oleh

Epy Embu Agapitus, Purnawirawan TNI AU yang Kini Bermusik

SOSOK, suluhdesa.com | Hidup Butuh Keseimbangan. Demikian sepenggal kalimat yang diungkapkan sosok figur inspiratif, Epy Embu Agapitus, sang Purnawirawan TNI Angkatan Udara.

Saat dijumpai Media SULUH DESA, Sabtu (11/09/2021) Pukul 19.00 WITA, di Micro Vila Bimopu, Lasiana, Kota Kupang, ia mengungkapkan beberapa penggalan kisah hidupnya.

Senja yang mulai merambat ke lautan malam, seperti tabir hitam yang menyelubungi bumi, namun tidak memengaruhi obrolan penuh makna ini.

BACA JUGA: 

Pater Chris Surinono Diangkat Jadi Wakil Pimpinan OCD Dunia dan Tinggal di Roma

Dokter Cantik Ini Jadi Pemantik di Kelas Inspirasi AW

Ragam Profesi Isi Kelas Inspirasi Yayasan Arnoldus Wea

Setelah 35 tahun mengabdikan diri sebagai prajurit dari Korps Komando Pasukan Khas TNI AU yang telah malang melintang di berbagai misi Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia (Peacekeeping Operation/ PKO) di berbagai negara berkonflik, kini dia hadir ditengah keluarga melepaskan segala hiruk pikuk rutinitas kedinasan.

Dia ingin membagi waktu secara adil antara masa kerja dan masa bersama istri dan anak-anak tercinta, sanak saudara, serta kerabat.

“Saat ini saya ingin bersama keluarga karena selama 35 tahun bertugas, saya sering meninggalkan keluarga,” ungkap Marsekal bintang satu ini yang sempat menjadi anggota UNOMIG pada misi PKO di Georgia tahun 1996-1997.

Tanggal 1 April 2021, Bung Epy masuk masa purna bhakti. Aktivitas di dunia musik terus menjadi salah satu pilihan mengisi waktu senggang.

“Saya sejak masih berdinas di TNI terus mempromosikan pariwisata NTT melalui lagu-lagu yang saya ciptakan dan produksi sendiri. Lagu-lagu ciptaan saya sudah sekitar 40-an judul. Lagu-lagu saya lebih bernuansa promosi pariwisata, ajakan peduli lingkungan, dan pesan moral. Lagu terbaru saya berjudul Wolobobo,” papar Veteran RI dan Veteran of the United Nations, yang juga merupakan ayah dari tiga putri cantik, dr Katarina Maria Embula, Dokter Muda Stephanie Maria Embula, dan Georgia Maria Embula, S. Hub.Int.

Bersama Istri tercinta Selfiana Gratia Nuwa Veto, dia telah sukses menghantar ketiga putri mereka hidup mandiri. Salah satu momen yang membahagiakan adalah ketika anak Georgia Maria Embula menyelesaikan program studi Hubungan Internasional, Binus University, Jakarta.

Kini sang veteran ini juga mengisi waktu luang mengunjungi sanak keluarga dan kerabat yang tersebar di seluruh wilayah NTT sambil berbagi pengalaman khususnya pengalaman internasional yang penuh motivasi.

“Walaupun saya sudah menjadi seorang Purnawirawan TNI, saya akan terus berkarya. Motto universal yang saya pegang adalah “soldiers never die, just fade away”, artinya prajurit tidak pernah mati namun seiring berjalannya waktu akan meredup,” ucap dia sambil menatap jauh.

Epy Embu Agapitus

Pria ramah dan sederhana ini lahir di Ende, 16 Maret 1963. Sejumlah tugas telah ia emban. Di antaranya adalah Komandan Batalion 465 Paskhas yang berkedudukan di Pangkaan Udara Halim Perdanakususma Jakarta, Komandan Kesatuan Protokol Denma Mabes TNI, Wakil Komandan Denma Mabes TNI, Asisten Personel Korps Pasukan Khas, Kasubdit Bimkemilsik Mabesau, Direktur Latihan PMPP TNI, Komandan Latihan Kontingen Garuda untuk Misi Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia, Kasubdit Asis Pasifik, Kasubdit Amerika Eropa Afrika, Direktorat Analisis Strategis Ditjen Strahankemhan, Kepala Bidang Kerja sama, Sekretaris Badan Instalasi Strategis Nasional Kemham RI.

Dari berbagai pengalaman jabatan dan segudang pengabdian serta prestasi di berbagai daerah operasi baik di dalam maupun di luar negeri menjadi pertimbangan khusus Dewan Jabatan dan Kepangkatan Perwira Tinggi TNI untuk mengangkat putra daerah kelahiran Ende, Flores, ini menjadi Perwira Tinggi TNI.

Alumni SMAK Syuradikara Ende tahun 1981 dan alumni Undana 1985 ini adalah anggota Korps Komando Pasukan Khas TNI AU pertama asal NTT yang menduduki jabatan perwira tinggi TNI Korps Pasukan Khas (Korpaskhas).

Pada era tahun 1960-an Korpaskhas dikenal dengan sebutan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) dan era tahun 1080-an dikenal dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).

PGT, Kopasgat atau Kospaskhas bersama dengan satuan-satuan elit TNI lainnya andil dalam berbagai operasi di dalam negeri, seperti Trikora, Dwikora, Seroja dan lain-lain.

Sedangkan operasi luar negeri, adalah operasi pemeliharaan perdamaian dunia di berbagai wilayah konflik di bawah bendera United Nations (PBB) maupun di bawah bendera Organization of Islamic Cooperation (OIC). Kolonel Pas Embu Agapitus direncanakan akan dilantik menjadi Kepala Staf Gernisum Tetap II/Bandung dalam waktu dekat.

Tahun 2018 silam, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP mengangkat Kolonel Pas Drs. Embu Agapitus, M.Si (Han) menjadi Kepala Staf Garnisum Tetap II yang berkedudukan di Bandung, Jawa Barat.

Pengangkatan itu melalui mekanisme Dewan Jabatan dan Kepangkatan Perwira Tinggi (Wanjakti).

Pemusik ini pernah menerima Tanda Kehormatan Veteran RI dan Veteran Operasi Pemeliharaan Dunia serta beberapa bintang jasa dan berbagai tanda kehormatan lain.

Dirinya juga pernah menjabat beberapa posisi penting di jajaran Korps Komando Pasukan Khas Mabes TNI AU, Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan RI.

“Walaupun saya sudah menjadi seorang Purnawirawan TNI, saya akan terus berkarya. Motto universal yang saya pegang adalah soldiers never die, just fade away, artinya prajurit tidak pernah mati namun seiring berjalannya waktu akan meredup. (Andre Goru/Andre Goru)

DomaiNesia

Komentar

News Feed