Nagekeo, suluhdesa.com – Bencana banjir bandang yang melanda Desa Sawu dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT pada Senin (08/09/2025) malam telah memicu kepedulian dari berbagai pihak. Banjir ini tercatat sebagai yang terparah sejak Kabupaten Nagekeo berdiri pada tahun 2007. Data terbaru menunjukkan 4 korban meninggal dunia dan 3 masih dalam pencarian, menyebabkan pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana di tingkat daerah, provinsi, dan nasional.
Bantuan terus berdatangan, disalurkan langsung ke posko penanganan bencana di Paroki Wolosambi dan Kantor Kecamatan Mauponggo. Di antara para pemberi bantuan, CV. Gracela dan Institut Nasional Flores (INF) di Mbay, Kabupaten Nagekeo, turut serta memberikan uluran tangan.
Kristoforus Meo, pimpinan CV. Gracela, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud empati terhadap warga terdampak. “Atas duka yang menimpa saudara-saudari kita, kami terpanggil untuk memberikan bantuan berupa sembako,” ujarnya.
Sang pemilik kuda Hoga Sawu ini menambahkan, bahwa dirinya merasakan duka mendalam akibat bencana ini. “Saya berharap bantuan ini dapat membangkitkan semangat keluarga saya di tengah kondisi sulit yang kami alami sejak Senin,” katanya.
Rektor INF, Dr. Yohanes Freadyanus Kasi, M.Pd, menjelaskan bahwa civitas akademika INF telah berkontribusi sejak Selasa (09/09/2025). “Mahasiswa/i BEM INF yang tergabung dalam relawan telah diterjunkan ke lokasi bencana dengan membawa bantuan tahap pertama ke dapur umum. Sebanyak 30 relawan INF, dengan bantuan TNI, mendirikan posko dan membantu mencari korban, sementara relawan perempuan membantu memasak di dapur umum,” jelasnya.
Pada hari Senin (15/09/2025), CV. Gracela dan INF mengirimkan bantuan berupa beras, telur ayam, air mineral, mie instan, bumbu masak, dan kayu api. “Kami dari INF tulus berkontribusi langsung kepada masyarakat yang mengalami kesulitan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup para korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari selama masa pemulihan,” ungkap Dr. Eddi. Ia juga menambahkan bahwa salah satu korban yang rumahnya hanyut adalah mahasiswa semester 3 program studi peternakan INF.
Mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi, Dr. Eddi mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi banjir dan longsor. “Langkah siaga bencana sangat penting untuk menyelamatkan diri dan keluarga,” pungkasnya.**





