PMI NTT Hadir di Tengah Umat Stasi YMY Liliba, Dukung Perayaan Pekan Suci 2025 dengan Fasilitas Kesehatan

Kupang, Suluhdesa.com – Dalam semangat pengabdian dan cinta kasih yang nyata, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan komitmen kuatnya dalam pelayanan kemanusiaan.

Menyambut perayaan Pekan Suci 2025, PMI NTT hadir mendampingi umat di Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Kupang, dengan menyediakan fasilitas kesehatan untuk menunjang kelancaran ibadah.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PMI mengerahkan berbagai fasilitas dan tenaga medis yang akan beroperasi sejak tanggal 17 hingga 20 April 2025, bertepatan dengan rangkaian Tri Hari Suci, mulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah.

Adapun fasilitas yang disiapkan mencakup satu unit ambulans, satu unit tenda posko, tiga unit velbed, dan satu unit tandu. Kehadiran alat dan sarana ini disambut gembira oleh panitia dan umat, yang sejak jauh hari telah menyiapkan diri menyambut Paskah dengan semangat kebersamaan, namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan.

Bantuan tersebut merupakan tanggapan atas permohonan resmi dari panitia Paskah Stasi YMY, sebagaimana tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Panitia, Maria Rosalinda Uta Teku.

Dalam suratnya, panitia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas medis, mengingat banyaknya umat yang akan hadir dalam setiap rangkaian liturgi, serta kemungkinan terjadinya kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat dan tepat.

Dalam pelaksanaannya, PMI NTT menurunkan dua orang personel di bawah koordinasi Irman Ge Hamzah, Kepala Biro Umum dan Keuangan Markas PMI NTT.

Selain itu, pelayanan kesehatan diperkuat oleh kolaborasi dengan para tenaga medis lokal: perawat, bidan, dan dokter muda yang merupakan bagian dari umat Wilayah V dan juga tergabung dalam kepanitiaan.

Mereka melayani secara bergilir selama empat hari perayaan, menjadikan peran mereka tidak hanya sebagai profesional medis, tetapi juga sebagai pelayan umat.

Severinus Poso, S.Fil., M.Si, Sekretaris PMI Provinsi NTT, menjelaskan bahwa keterlibatan PMI dalam kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari misi PMI untuk hadir di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan—termasuk dalam momen-momen religius yang penuh makna.

“Kehadiran PMI di Stasi YMY bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata dari kesiapsiagaan kami. Kami membentuk posko darurat lengkap dengan ambulans dan tenaga medis sebagai bentuk sinergi dengan panitia Paskah. Harapannya, umat bisa merayakan Tri Hari Suci dengan damai dan aman,” ujar Severinus.

Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat dan dukungan penuh dari PMI.

Mereka menyebut keberadaan fasilitas kesehatan ini sangat membantu, terutama untuk melayani kebutuhan umat yang datang bersama keluarga, termasuk anak-anak dan para lansia.

Solidaritas yang terjalin antara PMI dan komunitas gereja di Stasi YMY menjadi contoh teladan bagaimana kerja sama lintas sektor dapat menghasilkan pelayanan yang menyentuh hati dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam suasana penuh sukacita Paskah, pelayanan ini menjadi wujud kasih yang hidup—bukan hanya lewat doa dan ibadah, tetapi juga lewat tindakan nyata untuk menjaga dan merawat sesama.

Pos terkait