Angin Kencang Tiba-tiba Terjang Kelurahan Belo Kupang, Tiga Rumah Rata Tanah dan Ada Korban Luka-luka 

Kupang, suluhdesa.com-Angin kencang dengan gemuruh mirip kejadian Siklon Seroja datang tiba-tiba pada sekitar pukul 12.19 WITA, saat sebagian besar warga Kelurahan Belo, RT 02 sedang dalam keadaan tidur nyenyak. Bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan pada banyak bangunan, termasuk rumah warga, tempat usaha, dan sebuah gereja.

Sebanyak tiga bangunan rumah rata dengan tanah, sementara tempat usaha milik Laurensius Siki berukuran 4×6 meter juga mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah. Gereja Kristen Yegar Sahaduta pun tak luput dari dampaknya, atap dan plafon sebagian besar terbawa angin serta temboknya mengalami retakan.

Ada dua korban yang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit. Olpi Tameon, istri Laurensius Siki, mengalami luka pada bagian lutut, kepala, dan bahu setelah tertimpa reruntuhan seng dan kayu dari tempat usahanya, saat ini juga sedang dalam penanganan medis puskesmas sikumana. Selain itu, Stefanus Kase, seorang tukang yang bekerja di rumah milik Roi Tusi, mengalami luka potong di leher akibat seng yang jatuh saat ia sedang tidur. Stefanus saat ini mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Boromeus.

Istri Gusti Doa, salah satu warga yang menyaksikan kejadian, mengungkapkan bahwa saat angin datang ia tengah mengurus anaknya yang masih bayi. “Anginnya datang dengan sangat cepat dan suara gemuruhnya sangat keras, seperti kejadian Seroja dulu,” ujarnya.

Sejak pagi sekitar pukul 06.00 WITA, warga secara gotong royong telah membantu para korban dan mulai memperbaiki bangunan yang rusak, termasuk gereja. Petugas dari BPBD Kota Kupang yang diwakili oleh Rian Djoupari dan Suyandri Djami, saat ini sedang mendata rumah korabn. Lurah Belo, Babinsa Belo, serta Camat Maulafa dan tim dari BPBD NTT juga telah datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisi dan melakukan pendataan kerusakan.

Selain kasus yang telah disebutkan, masih banyak warga lainnya yang rumahnya mengalami kerusakan, antara lain:

1. Noh Nabunome: Atap rumah seluruhnya terbawa angin dan rumah dalam kondisi miring.
2. Etung Juma: Atap dapur berukuran 5×6 meter terbawa angin.
3. Gosti Doa: Garasi rusak dan paku atap rumah tercabut.
4. Stefanus Mite: Atap ruang tengah dan dapur terbawa angin.
5. Petrus Demon Sili: Atap rumah seluruhnya terbawa angin.
6. Jefri Mesak: Atap teras samping terbawa angin.
7. Firmus Sayang: Atap lantai dua bagian belakang terbawa angin.
8. Alosius Tibo: Dapur rumah tertimpa pohon faloak.
9. Primus Kila: Atap belakang rumah bagian seng terangkat.
10. Benyamin Selan: Atap rumah depan terbawa angin dan dapur rata dengan tanah.
11. Silvester Seto: Atap kamar belakang terbawa angin.
12. Ludiwina Pakae: Rumah utuh terbawa angin, namun ia dan kedua anaknya dalam kondisi aman. Anaknya sempat terbawa bersama rumah tetapi ditemukan selamat. Suaminya saat ini merantau di Kalimantan.
13. Martin Nikolas Hue: Atap rumah belakang terbawa angin.
14. Jemi Liu Kae: Atap kamar belakang dan dapur bagian seng terbawa angin.
15. Melkianus Hina Lede: Rumah utuh terbawa angin.
16. Ibrahim Beis: Rumah utuh terbawa angin.
17. Antonius Manu dan Bois Manu: Atap rumah terbawa angin dan rumah rusak berat.
18. Oyang Naiusap: Atap rumah terbawa angin.
19. David Tule: Atap seng rumah terbawa angin.
20. Bernadeta Muti: Atap rumah tertimpa pohon dan sebagian atap bagian belakang rusak.
22. Andre Reteuf: Atap rumah rusak.
23. Albinus Sakan: Atap rumah samping dan dapur terbawa angin.
24. Andri Teuf: Atap rumah terbawa angin.

Berdasarkan pantauan media ini, sudah dukali terjadi peristiwa serupa di kota Kupang. Sebelumnya terjadi di kelurahan Manutapen dan fatuveto, kota Kupang.

Warga setempat disarankan agar terus waspada dan selalu mengupdate informasi perkiraan cuaca dari BMKG.**

Pos terkait