oleh

Hoaks di Tengah Pandemi, Meresahkan

Maraknya berita-berita hoaks ini sangat meresahkan masyarakat. Usaha untuk meredam penyebaran Virus Corona semakin sulit karena masyarakat menolak vaksin, tidak menaati protokol kesehatan, serta acuh tak acuh terhadap setiap kebijakan pemerintah.

 

Penulis: Emil Riwu

(Mahasiswa Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang)

================

Hoaks bisa membunuh manusia. Indonesia sampai dengan saat ini masih tinggal dalam kecemasan yang mengerikan. Pandemi Covid-19 masih menghantui masyarakat Indonesia. Berbagai kegiatan masyarakat di semua bidang kehidupan mengalami kemacetan yang luar biasa. Akses masyarakat ke pasar, mall, tempat-tempat hiburan dan pariwisata dikurangi pemerintah karena bisa menimbulkan penyebaran baru virus Corona.

BACA JUGA: 

Miyabi, Eks Bintang Film Dewasa Doakan Indonesia Segera Bebas Dari Corona

Yang Bisa Temukan Vaksin Corona, Bintang Film Panas Rusia Berikan ‘Pelayanan Gratis’  

Fakultas Filsafat Unwira Kupang Gelar Yudisium

Ini Pengakuan Pria Hiperseks Tentang Rasanya Dikebiri

Seks Virtual Diprediksi Makin Populer di 2021

Istri Gigit Burung Suami, Suami Jahit Kelamin Istri Pakai Kawat

Situasi yang sulit ini kemudian diperparah dengan adanya berita-berita hoaks yang meluas di media massa. Ada yang mengatakan bahwa vaksin mengandung mikrocip magnetis, melebih-lebihkan gejala saat terpapar virus corona yang menimbulkan stres dan melemahkan daya tahan tubuh, penggunaan obat-obat herbal sebagai cara ampuh “mematikan” Virus Corona, atau Covid-19 adalah konspirasi dan masih banyak lagi. Berita-berita yang membingungkan ini membuat masyarakat dilema.

Hoaks adalah ketidakbenaran suatu informasi atau data yang diungkapkan. Ketidakbenaran itu karena data yang disampaikan tidak valid atau kredibel. Walaupun demikian berita-berita itu dibuat dan dipoles sedemikian rupa sehingga terlihat bahwa hal itu benar-benar terjadi dan nyata.

Berita-berita ini sering dijumpai di media online dan penyebarannya paling banyak melalui WhatsApp dan Facebook. Penyebaran berita-berita hoaks akhir-akhir ini marak terjadi sehubungan dengan Pandemi Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia.

Sejak awal tahun 2020, Indonesia diserang wabah Virus Corona yang sudah menelan banyak korban di negara-negara lain. Walaupun di Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan lainnya terpapar virus Corona, Indonesia masih bebas virus Corona dan belum memasang status siaga.

Indonesia untuk pertama kalinya mengumumkan kasus positif Corona oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Maret 2020. Ketika kasus ini terus berlanjut dan semakin menyebar ke seluruh wilayah Indonesia serta telah menelan banyak korban, masih ada yang tidak yang percaya akan keberadaan virus ini.

Hiruk pikuk informasi mengenai Virus Corona di tanah air, membuka peluang munculnya berita-berita hoaks. Berita-berita itu diantaranya vaksin mengandung mikrocip magnetis, melebih-lebihkan gejala saat terpapar Virus Corona yang menimbulkan stres dan melemahkan daya tahan tubuh, penggunaan obat-obat herbal sebagai cara ampuh mematikan virus corona, atau Covid-19 adalah konspirasi.

Akibatnya masyarakat membangun sikap acuh tak acuh kepada pemerintah, tidak menaati protokol kesehatan, takut menerima vaksin, bahkan ada pasien yang menolak untuk dilakukan PCR oleh pihak Rumah Sakit. Karena termakan isu hoaks yang mengatakan Corona itu konspirasi dan tidak benar-benar ada, seorang bapak bernama Hasanudin (63) warga Jakarta Timur menolak untuk melakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) padahal dirinya sudah demam selama dua minggu. Ketidakpercayaan karena hoaks yang berujung nyawa. (https://www.kompas.id/baca/polhuk/2021/07/21/hoaks-covid-19-yang-mematikan)

Maraknya berita-berita hoaks ini sangat meresahkan masyarakat. Usaha untuk meredam penyebaran Virus Corona semakin sulit karena masyarakat menolak vaksin, tidak menaati protokol kesehatan, serta acuh tak acuh terhadap setiap kebijakan pemerintah.

Hal ini sebenarnya sangat merugikan masyarakat sendiri. Berita-berita yang diterima tidak dikritisi dengan baik dan akhirnya mempunyai pandangan yang salah yang berujung pada kematian. Kasus Covid-19 bukanlah masalah yang sepele.

Mari sikapi dengan bijak setiap informasi; telusuri situs-situs resmi penanganan Covid-19 misalnya https://covid19.go.id/, https://kipi.covid19.go.id/, https://covid19.go.id/faskesvaksin untuk mendapatkan berita yang akurat demi kebaikan bersama. Dukunglah pemerintah untuk memberantas penyebaran Virus Corona dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan sukseskan program vaksinasi. (*)

DomaiNesia

Komentar

News Feed