oleh

UGM Yogyakarta Wisuda 711 Pascasarjana Secara Daring

YOGYAKARTA, suluhdesa.com | Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mewisuda program pascasarjana secara daring, Rabu (28/7/2021).

BACA JUGA:

Niko Loy, dari Maghilewa Merantau ke Jogja dan Kini Bergelar Doktor

Melansir InewsYogya.id, total ada 711 lulusan yang terdiri atas 581 lulusan Program Magister (S2) empat wisudawan merupakan warga negara asing (WNA), 75 lulusan Program Spesialis dan 55 orang lulusan Program Doktor (S3), dua di antaranya wisudawan WNA.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan, saat ini Indonesia tengah menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 dengan munculnya varian-varian baru yang mudah menular.

Fasilitas kesehatan mulai kesulitan menampung pasien yang terus berdatangan. Sementara dampak pandemi di berbagai segi kehidupan semakin terasa.

“Situasi ini menuntut kita untuk terus memikirkan upaya-upaya penanganan yang cepat dan tepat, agar pandemi segera mereda sebelum menimbulkan dampak-dampak yang lebih serius,” katanya.

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengupayakan penurunan angka penularan dan kematian. Selain itu juga dilakukan penguatan kapasitas layanan kesehatan, percepatan vaksinasi, dan penyaluran bantuan sosial kepada kelompok terdampak. Upaya ini perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak agar tujuan perbaikan kondisi dapat tercapai.

“Para wisudawan dan wisudawati juga diharapkan dapat turut ambil bagian dalam berbagai upaya kreatif mengatasi pandemi sesuai bidang yang ditekuni,” paparnya.

Panut menjelaskan salah satu pelajaran dari pandemi adalah pentingnya sinergi berbagai bidang ilmu untuk mengatasi persoalan-persoalan di tengah dunia yang telah begitu terkoneksi. Cobaan saat ini begitu sulit, namun jika saling mendukung satu dengan yang lain, optimis bisa melewatinya.

Karenanya UGM mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk terlibat dalam upaya tersebut dengan memperkuat solidaritas sosial dan ke-gotong-royongan dalam menanganani situasi krisis pandemi serta disiplin dalam protokol kesehatan.

“Mari kita perkuat jati diri UGM sebagai universitas yang selalu dekat dengan rakyat dan peduli pada masalah-masalah kemanusiaan,” ajaknya.

UGM sendiri sejak awal pandemi, telah turut berkontribusi untuk mengatasi pandemi serta dampak-dampak yang dibawanya. Sejumlah inovasi kebijakan maupun produk-produk hasil riset serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan telah dihasilkan. (idus/ines)

DomaiNesia

Komentar

News Feed