oleh

Gubernur NTT: Gereja Tidak Mungkin Bekerja Sendiri

KUPANG, suluhdesa.com | Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) minta agar pihak gereja berkolaborasi dengan Pemerintah agar ekonomi masyarakat bisa bertumbuh. Hal ini dikatakan Gubernur saat beraudiens dengan Anggota Majelis Jemaat Karmel Fatululi Kupang di Ruang Kerjanya, Rabu (01/09/2021).

BACA JUGA:

Surat Pastor Ini untuk Kemenag: Gereja Katolik Roma Bukan Bagian dari Gereja Nestorian

Gereja Katolik Menghindari Main Pengkafir-kafiran

Minta Umat Jangan Bicara HTI di Medsos, Gereja Harus Cerdas

VBL mengatakan bahwa gereja tidak mungkin bekerja sendiri, sebaliknya demikian. Oleh karenanya dibutuhkan kolaborasi yang hebat.

Menurutnya pernyataan ini bukan tanpa alasan. Contohnya dalam hal data.

“Saat ini data yang ada di pemerintah saja tidak valid berkaitan dengan jumlah masyarakat miskin, jumlah orang yang belum mengenyam pendidikan secara baik, dan lain sebagainya. Di sini gereja harus berperan dalam membantu memberikan data, karena pihak gereja hampir setiap Minggu berinteraksi dengan masyarakat, jadi pastilah bisa mengetahui dengan persis keberadaan umatnya,” ungkap Gubernur VBL.

Masih menurutnya,  Jika datanya sudah disiapkan maka gereja juga harus mampu untuk intervensi melalui program – program yang baik. Bisa melalui pertanian, peternakan, perikanan, bahkan pendidikan.

“Contohnya dalam hal pertanian. Gereja menyiapkan lahannya di mana, siapa saja yang terlibat dalam pekerjaan ini. Selanjutnya pemerintah akan masuk dengan bibit dan mesin pertanian untuk dapat mengolah lahan tersebut,” lanjutnya.

“Kerja – kerja hebat seperti ini juga harus memiliki target, berapa banyak orang yang bisa hidup sejahtera, tahun berapa mereka yang miskin ini bisa keluar dari garis kemiskinan. Inilah yang disebut kolaborasi hebat dari sebuah super tim yang akan meningkatkan ekonomi rakyat,” tegas VBL.

Saat ini menurut Gubernur VBL, pemerintah terus berusaha untuk mengubah pola pikir para petani di NTT,  khususnya berkaitan dengan dengan musim tanam.

“Sekian lama para petani kita hanya menanam 1 kali dalam setahun, sisanya menurut mereka untuk peternakan,” ujarnya.

Pola kerja seperti inilah yang menurut orang nomor satu di NTT itu harus diubah.

“Kebanyakan mereka mengeluh soal air. Kalau memang air menjadi alasan mereka untuk bertanam hanya satu kali, maka jagung menjadi salah satu solusi yang tepat, karena jagung tidak membutuhkan air yang banyak, apalagi saat ini permintaan akan jagung sangat tinggi,” ungkap Gubernur VBL.

Di akhir pertemuan itu, Gubernur VBL minta pihak Gereja Karmel untuk menyiapkan seorang tenaga yang akan disekolahkan oleh pemerintah dalam bidang pendidikan, khusus untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sehingga ketika selesai dia bisa mentransfer pengetahuan yang telah didapat kepada anak – anak.

“Dan ilmu yang ditransfer itu bukan saja intelektual tapi juga berkaitan dengan karakter. Untuk sekolahnya, nanti pemerintah yang akan tanggung,” ujar Gubernur VBL.

Hal ini menurutnya sangat penting karena pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan kunci bagi seseorang untuk bisa berhasil.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Karmel Fatululi Kupang, Pdt. Yabes A. Runesi, S.Th mengatakan bahwa kedatangan mereka ini untuk mengundang Gubernur VBL dalam acara Pengresmian Gedung Gereja sekalian Launching Buku yang berkaitan dengan sejarah Gereja Karmel Fatululi Kupang yang akan di selenggarakan pada tanggal 31 Oktober mendatang.

“Tanggal 31 Oktober itu sekalian dengan Pengucapan Syukur Hari Ulang Tahun Gereja Karmel ke 18 yang jatuh pada tanggal 26 Agustus,” ujar Pendeta Yabes.

Turut hadir pada kesempatan ini, Pdt. Alu L. P. Riwukaho, S.Th dan juga beberapa tokoh Gereja Karmel Fatululi Kupang. (hms/msd)

DomaiNesia

Komentar

News Feed