oleh

Kepemimpinan yang Ideal untuk Masyarakat

Kepemimpinan itu adalah tentang bagaimana memengaruhi orang lain, bawahan atau pengikut agar mau mencapai tujuan yang diinginkan sang pemimpin.

 

Penulis: Oktovianus Seran, S.I.P., M.Si

(Dosen FISIP Unimor Kefamenanu)

===============

Proses demokrasi yang sehat mestinya memberikan ruang dan waktu kepada rakyat untuk menimbang dan memahami tipologi kepemimpinan daerah dan nasional ke depan. Kontestasi pemilihan legislatif (pileg), pemilihan kepala daerah (pilkada), dan pemilihan presiden (pilpres) memang masih cukup jauh, namun dalam skala proses transformasi demokratik, ternyata waktu yang tersedia sedemikian ketatnya.

Apalagi proses pendidikan politik rakyat yang menyertai proses demokrasi harus disiapkan sejak dini, sebaiknya mulai tahun 2021 ini. Agar rasionalisasi dan daya timbang politik rakyat semakin baik terkait figur yang akan berkontes dalam pemilu.

Jika lini waktunya cukup, maka proses demokratisasi bisa lebih egaliter dan kontennya tidak dimonopoli oleh pemodal yang cenderung berpolitik secara transaksional. Masyarakat mesti dicerahkan dan diluaskan horizonnya dalam mengenal figur-figur calon pemimpin bangsa.

BACA JUGA: 

Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri yang Feodalistik Lahirkan Banyak Kader Benalu

Ray Fernandes; Pagi Jadi Bupati TTU, Sore Urus Kebun dan Ternak

Anak Bupati TTU Kerja Kebun dan Dapat Uang Jajan Dua Ribu Rupiah

TTU Butuh Pemimpin yang Merakyat dengan Tradisi Sirih Pinang

Perempuan Timor Bersuara Soal Gender dan Politik

 

Para putra-putri bangsa yang memiliki kapasitas, keunggulan dan layak untuk dicalonkan menjadi pemimpin masa depan sudah selayaknya mulai dimunculkan secara fair dan obyektif.

Apa Itu Kepemimpinan?

Dalam istilah umum khususnya di manajemen, kepemimpinan itu sering disebut dengan istilah leader.

Ada beberapa definisi dari kepemimpinan antara lain:

  1. Getting things done yaitu mencapai hasil melalui orang lain.
  2. Menggerakkan orang lain untuk mencapai hasil kerja yang diinginkan.
  3. Kepemimpinan itu adalah pengaruh, tidak lebih dan tidak kurang.
  4. Kepemimpinan adalah satu kata yaitu influence artinya memengaruhi, memotivasi, mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Kesimpulan:

Kepemimpinan itu adalah tentang bagaimana memengaruhi orang lain, bawahan atau pengikut agar mau mencapai tujuan yang diinginkan sang pemimpin.

Apa Itu Model Kepemimpinan?

Dalam ilmu manajemen pada umumnya, dikenal 3 (tiga) model kepemimpinan. Pada umumnya ketiga model kepemimpinan ini sering kita lihat  pada diri para leader dalam praktek sehari-hari dalam memanage kantor atau perusahaan.

Masing-masing model mempunyai warna tersendiri, ada yang timbulnya karena anugerah Tuhan YME, ada juga timbulnya sangat erat hubungannya dengan sifat atau karakter dari seseorang itu sendiri, bahkan ada yang timbul karena hasil dari proses pembelajaran.

Ketiga model kepemimpinan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Kepemimpinan karismatik adalah :

Kepemimpinan yang berasal dari anugerah Tuhan, yang mana pemimpin tersebut mempunyai kemampuan luar biasa, magnit yang kuat dan adanya ketertarikan emosional yang kuat dari yang dipimpin kepada pemimpinnya.  Contohnya: Bung Karno, Anwar Sadat, Mahatma Gandhi.

  1. Kepemimpinan transaksional adalah :
  2. Kepemimpinan untuk mengendalikan bawahan dengan cara menggunakan kekuasaan untuk mencapai hasil.
  3. Mengelola bawahan dengan memberi reward dan punishment.
  4. Biasa menerapkan transaksi yang saling menguntungkan dengan bawahan.
  5. Kepemimpinan transformasional adalah :

Model kepemimpinan yang efektif dan telah diterapkan di berbagai organisasi internasional yang mengelola hubungan antara pemimpin dan pengikutnya dengan menekankan pada beberapa faktor antara lain perhatian (attention), komunikasi (communication), kepercayaan (trust), rasa hormat (respect) dan risiko (risk).

 4 (empat) Perilaku Spesifik dari Kepemimpinan Transformasional

Seorang pemimpin dapat dikategorikan mempunyai sifat kepemimpinan trasformasional manakala memiliki perilaku sebagai berikut :

  1. Credible, artinya mempunyai sifat konsisten dan komitmen yang tinggi apa yang diucapkannya dengan yang diperbuat.
  2. Creation opportunities, artinya menciptakan peluang bagi orang lain untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.
  3. Carying, artinya menunjukkan kepedulian kepada orang lain sehingga membuat bawahan merasa diakui menjadi bagian dari organisasi.
  4. Communication, artinya mempunyai keterampilan komunikasi yang baik dengan orang lain.

Terdapat 3 (tiga) aspek dalam kepemimpinan transformasional, yakni :

  1. Vision adalah kemampuan diri untuk menggambarkan, menjelaskan dan meyakinkan bawahan tentang kondisi masa depan yang diinginkannya sekaligus mewujudkannya.
  2. Power adalah memiliki pengaruh, kendali dan kuasa terhadap orang lain atau kelompok sehingga mendapatkan dukungan yang kuat untuk mencapai tujuannya.
  3. Self confidence adalah kepercayaan diri untuk bertindak yang bersumber dari pengalaman atas hal-hal yang terjadi pada kehidupannya. Aneka pemikiran tentang kuasa dan wibawa ini merupakan bunga rampai pemikiran yang mencakup aspek-aspek ilmu-ilmu sosial, menyangkut pandangan orang banyak, mengenai kekuasaan, serta ini merupakan indikator untuk mengukur bobot intelektual seorang pemimpin.

Kebijakan sebagai suatu pernyataan mengenai tujuan umum atau keadaan tertentu yang dikehendaki (as an expression of general purpose or desired state of affairs ) kebijakan publik sebagai “what the government choose to do or not to do. It is the goals or purpose of government programs”. Charles O. Jones (1996: 49).

Ini mengartikan kebijakan adalah unsur-unsur formal atau ekspresi-ekspresi legal dari program-program dan keputusan-keputusan. Dari berbagai variasi asumsi pikiran yang tertera di atas maka setiap pemimpin yang terpilih harus mampu membuat terobosan baru agar mampu mengaktualisasikan kebijakan-kebijakan publik sesuai keinginan rakyat dan daerah, sehingga memimalisir tuduhan-tuduhan dan pikiran-pikiran yang berindikasi pada kepentingan diri dan kelompok.

Selain itu, pemimpin juga membuka pikiran rakyat dengan pembuatan kebijakan-kebijakan yang produktif, pro rakyat, dan berafiliasi dengan pikiran atau keinginan rakyat. (*)

DomaiNesia

Komentar

News Feed