Mukerprov PMI NTT Dibuka dengan Doa untuk Korban Bencana Sumatera, Dorong Kolaborasi Pentaheliks 

Kupang, suluhdesa.com – Mengawali sambutannya dalam pembukaan Acara Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Alfred Bria Seran, M.Si., mengajak seluruh peserta untuk menundukkan kepala mendoakan korban bencana di wilayah Kepulauan Sumatera.

Dalam pidatonya, Alfred menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2018, seluruh jajaran PMI dari provinsi hingga daerah harus berkolaborasi dalam jejaring pentaheliks. Tujuannya adalah mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT demi menciptakan masyarakat yang sehat dan cerdas.

Bacaan Lainnya

Ia juga merinci berbagai capaian PMI NTT, antara lain di Flores Timur yang terkena erupsi Gunung Lewotobi, di mana PMI telah membantu penyediaan air bersih melalui program perpipaan yang kini dinikmati oleh korban bencana. Selain itu, ada program Elektra di 7 sekolah di Kabupaten Manggarai dan pelatihan jurnalis warga untuk memitigasi bencana (baca : https://suluhdesa.com/pmi-ntt-nilai-ketangguhan-tujuh-desa-di-manggarai-dalam-program-electra/).

“PMI NTT belum memiliki unit usaha untuk mendapatkan profit, sehingga selalu bergantung pada dukungan dana hibah. Kami berharap Gubernur, Bupati, dan Walikota agar PMI tidak terus tergantung pada hibah semacam itu,” ujar Alfred.

Ia menambahkan bahwa saat ini PMI NTT hanya memiliki 4 unit tangki air, yang tidak cukup untuk melayani seluruh kabupaten dan kota di NTT. Oleh karena itu, dia meminta tambahan tangki air dari PMI Pusat dengan rincian kebutuhan: 2 di Pulau Flores, 2 di Kepulauan Timor, 1 di Lembata, 1 di Kabupaten Alor, 1 di Rote, dan 1 di Sabu – total 8 tangki air. Selain itu, PMI NTT juga berharap mendapatkan tambahan 4 mobil tangki lagi, mengingat saat ini hanya ada 4 unit.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah NTT, Drs. Kanisius H. M. Mau, M.Si, sekaligus Kepala Dinas Sosial NTT, yang mewakili Gubernur NTT, Melki Lakalena dalam sambutannya menyampaikan bahwa PMI adalah sumber kasih untuk sesama sesuai dengan marsnya. Ia mengimbau agar PMI terus berupaya memberikan pelayanan kasih kepada seluruh lapisan masyarakat di NTT yang membutuhkan, serta memperkuat kerja sama kolaboratif dengan seluruh stakeholder.**

Pos terkait