oleh

Dokter Cantik Ini Jadi Pemantik di Kelas Inspirasi AW

KUPANG, suluhdesa.com | Yayasan Arnoldus Wea sangat konsisten dengan visinya untuk membangun SDM muda di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Komitmen tersebut dibuktikan dengan membuat sebuah terobosan baru, menelurkan program dengan tajuk: Kelas Inspirasi Arnolduswea Foundation.

Pada hari Sabtu (04/09/2021), Yayasan Arnoldus Wea menghadirkan beberapa tokoh dari beragam profesi. Mereka menceritakan atau berbagi inspirasi tentang apa saja tugas dan peran mereka dalam menjalankan pekerjaannya. Selain itu, mereka juga membuka strategi yang ditempuh dalam meraih impian
pada profesi tersebut.

Sasaran kegiatan ini ditujukan bagi pelajar SMP dan SMA di Provinsi Nusa Tenggara Timur maupun dari wilayah lain.

Kelas inspirasi yang dilakukan secara online ini menghadirkan salah satu narasumber yang merupakan seorang Dokter Spesialis Anak.

Namanya, dr. Syahradian Hasbrima, Sp.A. Ia berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai dokter juga. Meski demikian, itu bukan berarti dia dipaksa mengejar pekerjaan tersebut, tidak juga diberi kemudahan lantaran anak atau cucu seorang dokter.

Syahra tetap berjuang mengejar mimpinya sebagaimana orang lain. Dia berjuang lolos SNMPTN, hingga akhirnya bisa mengambil pendidikan dokter di Unpad Bandung.

Selanjutnya Syahra menempuh pendidikan spesialis anak. Sebagai dokter anak, Syahra tidak mengurusi orang sakit, tapi bagaimana berusaha agar orang sehat tetap mempertahankan kondisinya.

Syahra menyarankan adik-adik yang ingin menjadi dokter untuk banyak belajar. Banyak juga peluang beasiswa, asalkan bisa memenuhi syarat, salah satunya kemampuan menulis esai.

“Intinya harus bekerja keras,” ungkap dokter yang masih lajang ini.

dr. Syahradian Hasbrima, Sp.A yang pada saat kelas inspirasi itu banyak memberikan motivasi kepada seluruh anak-anak muda di Provinsi NTT, memantik ruang diskusi menjadi lebih semangat.

BACA JUGA:

Supaya Kita Orang Jangan Hanya Menganga

Pater Chris Surinono Diangkat Jadi Wakil Pimpinan OCD Dunia dan Tinggal di Roma

Niko Loy, dari Maghilewa Merantau ke Jogja dan Kini Bergelar Doktor

Parasnya yang cantik, ramah, senyuman yang manis, menambah semangat anak-anak muda NTT untuk lebih percaya diri dalam mengungkapkan isi hati mereka masing-masing.

Di akhir kegiatan, secara khusus Media SULUH DESA mewawancarai dokter yang sangat menawan ini.

Berikut petikan wawancara ekslusif Media SULUH DESA (MSD) dengan dr. Syahradian Hasbrima, Sp.A (Syahra).

MSD: Menurut dokter apa yang menarik dari kegiatan AW Foundation terkait kelas inspirasi ini?

Syahra: Kegiatan ini dimulai oleh gagasan seseorang yang mencintai dan ingin membangun daerah tempat asalnya. Hal inilah yang menggugah banyak profesi untuk ikt berperan serta. Acara ini juga mengikutsertakan para pakar dari berbagai bidang, yang telah sukses dan terus mengejar mimpinya dengan penuh perjuangan.

MSD: Cara yang tepat sehingga anak-anak di kampung tidak menjadi pemalu atau minder?

Syahra: Anak-anak harus dibekali berbagai ilmu yang dapat membantunya mengejar mimpi. Anak-anak sebisa mungkin menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan baik sehingga dapat bersosialisasi dengan percaya diri.

MSD: Lantas apa yang harus dibuat supaya anak-anak sejak dini memiliki mimpi dan cita-cita?

Syahra: Anak-anak harus diberikan banyak inspirasi. Dimulai dari orang tua dan keluarga. Ceritakan berbagai hal tentang berbagai profesi. Bacakan buku atau beri ulasan dari internet serta dengan cara memanggil langsung orang-orang yang dapat memberikan inspirasi seperti acara ini.

MSD: Bagaimana cara mengajar anak-anak supaya berani meraih bahkan memiliki cita-cita mereka sendiri?

Syahra: Anak-anak adalah individu yang sedang mencari figure untuk dicontoh. Oleh karena itu, akan lebih baik apabila kita dapat memberikan contoh langsung agar mereka menjadi individu yang berani beraksi mengejar mimpi mereka sendiri.

MSD: Anda sebagai seorang dokter anak, memandang pola pengasuhan orang tua terhadap anak-anak saat ini bagaimana?

Syahra: Terdapat berbagai macam pola asuh orang tua. Setiap pola asuh memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap orang tua pada prinsipnya hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

MSD: Bagaimana pola pengasuhan yang ideal dari orang tua yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak?

Syahra: Dalam pola asuh, kita harus menghindari kata ‘jangan’. Bila kita ingin melarang seorang anak, berikan alasan mengapa anak tidak boleh melakukan hal tersebut, bukan hanya mengatakan ‘jangan’. Contohnya bila kita ingin melarang anak agar tidak membuang sampah sembarangan. Tidak baik bila kita menyebut ‘jangan buang sampah disitu’, namun katakanlah “Dik, ayo kita buang sampah ini ke tempat sampah supaya lingkungan rumah bersih dan adik tidak akan sakit karena kotor”.

MSD: Usia yang ideal bagi anak-anak untuk memiliki cita-cita?

Syahra: Sejak anak-anak itu sudah bisa berkomunikasi. Orang tua harus berkomunikasi apa saja yang positif untuk merangsang daya pikir anak-anak.

MSD: Sejauh ini peran pemerintah terhadap tumbuh kembang anak bagaimana?

Syahra: Tumbuh kembang anak juga dipantau oleh beberapa program pemerintah yang berjalan di Puskesmas/Posyandu/MTBS. Namun demikian, tidak semua anak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan. Oleh karena itu masih perlu ditingkatkan terutama di tingkat desa yang mudah dijangkau.

MSD: Strategi tepat yang anda ingin rekomendasikan kepada orang tua supaya anak-anak jangan minder, pemalu?

Syahra: Berikan kepercayaan pada anak untuk membuat pilihan dan bertanggung jawab pada pilihannya. Dukung anak anda agar dapat berhasil pada jalan sesuai pilihan. Berikan dorongan positif.

MSD: Strategi yang tepat yang anda ingin rekomendasikan kepada pemerintah atau stakeholder untuk tumbuh kembang anak?

Syahra: Memastikan program posyandu berjalan untuk semua bayi setiap bulan dalam memantau tumbuh kembang dan imunisasi. Memiliki data yang akurat mengenai jumlah anak dan balita, sehingga dapat memantau seluruh anak dengan baik. Meningkatkan cakupan program imunisasi sampai tingkat sekolah dasar. Memastikan setiap ibu hamil mendapat gizi dan imunisasi lengkap. Menjalankan program 1000 hari pertama kehidupan dengan menjaga nutrisi setiap anak mulai dari dalam kandungan.

MSD: Ada anak-anak yang terlahir dari keadaan orang tua yang kondisinya sangat terbatas seperti fasilitas bahkan materi, namun berhasil menjadi sukses, memiliki gelar akademik yang banyak, atau menjadi pengusaha kaya. Hal apa yang berpengaruh?

Syahra: Anak-anak ini sangat berani memulai dan membuat rencana dalam mengejar mimpi. Tak jarang juga anak-anak yang datang dari keluarga yang minim fasilitas sangat ulet bahkan memiliki sifat petarung atau pejuang. Selain itu mereka berani keluar dari zona nyaman dan mengambil risiko.

MSD: Sekarang kita bicara tentang pola pendidikan yang anda terima. Bisa beberkan itu? Tentang anda yang lahir dan bertumbuh di lingkungan keluarga berprofesi dokter lalu saat ini anda menjadi dokter.

Syahra: Orang tua saya banyak mendidik dengan cara memberi contoh. Kita tidak perlu repot meminta anak untuk taat pada aturan bila kita sendiri bertindak sesuai aturan, berjalan di jalur yang benar. Sebagai contoh, memakai helm bukan karena takut ada polisi, ataupun menerobos lampu merah saat tidak ada yang melihat atau keadaan sepi. Karena apapun yang kau lakukan, Tuhan akan melihatmu. Bukan polisi, ibu guru atau orang tuamu. Selalu berusaha melakukan hal yang benar agar kelak anak kita pun akan berada di jalan yang benar.

MSD: Kita bicara sedikit tentang AW Fondation yang concern terhadap SDM di NTT. Rekomendasi apa yang hendak anda berikan kepada AW Foundation?

Syahra: Yayasan Arnoldus Wea harus tetap membantu fasilitas yang mendukung program belajar mengajar di NTT terutama untuk program-program seleksi universitas yang masih sulit di akses, seperti program bimbingan belajar atau les Bahasa inggris.

MSD: Kegiatan kelas inspirasi kemarin yang digagas oleh AW Foundation itu sangat menarik sebab ada beberapa anak yang kemudian naik ke bukit mencari jaringan hanya supaya bisa bertatap muka dengan para pembicara. Bisakah anda berkomentar?

Syahra: Wah. Ini sungguh contoh semangat yang dimiliki anak-anak yang ingin sukses. Saya senang mendengarnya.

MSD: Di akhir pertanyaan ini, silakan anda memberikan motivasi kepada adik-adik yang sedang bertumbuh supaya jangan minder, jangan pemalu, dan berani memiliki cita-cita.

Syahra: Jangan pernah takut untuk memulai. There is always a first time in every step of your way.

Tentang dr. Syahradian Hasbrima, Sp.A

Nama lengkapnya adalah Syahradian Hasbrima, dr., Sp.A.

Ia biasa dipanggil Syahra. Lahir di Jakarta, 5 September 1990.

Syahra bersekolah di SDS Hang Tuah Jakarta, tahun 1996-2002.

Kemudian melanjutkan ke SLTPN 30 Jakarta, tahun 2002-2005.

Selanjutnya menyelesaikan pendidikan menengah di SMAN 8 Jakarta, tahun 2005-2008.

Syahra lalu melanjutkan pendidikan tinggi dengan Program Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, tahun 2008-2012.

Tahun 2012-2013, Syahra mengambil Program Pendidikan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jawa Barat.

Tahun 2017-2021, dokter Syahra mengambil Program Pendidikan Spesialis 1 Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jawa Barat.

Sertifikat dan Prestasi

TOEFL-Like Test (Paper Based) Universitas Padjadjaran, tahun 2016.

Ujian Kompetensi Dokter Indonesia, lulus tahun 2013.

Mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Indonesia Objective Structured Clinical Examination (OSCE), lulus tahun 2013.

Mengikuti Evaluasi Nasional Terpusat Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia, lulus tahun 2021.

LPDP Awardee Angkatan PK 85 tahun 2017-2021.

Top Scorer Junior High School National Exam SMPN 30 tahun 2005.

Best Young Doctor of Internal Medicine Division on Clerkship Program in Hasan Sadikin Hospital UNPAD 2012.

Best Paper Presentation in National Seminar of Indonesian Pediatric Society (IUGADSOP) IDAI tahun 2020.

Pelatihan Medis

Pelatihan Resusitasi Neonatus Perinasia Jakarta 2016.

Advanced Cardiac Life Support PERKI Jakarta 2014.

Kursus EKG PERKI Jakarta 2016.

Advanced Pediatric Resuscitation
Course UKK ERIA IDAI Jakarta 2016.

Advanced Trauma Life Support IKABI Jakarta 2014.

Pengalaman Kerja (Medis)

RSUD Cicalengka, Jawa Barat (Dokter Internship) Bertugas menjadi dokter umum dan mengalami rotasi di bangsal, poliklinik dan IGD, April 2014 – Desember 2014.

Puskesmas Rancaekek, Jawa Barat (Dokter Internship) Bertugas menjadi dokter umum untuk kegiatan dalam dan luar puskesmas, Januari 2015 – April 2015

RAKATA Adventure (Dokter Umum
Tim Medis) dalam acara outbond dan gathering di perkemahan Rakata 2015.

Puskesmas Teluk Sebong, Bintan, Kepulauan Riau (Dokter PTT), Dokter PTT di Puskesmas dan kegiatan Posyandu serta Puskesmas Pembantu, April 2015 Desember 2015.

RS Pelabuhan Jakarta Dokter Umum (Dokter Umum) di bangsal, poliklinik dan IGD Januari 2016 – November 2016.

RS Hasan Sadikin Bandung (Dokter Residen) dan Tim COVID19 Dokter residen IGD, ruang rawat inap dan PICU/NICU COVID19 Maret 2020 – Maret 2021.

Pengalaman Organisasi

Asian Medical Student Association (AMSA) sebagai Vice Representative tahun 2010-2011.

Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran sebagai Standing Comittee on Medical Education, Anggota tahun 2008-2009.

Koordinator PPDS-1 Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran sebagai Ketua tahun 2020.

Perwakilan Kelas XIII OSIS SMAN 8 Jakarta, Ketua Komisi VII, tahun 2007-2008.

Publikasi dan Presentasi Ilmiah

TESIS :  Korelasi Antara Neutrophil-Lymphocyte Ratio dan NT-proBNP pada Pasien Anak dengan Gagal Jantung Akibat Penyakit Jantung Reumatik, 2020

SKRIPSI:  Karakteristik Penderita Tinitus di Poliklinik THT-KL Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Periode Tahun 2010-2011, 2012

Presentasi Internasional/Nasional:  Best Paper Presentation: “A Novel Formula of Body Mass Index Prediction Based on Mid-Upper Arm Circumference Measurement Among Children Between the Ages of 7 and 12” di Indonesian Update on Growth and Development Social Pediatrics-Chapter 2, Surabaya, Indonesia, 2020.

 Oral Presentation: “Case report: Expanded Dengue Syndrome” di 2nd Annual Scientific
Meeting of Pediatric Infectious Disease (ASMPID) 2019, Bandung, Indonesia

Publikasi Nasional:  “Pengaruh Intervensi Media Poster Dan Selebaran Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pelajar Pesantren Kabupaten Karawang Mengenai Tuberkulosis”, Jurnal UNPAD, 2018. (idus/idus)

DomaiNesia

Komentar

News Feed