oleh

Mahasiswa Ini Wisuda S1 Tanpa Skripsi

BALI, suluhdesa.com | Sugeng Santoso, salah satu mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Buleleng, Bali, menyelesaikan S1 tanpa menyusun skripsi dan telah diwisuda pada Jumat (27/08/2021) lalu.

Diberlakukannya surat edaran (SE) No.1207/UN48.1/DL/2020 Tentang Karya Akhir Mahasiswa, Masa Studi, dan Perkuliahan Daring, di Universitas Pendidikan Ganesha, membuat ada peluang bagi Sugeng untuk menyelesai studi dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan melalui publikasi jurnal Sinta 2.

“Saya sudah beberapa kali mangajukan judul, namun terus ditolak. Itu membuat saya malas membuat skripsi. Untungnya dosen pembimbing saya mengabari bahwa ada program ekuvalensi skripsi di kampus,” ujarnya melansir tabananbali.pikiran-rakyat.com, Selasa (14/09/2021).

BACA JUGA:

Dukung Pembangunan Desa, Mahasiswa Watololong Gelar Diskusi

Mahasiswa Kota Komba Kupang Gelar MPAB Secara Virtual

UNWIRA Kupang Gelar Wisuda Online, 7 Mahasiswa Lulus Terbaik

Bagi Sugeng, membuat jurnal penelitian lebih efektif daripada membuat skripsi. Mengapa demikian? Karena bagi mahasiswa, skripsi dikenal sebagai karya tulis ilmiah yang sulit dan kaya akan “drama”.

Tak jarang mahasiswa akan merasa stres ketika menyusun skripsi. Ditambah sulitnya bertemu dengan dosen, belum lagi segala masalah lainnya.

Tak sia-sia, berkat adanya surat edaran (SE) No.1207/UN48.1/DL/2020. Mahasiswa kelahiran Blitar ini sangat menikmati proses penelitian jurnalnya. Setelah melakukan penelitian dalam kurun waktu dua bulan.

Akhirnya dua buah jurnalnya lolos seleksi di Jurnal Al-Ishlah dan Jurnal Kembara UMM. jurnal-jurnal tersebut berjudul “Moral Analysis in the Videos of Dongeng Kita Channel and Its Relevance to Indonesian Learning”, yang ditulis bersama Era Agustini dan Ade Asih Susiari Tantri, S.Pd., M.Pd.

Serta berjudul “Features and Themes of Poetry in KOPI (Komunitas Puisi Indonesia) Facebook Group”, yang ditulis dengan Made Sania dan Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

Sugeng berharap program ekuivalensi semacam ini terus diberlakukan, karena menurutnya kualitas penelitian Sinta 2 sudah teruji dengan baik.

Hal itu disebabkan oleh seleksi yang ketat dan pengulas yang berlatar belakang profesor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Alasan utama saya membuat jurnal Sinta 2 adalah ingin lulus tepat waktu, karena saya adalah penerima beasiswa. Namun ini mungkin juga jalan Allah dari SWT, agar kemampuan menulis ilmiah saya lebih terasah,” tandasnya.

Tak hanya lulus tanpa skripsi, mahasiswa yang aktif menjadi mentor penulisan ilmiah nasional ini juga berhasil menyabet juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan Persatuan Mahasiswa Kristen Cabang Bogor, dan juga mendapat Juara 2 dalam Lomba Puisi Komunitas Literasi Politeknik Negeri Sriwijaya pada 31 Agustus 2021 lalu. (idus/tbnbl)

DomaiNesia

Komentar

News Feed