oleh

Jebolan Sekolah Bola Citra Bakti Ngada Bisa Jadi Pemain Internasional

JAKARTA, suluhdesa.com | Sepak bola tidak hanya sebagai suatu ajang kompetisi lokal, regional, dan internasional tapi juga merupakan bisnis besar skala internasional. Sepak bola di Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya sekadar kompetisi belaka dan mengandalkan bakat alam bukan melalui pendidikan khusus sepak bola.

BACA JUGA: 

Sekolah Keberbakatan Sepak Bola SMP dan SMA Citra Bakti Ngada Bakal ‘Go International’

Kisah Anak Kampung Dari Malaka Jadi Artis dan Bermain Sinetron Di Jakarta

PSN Ngada Suatu Hari akan Mentok Karena Terlalu Bergantung pada APBD

HPSN di Labuan Bajo; Pejabat, Artis dan Masyarakat Membaur Perangi Sampah

“Di luar negeri di mana terdapat pemain-pemain kelas dunia pasti melalui seleksi dari akademi sepak bola. Selain itu klub-klub sepak bola dikelola secara profesional dan memberikan peluang untuk investasi seperti sponsorship,” kata Direktur Institute for Research, Consultation and Information of International Investment (IRCI) Gabriel G. Sola atau Gabriel Goa saat dihubungi Media SULUH DESA, hari Senin (02/08/2021) Pukul 13.00 WITA.

Menurut Goa, impian ini ada di Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang sudah mulai direalisasikan oleh Pengelola Sekolah Keberbakatan Sepak Bola Citra Bakti atau Citra Bakti Soccer Academy (CBSA) Fridus Muga.

“Kami dari Institute for Research, Consultation and Information of International Investment(IRCI) sangat mendukung kehadiran Sekolah Keberbakatan Sepak Bola Citra Bakti atau Citra Bakti Soccer Academy (CBSA) di Ngada, Flores, NTT yang mulai mempersiapkan sejak dini mulai dari SMP, anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang sepak bola,” jelas Goa.

Goa menilai kehadiran Citra Bakti Soccer Academy (CBSA) di Kabupaten Ngada wajib didukung total oleh rakyat Ngada, Pemerintah Kabupaten Ngada, dan Investor yang berminat investasi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang sepak bola.

“CBSA perlu melibatkan orang-orang Ngada diaspora seperti Dr. Aloysius Lele Madja, M.A yang sudah memiliki lisensi di bidang sepak bola dan pernah menjadi Diplomat dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di negara terkenal sepak bola seperti Chile, Jerman, dan Hungaria untuk membantu di Citra Bakti Soccer Academy,” ujarnya.

Menurut Goa, melalui Alo dan basodara Ngada Diaspora yang menjadi misionaris di negara-negara produsen pesepak bola seperti Amerika Latin, Eropa, Jepang, dan Korsel sehingga bisa menjajaki kerja sama dengan klub-klub sepak bola sekaligus mendatangkan mantan pemain dunia berlibur ke Ngada dan melatih bola kaki atau sebaliknya anak-anak CBSA bisa dilatih di negara-negara produsen pesepak bola internasional.

Citra Bakti Soccer Academy perlu menjajaki mitra strategis dengan para jurnalis asal Ngada yang bekerja di media online dan media cetak serta elektronik nasional dan internasional untuk mempromosikan CBSA agar dikenal. Hal ini juga lewat pemberitaan yang masif dapat menarik investor untuk investasi mencari bibit-bibit muda pesepak bola dari CBSA sehingga dapat dipromosikan di klub-klub sepak bola nasional maupun internasional,” tambah dia.

Ke depan, lanjut Goa, CBSA bisa melahirkan Ronaldo, Diego Maradona, Pele, Messi, Gabriel Batitusta, Ronny Patinasarani, dan Sinyo Aliando baru dari Ngada, Flores, NTT.

“Jebolan CBSA bisa jadi pemain nasional dan pemain dunia. Mimpi saya bersama Almarhum Ronny Patinasarani dan Almarhum Sinyo Aliando saat menggelar seminar sepak bola Indonesia menuju pentas dunia di Sam Ratulangi, Menteng, kita menyampaikan agar PSSI mempersiapkan pesepak bola dari timur Indonesia. Hari ini terwujud lahir Citra Bakti Soccer Academy (CBSA), atas inisiatif Fridus Muga seorang Tokoh Muda Ngada yang cerdas dan memiliki cita-cita ke depan. Kita berharap, PSSI mau menggandeng CBSA atau memanfaatkan CBSA, sebab Kabupaten Ngada telah terkenal dengan para pemainnya yang berkompeten dan telah teruji kehebatan mereka,” tutup Goa. (idus/idus)

DomaiNesia

Komentar

News Feed