oleh

Warga Dusun Namfalus di Malaka Tolak Pembangunan Posyandu

MALAKA, suluhdesa.com | Masyarakat Dusun Namfalus, Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  menolak pembangunan Posyandu di atas lahan milik Ita Mau.

Alasan penolakan warga Dusun Namfalus ini lantaran pada tahun 2018 sudah menurunkan material namun material tersebut diangkut kembali dan diover ke Dusun Raimetan B.

Berdasarkan pengakuan salah satu warga Dusun Namfalus, Siprianus Leto kepada media ini pada hari Rabu (08/09/2021) sore mengatakan bahwa saat itu pemilik lahan menolak karena beralasan tidak ada anggaran.

Namun, kata Siprianus Leto, pada tahun 2021 material diturunkan lagi dan masyarakat dusun melakukan penolakan karena persoalan lahan.

“Karena awalnya pemilik lahan sudah tolak jadi sekarang kami yang tolak bangun di lahan ini (lahan milik Ita Mau), tapi kami sudah siap lahan lain untuk dibangun,” katanya.

BACA JUGA:

Kader Posyandu Desa Kakaniuk Sosialisasi Manfaat Tanam Kelor

Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS Gelar Posyandu di Perbatasan

Kecamatan Wolowaru Gelar Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Antar Desa/Kelurahan

Siprianus kesal dengan tindakan aparat desa yang melaporkan warganya ke Polsek setempat lantaran Edihardus Hale dan kawan-kawan melakukan aksi penolakan pembangunan Posyandu.

Edihardus dan kawan-kawan dipanggil kepolisian setempat terkait laporan dari para aparat Desa Rainawe dan pihaknya memenuhi panggilan pada saat itu.

Parahnya lagi, lanjut cerita Siprianus, pembangunan gedung Posyandu yang waktu itu diover ke Dusun Raimetan A, saat ini telah disegel pemilik lahan atas nama Stefanus Bere Mali, sudah hampir setahun tidak beroperasi.

Alasan penyegelan gedung Posyandu oleh Fanus, karena sebelum Pilkada Malaka 2020, kakaknya sebagai Kader Posyandu namun karena waktu itu kakaknya lawan politik, akhirnya diberhentikan.

Sehingga ucap Siprianus, Posyandu tersebut disegel.

Hal senada disampaikan Titus Bere, terkait pembangunan Posyandu itu ditolak oleh mereka karena alasan yang telah dibeberkan oleh Siprianus.

“Kami tolak karena dulu sudah kasih turun material, tapi pemilik lahan tolak karena bilang tidak ada anggaran. Kenapa sekarang dibangun di situ lagi?,” tanya Titus Bere.

Sekarang saja, imbuh Titus, Ibu (Almarhumah) dari Ita Mau (pemilik lahan) waktu itu melarang adanya aktivitas Posyandu di rumahnya, sehingga lokasinya dipindahkan ke rumah milik Anggota BPD atas nama Lorensius Seran Mali, hingga sekarang.

“Atas dasar alasan ini yang kami tolak,” tandasnya.

Terpisah, Penjabat Kepala Desa Rainawe Fransiskus Teti Nahak, S.P, saat dikonfirmasi media ini lewat telepon pada Rabu (08/09/2021) malam untuk menanyakan aksi penolakan dan keluhan warga, dirinya mengatakan akan melakukan mediasi.

“Iya nanti kita mediasikan, intinya pembangunan inikan untuk melancarkan proses pelayanan kepada masyarakat,” jawabnya.

Terkait penyegelan Posyandu di Dusun Raimetan A, Frans Teti mengatakan dirinya belum mengetahui dan akan segera mengecek ke lokasi.

“Saya belum tau, saya akan cek nanti,” tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini pembangunan Posyandu di Dusun Namfalus sementara berjalan dan sudah mencapai kurang lebih 30 persen, tanpa ada papan informasi.

Namun Frans Teti menjelaskan bahwa belum ada papan informasi karena baru saja hendak dibangun. (fecos/fecos)

DomaiNesia

Komentar

News Feed