Wilayah VII Juara Lomba BKSN 2025, Pastor Paroki Ajak Umat Terus Buka dan Baca Kitab Suci

Kupang, Suluhdesa.com – Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 tingkat Paroki Santa Familia Sikumana resmi ditutup pada Sabtu, 27 September 2025. Acara penutupan yang berlangsung di Sikumana, Kupang ini dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santa Familia Sikumana, Pater Sebastianus Wadjang, SVD, dengan mengusung tema “Allah Sumber Pembaru Relasi Hidup.”

Dalam sambutannya, Pastor Sebast menekankan bahwa meskipun kegiatan BKSN yang telah melibatkan umat selama sebulan penuh ini berakhir, tujuan utamanya bukanlah semata-mata perlombaan dan pertandingan. “Tujuan utama dari kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional adalah supaya umat semakin mengenal dan mencintai Kitab Suci. Karena barangsiapa tidak mengenal dan mencintai Kitab Suci berarti dia tidak mengenal Kristus,” tegasnya. Beliau menghimbau agar Kitab Suci terus dibuka dan dibaca sebagai proses untuk mengenal dan menyayangi Kristus.

Bacaan Lainnya

Pastor asal Manggarai itu juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Panitia Wilayah I yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Mengutip pesan Mahatma Gandhi, “Jika engkau ingin tahu hasilnya, maka haruslah engkau mencoba. Wilayah I telah mencoba dan mereka berhasil,” ujarnya. Lebih lanjut, Pastor Sebast mengungkapkan bahwa salah satu output dari kegiatan perlombaan ini adalah untuk mendapatkan petugas-petugas liturgi yang permanen. Bidang Liturgi akan menginput nama para juara I, II, dan III dari berbagai kategori untuk menjadi petugas liturgi permanen.

Panitia Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2025 dipercayakan kepada Wilayah I, yang terdiri dari umat KUB Sta. Theresia dari Kalkuta, Santo Isodorus, Santo Vinsensius, dan KUB Sta. Ursula. Berbagai kegiatan telah sukses dilaksanakan, meliputi lomba lektor (kategori Anak, Remaja, OMK, Dewasa), lomba menyanyikan mazmur tanggapan (kategori Anak, Remaja, OMK, Dewasa), lomba tutur Kitab Suci (kategori Anak dan Remaja), lomba kuis Kitab Suci (kategori Anak, Remaja, dan Keluarga), serta lomba menyusun dan membawakan renungan (kategori OMK dan Dewasa). Selain itu, turut digelar lomba non-Kitab Suci seperti tarik tambang putra antar wilayah, bakikak antar wilayah (anak dan dewasa), serta pertandingan bola voli putra dan putri antar sebelas wilayah di paroki tersebut.

Panitia Perdana Ibarat Membuka “Jalan Baru”

Aloysius Sanggu Doa, dalam laporannya, menyampaikan bahwa Wilayah I adalah panitia BKSN perdana yang dipercayakan oleh Dewan Pastoral Paroki. “Ini panitia BKSN Perdana, jadi kami sadar ada banyak kekurangannya. Kami Panitia Perdana ini ibarat membuat jalan baru. Kami harus tebas berbagai semak, onak dan duri. Harus tabrak batu dan jurang untuk bisa merintis jalan baru itu. Akhirnya jalan baru itu berhasil kami retas,” ungkapnya. Ia berharap, ke depan, jalan yang telah dirintis ini dapat terus ditingkatkan statusnya oleh wilayah-wilayah lain yang akan menjadi panitia BKSN berikutnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Yohanes R. Dekresano, Penasihat Dewan Pastoral Paroki, dan Bapak Germanus Attawuwur, Koordinator Bidang Pewartaan DPP Santa Familia, atas bimbingan yang diberikan.

Gagasan Sudah Dibumikan

Germanus Attawuwur, Koordinator Bidang Pewartaan Dewan Pastoral Paroki Santa Familia, menyatakan kebahagiaannya atas terwujudnya ide agar BKSN langsung ditangani oleh panitia di wilayah-wilayah, sebagaimana panitia Natal dan Paskah. “Gagasan sudah dibumikan, saatnya bukan lagi Sie Pewartaan yang mengurus Perlombaan BKSN tetapi umat di wilayah,” katanya. Ia percaya bahwa dengan keterlibatan umat di wilayah sebagai panitia, diskusi dan cerita tentang Kitab Suci akan terus berlangsung bahkan di luar bulan September, sehingga tujuan utama untuk mengenal dan mencintai Kitab Suci dapat tercapai. Ia juga memberikan apresiasi kepada Panitia Wilayah I yang dikomandani oleh Bapak Joao Pareira dan koordinator perlombaan Bapak Aloyisius Sanggu Doa atas keberhasilan mereka.

Sementara itu, Nindy Kromen, Juara I Lomba Lektor tingkat Remaja yang mewakili Wilayah I, mengungkapkan rasa bangga dan puasnya. “Saya mendapatkan juara ini bukan semata-mata karena kehebatan saya, tetapi oleh karena campur tangan Tuhan,” ujarnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Tuhan atas bimbingan dan penyertaannya, serta kepada kakaknya yang telah membimbing dan melatihnya. Nindy menyatakan kesiapannya untuk menjadi lektor di tingkat paroki ke depan.**

Pos terkait