan organisasinya bekerja. Mulai dari bagaimana jurnalis atau pewarta mengumpulkan data tentang suatu peristiwa yang akan diberitakan, memindahkan informasi dari satu tempat ke tempat lain, menyusun alur cerita dalam artikel, hingga menyajikannya kepada pembaca, bahkan berinteraksi dengan mereka.

Meski begitu, Kawamoto tak menganggap definisinya sebagai yang terbaik. Ia justru menantang siapa saja untuk memperbaruinya sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang sangat pesat.

Lalu bagaimana dengan istilah jurnalisme daring? Internet sebagai teknologi yang menghubungkan orang-orang ke dalam jaringan (online), menurut Kawamoto, hanya salah satu penerapan jurnalisme digital. Cukup masuk akal, karena ia juga menyebut teknologi media digital lain yang tak harus daring.

Misalnya dokumen elektronik yang hanya sekali unduh, dan dapat dinikmati kapan saja tanpa harus tergantung pada koneksi internet. Atau, televisi digital yang sudah menggunakan teknologi suara dan gambar sesuai format digital yang digunakan kamera.

Istilah jurnalisme daring, mungkin lebih pas didudukkan dalam konteks pembahasan media yang hanya bisa diakses saat daring. Namun, kedua istilah bisa dipertukarkan penggunaannya. Selama, prinsip jurnalisme diterapkan media yang menyebarkan berita lewat platform apapun.

Tradisi jurnalisme di internet

Seorang profesor yang mengajar etika jurnalisme di University of Oklahoma, Amerika Serikat, David A. Craig, pernah menulis buku berjudul “Excellence in Online Journalism“. Ia menggarisbawahi pentingnya memahami elemen dalam jurnalisme daring yang baik.

Menurut Craig, elemen itu adalah keluasan dan kelengkapan (komprehensif), kecepatan dan akurasi, selalu terbuka untuk pemutakhiran, dan interaksi dengan pembaca. Patut dicatat, Craig tetap menempatkan kecepatan sebagai salah satu elemen, meski akurasi melekat di belakangnya. Ini sekaligus menjawab pertanyaan apakah prinsip umum jurnalisme dapat diterapkan di media daring.

Salah satu yang disarankan Craig –berdasarkan tulisan seorang ahli strategi komunikasi, Jeremy Porter– adalah mempraktikkan apa yang diistilahkan sebagai process journalism. Para jurnalis tidak perlu ragu membagikan informasi yang terverifikasi lewat media atau jejaring sosial layaknya breaking news, sebelum beritanya resmi diterbitkan.

Media Daring Suluh Desa/www.suluhdesa.com Hadir Membangun Bangsa Dari Desa

Dewasa ini dengan kemajuan teknologi yang amat canggih telah memberikan peluang besar bagi tumbuhnya media-media dalam jaringan (baca : Media Daring, Red). Menjamurnya berbagai media daring diantara media-media berita lainnya tidak serta merta menimbulkan persaingan untuk mendapatkan fakta dan data lapangan sebagai konten berita yang menarik,  tetapi media daring justru mampu menemukan sendiri kekayaan informasi dari lapangan kepada masyarakat atau penikmat berita.

Kemajuan peradaban pada multidimensi kehidupan secara holistik justru menambah kekayaan informasi yg perlu diketahui oleh khalayak ramai.  Hal inilah yang memberikan peluang besar bagi tumbuh berkembangnya media daring. Semakin banyak media justru semakin banyak isu yang dapat diangkat.

Meski demikian, kekayaan fakta-fakta lapangan yang dapat diangkat sebagai konten oleh media bukan berarti tidak menimbulkan persaingan antar media yang satu dengan media yang lain, termasuk media daring. Persaingan itu selalu nampak dan ditunjukkan dengan besarnya minat masyarakat yang mengaksesnya.

Dalam kaitannya dengan kehadiran media daring, masyarakat cenderung mengakses informasi atau muatan berita hanya pada media daring tertentu yang secara konsisten menyajikan konten-konten informasi unik,  menarik,  dan edukatif. Untuk itu diperlukan kemasan media yang memiliki kekhasan tersendiri untuk dapat eksis di tengah persaingan yang ada.

Media SULUH DESA (www.suluhdesa.com) sebagai media daring hadir dengan spirit baru melalui tagline “Membangun Bangsa Dari Desa” menjadi pembeda dengan media-media daring pada umumnya. Terdapat dua esensi mendasar yang sekaligus menjadi visi besarnya.

Arti “suluh” adalah sebagai alat atau barang yang digunakan untuk menerangi. Sedangkan tagline “Membangun Bangsa Dari Desa” memberikan makna bahwa Media suluhdesa.com atau www.suluhdesa.com mengemban misi untuk turut memajukan pembangunan dan peradaban desa lewat tulisan dan karya jurnalistik lainnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, media daring “SULUH DESA” melaksanakan misi sebagai penyedia informasi tentang berbagai isu-isu objektif baik nasional maupun lokal,  khususnya yang berkaitan dengan peristiwa, potensi dan permasalahan yang berada di desa, sekaligus menampung dan menyalurkan informasi-informasi edukatif kepada masyarakat desa dalam mendukung kemajuan desa.

Di sini terlihat jelas bahwa selain memperkenalkan desa kepada dunia, Media suluhdesa.com juga membawa pengalaman-pengalaman atau peristiwa global kepada desa atau terjadi tukar tambah informasi antara desa dan dunia luas.

Visi besar tersebut merupakan keunikan atau ciri yang membedakan Media suluhdesa.com dengan media-media berita pada umumnya. Visi ini sekaligus mendukung terobosan gagasan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang menempatkan desa sebagai teras Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terobosan besar membangun Bangsa melalui peningkatan pembangunan mulai dari tingkat desa perlu dikontrol, diawasi dan dipublikasikan secara konsisten dan continue agar gagasan besar tersebut tidak hanya habis pada tataran ide,  melainkan sampai pada implementasi yang akuntabel dan transparan. Pada titik inilah Media SULUH DESA (www.suluhdesa.com) hadir sebagai media berita yang menjawab semua kebutuhan itu.

Melalui visi besar serta ciri khas yang inovatif ini,  kita percaya bahwa Media SULUH DESA (www.suluhdesa.com) akan menjadi media yang terdepan dan paling diminati.

“Kini tiba waktunya di mana sebuah tulisan mampu merobek sekat ketabuan sakral bahkan mampu memporak-porandakan dunia”.

Kupang, 30/8/2019

Oleh: Frids W Lado (Pemimpin Redaksi Media SULUH DESA / www.suluhdesa.com) dan Bernadus Gapi,  S.E., M. Pd. (Redaktur Pelaksana).

================================================================

Media SULUH DESA lewat www.suluhdesa.com adalah portal yang melayani informasi/berita dengan mengutamakan akurasi, kecepatan serta ketepatan. 

Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sepekan, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Kami berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam meliput peristiwa daerah, nasional dan internasional. Selain hadir di layar komputer pribadi anda, Media suluhdesa.com ini juga bisa diakses melalui telepon seluler atau PDA. Kami menjadikan Media Suluh Desa / www.suluhdesa.com sebagai bagian dari upaya mencerdaskan bangsa melalui jurnalisme cerdas, tajam, berimbang dan profesional.