oleh

Pemuda Perantau Inerie di Jakarta Bantu Korban Banjir di Malapedho

JAKARTA, suluhdesa.com | Pasca bencana banjir bandang yang menimpa Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (03/09/2021) lalu, yang menewaskan tiga orang (satu di antaranya hilang), dan mengakibatkan lima rumah warga hancur, tetap membuat banyak pihak mengulurkan bantuan kepada para korban sebagai bentuk empati.

Kali ini para pemuda perantau asal Kecamatan Inerie yang kini berada di Jakarta menggalang dana secara spontan. Penggalangan dana tersebut ternyata tidak saja datang dari masyarakat Inerie di Jakarta, namun juga berasal dari para perantau asal Ende, Maumere, dan lain-lain yang berdomisili di sekitar Jabodetabek.

Hal ini disampaikan oleh penggagas penggalangan dana untuk para korban bencana banjir di Malapedho, Emanuel Lae, saat dihubungi Media SULUH DESA, Selasa (14/09/2021) Pukul 08.00 WITA.

Emanuel Lae yang berdomisili di Tanjung Priuk, Jakarta Utara ini, menuturkan bahwa, penggalangan dana ini dilakukan sebagai bentuk duka dan empati mereka kepada para korban.

BACA JUGA:

Terjadi Banjir Bandang di Inerie, Bongkahan Es Jatuh Dari Langit

Pemuda Pelajar Inerie Galang Dana untuk Korban Banjir di Malapedho

BPBD NTT Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Inerie

Gregorius Tuga (atas) dan keluarga Eman Lae (bawah)

“Korban semua di Malapedho itu keluarga. Jadi saya bersama teman-teman seperti Gregorius Tuga, Stefy Wea dan rekan-rekan muda yang lainnya berdiskusi mengenai langkah bantuan apa yang dapat kita berikan kepada para korban tersebut. Akhirnya dari diskusi tersebut kita sebarkan di WhatsApp Group Inerie. Puji Tuhan ternyata banyak yang menyumbang. Teman-teman itu yang bersama saya adalah anak-anak muda para perantau asal Desa Inerie, Desa Sebowuli, dan desa-desa lain di Kecamatan Inerie. Ada juga para donatur yang merupakan perantau asal Ende, Maumere, Lembata, Manggarai, Nagekeo, dan lain-lain,” tutur karyawan swasta ini.

Menurut Eman, dana yang terkumpul sebesar Rp 31.170.000.

“Kita transfer kemarin, Senin (13/09/2021) lewat Bank Danamon ke Rekening Peduli Banjir Malapedho. Namun karena ada kesalahan teknis, hari ini, Selasa (14/09/2021) kita baru berhasil mentransfer uang tersebut untuk para korban,” ungkap dia.

Eman Lae berharap kepada para pengelola Rekening Peduli Banjir Malapedho untuk menyerahkan uang tersebut kepada para korban, dan tidak boleh disalahgunakan.

“Itu uang walaupun sedikit, tetapi merupakan pemberian dari semua pihak yang peduli dengan para korban. Semoga uang yang kami kirimkan dapat membantu para korban,” kata dia.

Dirinya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengulurkan bantuan kepada warga Malapedho, Desa Inerie, yang terkena dampak banjir.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda Ngada, TNI, Polri, dan semua relawan yang telah turun membantu warga Malapedho saat bencana. Kita juga minta supaya pemerintah dapat mengambil langkah serius pasca bencana ini terutama melakukan penyembuhan terhadap psikis yang sedang mereka alami. Trauma healing itu penting le,” pintanya.

Para perantau asal Inerie di Jakarta

Hal senada disampaikan oleh salah satu Tokoh Muda Malapedho di Jakarta yakni Gregorius Tuga yang bersama-sama Eman Lae melakukan penggalangan dana.

Gregorius Tuga yang dihubungi terpisah, Selasa (14/09/2021) Pukul 09.00 WITA, menceritakan bahwa sumbangan untuk para korban banjir Malapedho itu dilakukan secara spontan.

“Semuanya spontan oleh para pemuda perantau asal Inerie. Kita diskusikan di Grup WA akhirnya terkumpul Rp 31.170.000. Ada juga rekan-rekan yang bantu sebarkan makanya teman-teman dari Foa, Aimere, bahkan dari kabupaten lain di NTT yang ada di Jakarta turut menyumbang. Saya mengucapkan terima kasih kepada kalian semua. Walaupun kita berada di tanah rantau namun rasa persaudaraan dan kekeluargaan tidak hilang,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Goris ini juga mengharapkan supaya bantuan yang telah dikirimkan ke Rekening Peduli Banjir Malapedho dapat disalurkan untuk para korban bencana banjir.

“Kepada semua keluarga, saudara-saudara, di Malapedho jangan terlalu larut dalam kesedihan. Mari kita jadikan ini sebagai ujian. Bersama-sama kita bangkit dan tetap kuat menghadapi segala situasi yang kita alami. Kita selalu mendoakan,” tutupnya. (idus/idus)

DomaiNesia

Komentar

News Feed