oleh

Kapolres Ngada: Tim Sejak Dini Hari Bantu Korban Banjir di Inerie

INERIE, suluhdesa.com | Banjir bandang yang terjadi di Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada hari Jumat (03/04/2021) Pukul 22.00 WITA. menyebabkan satu jembatan putus, empat rumah hancur, dan terjadi korban jiwa.

“Yang menjadi korban jiwa adalah adalah bocah berusia sekitar empat tahun bernama Milka. Dia ditemukan warga saat pencarian dalam kondisi terendam lumpur dan sudah meninggal dunia. Sedangkan kakaknya itu selamat tetapi kaki patah. Kedua bocah itu anaknya Us Sipa dan Ani Meo. Sedangkan pasangan suami istri yang sampai saat ini masih dicari adalah Mikael Jekot dan istrinya Maria Goreti Dhiu yang sedang hamil lima bulan. Kejadiannya tadi malam jam sebelas saat semua warga sudah tidur,” kata seorang Warga Desa Inerie, yang dihubungi Media SULUH DESA, Sabtu (04/09/2021) Pukul 09.00 WITA.

BACA JUGA:

Terjadi Banjir Bandang di Inerie, Bongkahan Es Jatuh Dari Langit

In Memoriam Heru Nerly, Pemain Bola Kaki Timnas Asal Inerie

Empat Orang Warga Malapedho Desa Inerie Dinyatakan Positif Covid-19

Menurutnya kejadian itu begitu cepat, terdengar suara bergemuruh, dan beberapa menit kemudian muncul banjir bandang disertai lumpur.

“Terjadi di RT 012, Dusun Malapedho C. Jembatan penghubung untuk Kecamatan Jerebuu, Kecamatan Inerie, dan Kecamatan Aimere putus total. Akibat dari banjir itu, lokasi yang semula merupakan kali mati sekarang berubah menjadi jurang besar. Banyak warga yang bantu. Dari Desa Sebowuli, dari Ruto, Pali, dan desa lainnya datang untuk memberikan bantuan serta mencari korban yang masih hilang ini,” tuturnya.

Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena yang dihubungi, Sabtu (04/09/2021) Pukul 02.00 dini hari, menjelaskan jika dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngada untuk secepatnya turun ke lokasi membantu warga.

“Tim sudah turun. Ada Anggota TNI, Anggota Polres Ngada, dan BPBD. Mereka membawa generator, suplai makanan, dan lain-lain untuk kepentingan evakuasi warga di sana. Tadi kita koordinasi jam satu pagi. Berarti mereka sedang di jalan dari Bajawa ke Kecamatan Inerie untuk membantu warga di Desa Inerie,” jelas Raymundus.

Mengenai jembatan yang menghubungkan jalan untuk tiga kecamatan, yakni kecamatan Jerebuu, Kecamatan Inerie, Kecamatan Aimere, yang putus akibat diterjang banjir, akan secepatnya ditangani oleh tim teknis terkait.

“Esok pagi (hari ini, Sabtu, 04/09/2021, tim akan segera urus jembatan itu. Tim kita juga siap membantu warga supaya mereka cepat pulih. Tim kita akan berada di sana membantu masyarakat Inerie,” ujarnya.

Raymundus Bena selaku Wakil Bupati Ngada menyampaikan belasungkawa bagi para korban bencana banjir bandang.

“Saya turut berduka cita. Kami sebagai pemerintah akan tetap ada untuk kalian. Kepada warga saya minta untuk tetap tenang dan saya mengucapkan terima kasih bagi semua pihak yang telah membantu,” imbuhnya.

Kapolres Ngada AKBP Rio Cahyowidi, S.I.K, M.I.K yang dikonfirmasi Media SULUH DESA, Sabtu (04/09/2021) mengatakan bahwa dirinya bersama anggotanya dari Polres Ngada, Dandim Ngada bersama anggota, dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngada telah berada di lokasi kejadian sejak dini hari.

“Kami dapat laporan makanya sekitar jam satu pagi kami saling koordinasi dan turun ke Desa Inerie. Kami tiba jam setengah dua pagi. Saya dengan Pak Dandim dari tadi malam di sini bersama anggota,” jelas Kapolres Rio.

“Tadi malam tim dari Polres Ngada ada 20 orang. Dari TNI ada 30 orang. Dari BPBD ada 8 orang. Hari ini bertambah dari Polres Ngada, dari Kodim Ngada, dan BPBD sehingga berjumlah hampir 80-an orang. Tadi malam juga anggota kami dari Polsek Aimere dan anggota Koramil Aimere turut serta membantu. Bahkan mereka yang duluan di sini. Saat ini semua tim gabungan lagi konsentrasi membantu warga dan membereskan semua material yang dibawa banjir. Saya dengan Pak Dandim masih di lokasi karena masih menunggu kedatangan Bapak Bupati Ngada Andreas Paru,” tambahnya.

Kapolres Rio melanjutkan bahwa berdasarkan data sementara diperoleh jika terdapat empat rumah rusak berat dan satu rumah hancur terbawa banjir.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua tim dan warga yang bahu membahu membantu para korban. Ini bukti bahwa Polri, TNI, dan warga selalu bersatu dan bersinergi. Kepada keluarga korban saya sampaikan turut berduka cita,” tutup Kapolres Rio. (idus/idus)

 

DomaiNesia

Komentar

News Feed