RESENSI, Suluhdesa.com – Buku Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris hadir sebagai catatan awal yang kaya makna atas perjalanan kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma—atau yang akrab dikenal sebagai Melki-Johni—dalam 100 hari pertama mereka memimpin Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terbit pada 2025 oleh CV Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia, buku ini merupakan buah karya kolaborasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT yang secara langsung terlibat dalam proses pembangunan daerah.
Menelusuri Jejak di Bumi Flobamorata
Melalui 22 kabupaten dan kota, perjalanan kerja lapangan Melki-Johni dibingkai dalam narasi yang kaya dengan pengalaman dan catatan reflektif. Buku ini menyajikan gambaran tentang bagaimana kepemimpinan baru tersebut menata langkah awal dengan merancang Program Quick Wins—serangkaian kebijakan strategis untuk mempercepat perubahan nyata di berbagai sektor.
Sejumlah program prioritas menjadi fokus utama, antara lain penguatan pos pelayanan terpadu (posyandu) yang menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat desa; pengembangan One Village One Product (OVOP) sebagai strategi pemberdayaan ekonomi lokal; serta Gerakan Beli NTT yang mengajak masyarakat mencintai dan mengonsumsi produk-produk daerah demi membangkitkan roda ekonomi lokal.
Pendidikan pun tidak luput dari perhatian, dengan pendampingan bagi siswa yang ingin menembus perguruan tinggi kedinasan dan kampus unggulan, sekaligus pengoptimalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan reformasi birokrasi yang ditargetkan memperbaiki layanan publik.
Kekuatan Narasi dan Suara dari Dalam
Kelebihan buku ini adalah kehadiran suara-suara dari dalam birokrasi, yang selama ini jarang terdengar. Ditulis langsung oleh para ASN yang sehari-hari menjalankan roda pemerintahan, buku ini menawarkan narasi yang hidup dan sarat pengalaman. Kisah-kisah lapangan dipadukan dengan esai-esai reflektif yang tidak hanya berbicara soal program, melainkan juga menggali makna kepemimpinan yang melayani dan berpihak pada rakyat.
Selain itu, buku ini juga menampilkan perspektif multidimensional, menyajikan berbagai aspek pembangunan mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi kreatif, gender, hingga reformasi birokrasi. Beberapa bagian bahkan mengandung sentuhan humanis dan puitis, terutama dalam tulisan tentang peran generasi muda dan perempuan, yang menyuntikkan inspirasi dan optimisme.
Di sisi lain, buku ini juga membuktikan bahwa ASN tidak sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan mampu berkontribusi dalam dunia literasi dan refleksi kebijakan, mendorong budaya menulis yang bernas di kalangan birokrat.
Kritik yang Membangun
Meski demikian, buku ini tidak lepas dari beberapa kekurangan. Penyuntingan yang kurang merata terasa dalam gaya penulisan yang bervariasi, baik dari segi ejaan, struktur, maupun kedalaman analisis, yang mungkin wajar mengingat keragaman latar belakang para penulis.
Selain itu, minimnya infografis atau visual pendukung—seperti peta perjalanan dan grafik capaian—membuat beberapa bagian terasa kurang menarik dan kurang memperkuat pesan yang disampaikan. Terlebih lagi, buku ini cenderung menampilkan narasi kualitatif tanpa data kuantitatif atau statistik yang bisa menguatkan kredibilitas capaian program.
Pesan Moral dan Harapan
Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata menyuguhkan pesan moral kuat: bahwa perubahan besar selalu dimulai dari niat yang teguh dan konsistensi langkah kecil yang dilakukan bersama. Kepemimpinan yang berpihak pada rakyat harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi langsung, dan melibatkan sebanyak mungkin pihak dalam pembangunan.
Lebih jauh, buku ini menggambarkan betapa mimpi besar daerah seperti NTT bisa dirajut menjadi kenyataan dengan benang kolaborasi, kerja keras, dan kecintaan pada tanah kelahiran. Semangat itu meresap dalam setiap halaman, memberi warna baru bagi wajah birokrasi yang selama ini dianggap kaku dan jauh dari rakyat.
Untuk Siapa Buku Ini?
Buku ini sangat direkomendasikan bagi:
-
Aparatur Sipil Negara dan pemangku kebijakan yang ingin memahami dinamika dan tantangan pembangunan daerah dari perspektif internal birokrasi.
-
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, dan Pembangunan yang membutuhkan referensi otentik terkait implementasi kebijakan di daerah.
-
Aktivis pembangunan lokal yang aktif berperan dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
-
Warga NTT maupun diaspora yang ingin mengikuti dan memahami arah baru pembangunan daerah mereka.
Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris bukan sekadar laporan kinerja. Ia adalah mosaik narasi yang merefleksikan semangat baru dalam birokrasi dan pelayanan publik, sebuah awal perjalanan yang sarat harapan. (/gbm*)
