oleh

Uskup Mandagi: Orang Papua Bukan Binatang

MERAUKE, suluhdesa.com | Uskup Keuskupan Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC memberikan pernyataan sikapnya terkait peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh dua oknum anggota TNI Angkatan Udara kepada salah satu warga Papua pada hari Senin (26/07/2021) Pukul 10.00 WIT di Jalan Raya Mandala.

BACA JUGA: 

Oknum Anggota TNI AU Injak Kepala Warga di Papua

Kompak Indonesia dan KPK Jadikan Pegunungan Bintang di Papua Pilot Program

Jakarta Memandang Konflik di Papua dengan Cara Pandang yang Keliru

Diwisuda di UGM Jadi Doktor, Niko Loy: Finalisasi Sementara Kehidupan

Saya Terpapar Covid, Tak Perlu Ikut Arus Kebodohan Massal

“Terima kasih kepada petinggi militer yang sudah dengan cepat melaksanakan tindakan hukum terhadap dua orang aparat militer Angkatan Udara pelaku kekerasan,” kata Uskup Mandagi dalam rilisnya yang diterima Media SULUH DESA, Jumat (30/07/2021) pagi.

Menurut Uskup Mandagi, setiap manusia, termasuk orang Papua, baik yang sehat maupun yang sakit, adalah manusia, gambaran Allah. Karena itu mereka tidak bisa diperlakukan secara kasar. Mereka itu bukan binatang.

“Kami mengutuk setiap tindakan kekerasan terhadap manusia siapapun. Yang melaksanakan tindakan kekerasan terhadap manusia harus ditangkap, diadili, dan dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Uskup Keuskupan Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC

Uskup Mandagi menyampaikan khusus terhadap orang Papua yang sudah terlalu lama mengalami sikap dan tindakan kekerasan dari pihak aparat militer dan mereka sungguh sudah terluka, hendaklah aparat militer minta maaf dan berjanji akan mengubah cara pendekatan terhadap orang Papua.

“Hendaklah aparat militer mengasihi, menghargai, dan melindungi orang Papua. Memang tetap haruslah menegakkan hukum pada siapapun yang bersalah yang melawan hukum entah orang Papua atau bukan, namun penegakkan hukum itu harus diwarnai dengan cinta, kelembutan, dan bukan dengan dendam dan kekerasan, seperti dibuat oleh dua orang aparat militer TNI Angkatan Udara itu,” ujar dia.

Uskup Mandagi menambahkan, “karena orang Papua sudah banyak terluka dengan sikap dan tindakan kasar dan keras dari beberapa anggota militer, maka para anggota militer yang ditempatkan di Papua haruslah mendapat pembinaan khusus dalam hal karakter.

“Memang kami tidak menutup mata atas banyak anggota militer yang baik, yang sudah banyak berbuat baik untuk orang Papua secara khusus. Kepada mereka kami berterima kasih. Dmikianlah pernyataan kami. Salam dan hormat,” tutup Uskup Mandagi. (idus/nya)

DomaiNesia

Komentar

News Feed