oleh

WALHI NTT Launching Ata Modo, Sebuah Film Dokumenter

KUPANG, suluhdesa.com | Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (WALHI NTT) meluncurkan sebuah film dokumenter berjudul Ata Modo – Elegi Orang Komodo. Film dokumenter tersebut bercerita tentang masyarakat Suku Modo yang telah bertahun-tahun tinggal di Pulau Komodo, Labuhan Bajo, Flores, berdampingan dengan satwa liar yang menjadi ikon Nusa Tenggara Timur yakni biawak Komodo (Varanus Komodoensis).

BACA JUGA: 

Reporter Dari Washington DC Wawancarai Marius Jelamu Terkait Taman Komodo

Tambang di Matim, Bupati Agas: Harus Terealisasi, Saya akan Pasang Badan

Pemprov NTT; Jangan Gunakan Anak dan Perempuan untuk Provokasi Konflik Besipae

Meski Berdamai, Penggunaan Aparat di Besipae oleh Pemprov NTT Tidak Dibenarkan

Kawasan Besipae di TTS Tetap Jadi Milik Pemprov NTT

Tambang di Matim dan Inkonsistensi Gubernur NTT, “Akar Rumput” Bicara

Bupati Manggarai Timur Terjerat Konspirasi Pendirian Tambang dan Pabrik Semen

Selain mengangkat tentang pola konservasi secara kultural terhadap Komodo, film ini juga memotret suara-suara masyarakat Suku Modo yang saat ini terhimpit penghidupannya oleh berbagai kebijakan terkait konservasi dan investasi pariwisata di Kawasan Taman Nasional Komodo.

Acara peluncuran film tersebut dilakukan pada hari Jumat (30/07/2021) secara online.

Umbu Wulang selaku Direktur WALHI NTT dalam rilisnya yang diterima Media SULUH DESA, Sabtu (31/07/2021) pagi, menyampaikan bahwa pembuatan film ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas kebangkrutan sumber daya alam yang terus terjadi di NTT dan WALHI NTT tidak mau hal ini terjadi juga pada Komodo.

Ia juga menambahkan bahwa proses kebangkrutan ini disebabkan secara struktural atau karena kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat dan lingkungan.

Dalam peluncuran film dokumenter Ata Modo, turut hadir sejumlah penanggap yang berasal dari beberapa kalangan seperti Akbar Al Ayubbi (Pemuda Suku Modo), Nurhidayati (Direktur WALHI Eksekutif Nasional), Ansy Lema (Anggota Komisi IV DPR RI) dan Honing Sani (Lawyer dan Pemerhati Pembangunan di NTT).

Para penanggap tersebut memberi apresiasi dan tanggapan positif terhadap film dokumenter yang diproduksi oleh WALHI, Hutan Hujan, dan Ok Studio ini.

Selain melakukan nonton bareng melalui acara launching, WALHI NTT juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan nonton bareng di rumah bersama keluarga dengan cara membagi-bagikan link kepada masyarakat yang mendaftar.

Sampai saat ini sudah lebih dari 100 pendaftar yang mendaftarkan untuk memperoleh link nonton bareng.

WALHI NTT mengucapkan terima kasih kepada antusiasme masyarakat terhadap film ini, baik yang mengikuti launching virtual maupun yang telah mendaftarkan diri.

Harapannya film ini dapat menambah khazanah pengetahuan masyarakat terkait keanekaragaman kearifan lokal di NTT dalam mempertahankan kelestarian sumber daya alam dan ekosistem. (idus/msd)

DomaiNesia

Komentar

News Feed