oleh

Terjadi Banjir Bandang di Inerie, Bongkahan Es Jatuh Dari Langit

INERIE, suluhdesa.com | Banjir bandang terjadi di Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada hari Jumat (03/04/2021) Pukul 22.00 WITA. Banjir bandang ini menyebabkan satu jembatan putus, empat rumah hancur, dan terjadi korban jiwa.

“Korban jiwa itu adalah dua anak kecil dan dua orang dewasa. Anak kecil itu satu meninggal dan satu dalam kondisi hidup. Sedangkan orang dewasa yang merupakan pasangan suami istri itu hilang dan saat ini warga masih berupaya mencari mereka. Jembatan yang putus itu menghubungkan Kecamatan Jerebuu, Kecamatan Inerie, dan Kecamatan Aimere. Kita berharap Pemerintah Kabupaten Ngada segera membantu kami,” ungkap Kepala Desa Inerie Benediktus Milo saat dihubungi Media SULUH DESA, Sabtu (04/09/2021) dini hari.

BACA JUGA:

Bareskrim Polri Perlu Ambil Alih Penanganan Kasus Kerumunan Semau

Wakil Bupati Ngada: Tidak Ada Staf Khusus yang Dibentuk AP-RB

Pertama Kalinya Bupati Ngada Berkunjung ke Maghilewa, Ini Ungkapan Para Tokoh

Benediktus Milo menyampaikan, banjir bandang terjadi karena hujan yang sangat besar dari sore hari sampai malam, dan berdasarkan penuturan warga bahwa ada sesuatu benda seperti bongkahan es yang sangat besar jatuh dari langit di dekat Kampung Jere.

“Bongkahan itu pecah dan menyebabkan banjir bandang berisi lumpur hitam. Kampung Jere dan Maghilewa saat ini dalam kondisi baik. Jalan dari Malapedho ke dua kampung adat ini juga kondisinya baik. Kejadian banjir ini di malam hari saat warga sudah tidur. Saya dilaporkan warga bahwa ada banjir besar dan ada korban jiwa. Saya belum ke lokasi karena di sana gelap gulita dan saya sedang sakit. Tapi saya sudah minta warga untuk bantu evakuasi. Ada juga warga dari desa tetangga yang datang bantu. Esok saya ke sana,” kata dia.

Salah satu sumber Media SULUH DESA yang berada di lokasi banjir bandang lewat percakapan telepon mengungkapkan kejadian yang memilukan itu.

“Terjadi di malam hari. Semua orang sudah tidur. Jadi ini kita semua kaget. Dari tadi sore hujan,” tutur dia sambil meminta supaya namanya jangan dipublikasikan.

Ia mengatakan bahwa sebuah jembatan yang ada di tempat itu putus dan rusak dan tidak dapat dilewati.

“Tadi sebelum banjir besar kita lihat ada kilatan cahaya putih seperti muncul dari langit. Beberapa menit kemudian muncul banjir besar ini,” tambahnya.

Dirinya berharap supaya pihak-pihak terkait segera memberikan pertolongan kepada warga yang terkena dampak banjir bandang itu.

Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena berhasil dihubungi, Sabtu (04/09/2021) Pukul 02.00 dini hari, menjelaskan jika dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngada untuk secepatnya turun ke lokasi membantu warga.

“Tim sudah turun. Ada Anggota TNI, Anggota Polres Ngada, dan BPBD. Mereka membawa generator,  suplai makanan, dan lain-lain untuk kepentingan evakuasi warga di sana. Tadi kita koordinasi jam satu. Berarti mereka sedang di jalan dari Bajawa ke Kecamatan Inerie untuk membantu warga di Desa Inerie,” jelas Raymundus.

Mengenai jembatan yang menghubungkan jalan untuk tiga kecamatan, yakni kecamatan Jerebuu, Kecamatan Inerie, Kecamatan Aimere, yang putus akibat diterjang banjir, akan secepatnya ditangani oleh tim teknis terkait.

“Esok pagi tim akan segera urus jembatan itu. Tim kita juga siap membantu warga supaya mereka cepat pulih. Tim kita akan berada di sana membantu masyarakat Inerie,” ujarnya.

Raymundus Bena selaku Wakil Bupati Ngada menyampaikan belasungkawa bagi para korban bencana banjir bandang.

“Saya turut berduka cita. Kami sebagai pemerintah akan tetap ada untuk kalian. Kepada warga saya minta untuk tetap tenang dan saya mengucapkan terima kasih bagi semua pihak yang telah membantu,” tutupnya. (idus/idus)

DomaiNesia

Komentar

News Feed