oleh

Dolvi Kolo, Mantan Penjual Ikan yang Siap Bertarung di DPD RI

SOSOK, suluhdesa.com | Dolvianus Kolo atau Dolvi Kolo adalah salah satu politisi muda potensial di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang sangat dekat dan ramah dengan siapa saja. Dolvi lahir empat puluh tiga tahun yang silam di Desa Haumeni, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

BACA JUGA: 

Berhadapan dengan 7 Penguji, Pater Markus Ture OCD Berhasil Raih Gelar Doktor

Dolvi kecil menamatkan pendidikan dasarnya di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Peboko. Saat itu di luar jam sekolah ia mengisi waktu luang dengan menjual es milik gurunya, Kris Lake (Almarhumah). Walaupun begitu, prestasi di sekolah cukup cemerlang, nilai rapornya ada yang tertera nilai 10.

“Setelah tamat SD, saya melanjutkan pendidikan di SMP Xaverius Putera Kefamenanu. Di SMP, saya juga meluangkan waktu untuk jualan ikan keliling kota Kefa. Tidak ada perasaan malu waktu itu. Yang ada di dalam pikiran itu adalah intinya saya bisa mendapat uang untuk membeli jajan di sekolah atau membayar uang sekolah,” kisahnya.

Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di Seminari Lalian-Atambua.

“Di seminari ini kemampuan saya di bidang drama mulai terasah. Saya berlatih acting di panggung dan ternyata itu sangat menghibur semua teman dan guru-guru di seminari. Saat naik ke kelas 3, saya kemudian pindah ke SMUN 1 Kefamenanu dan tamat dengan Nilai Ebtanas Murni (NEM) tertinggi. Saya sangat bangga tentunya,” ungkap pria yang lahir pada 21 Januari 1978.

Dolvi yang telah beranjak remaja itu lalu merantau ke Kota Kupang untuk melanjutkan studi S1 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Di FKIP Undana, Dolvi bersama sahabatnya Jhon Pandak dan Agus Pandak sempat melakukan syuting beberapa drama seri di TVRI stasiun Kupang. Selain giat di dunia seni, ternyata Dolvi juga peka dengan keadaan sosial kemasyarakatan di sekitarnya.

Pada Tahun 2001-2002 ia terpilih menjadi Ketua Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Kupang.

Menjelang suksesi Rektor Undana tahun 2004 bersama Agus Pandak, cs, Dolvi sempat mendekam di sel Polres Kupang, karena mempersoalkan beberapa kasus korupsi di Undana.

Tahun 2005, Dolvi terpilih menjadi Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang. Dolvi menjadi Kader muda Pulau Timor pertama yang pernah duduk di posisi itu. Di GMNI Cabang Kupang ini, Dolvi mulai berkenalan dengan tokoh besar NTT, seperti Almarhum Piet A. Tallo, Frans Lebu Raya, Esthon Foenay, Ibrahim Agustinus Medah, Jefri Riwu Kore, dan Daniel Adoe.

“Tahun 2005 saya bersama aktivis GMNI Cabang Kupang melakukan demo di Kota Kupang. Kami mengkritisi masalah korupsi proyek pengadaan sarana kesehatan (Sarkes) di Dinas Kesehatan Provinsi NTT,” ujarnya saat saat berbincang dengan Media SULUH DESA, Minggu (25/07/2021).

Tahun 2007, Dolvi memperoleh gelar S1 di Undana Kupang dan melamar ke SMPN 1 Kefa sebagai guru honor.

“Tahun 2008, saya ikut seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan dan berhasil terpilih sebagai Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Kota Kefamenanu untuk Pilgub NTT tahun 2008. Saya kemudian menjadi Anggota KPUD Kabupaten TTU periode 2009-2014,” kata Dolvi yang sempat menjadi Enumerator pada Lembaga Survey Indonesia (LSI) tahun 2004-2007 sambil tersenyum.

Tahun 2013, nama Dolvianus Kolo menjadi terkenal di Kabupaten TTU lantaran ia memilih mengundurkan diri dari KPUD TTU.

Setelah mundur dari KPUD TTU, Dolvi sempat setahun menjadi dosen tidak tetap di Universitas Timor (Unimor) tahun 2013-2014, dan mengasuh mata kuliah berbicara di Program Studi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dolvi meyakini bahwa perjalanan hidupnya telah diatur oleh Tuhan, maka ia berani memutuskan untuk maju menjadi calon anggota DPRD NTT melawan para seniornya yang sudah malang melintang di dunia politik.

“Sebagai kader yang masih muda belia saya tidak merasa gentar sejengkal pun. Saya maju dengan penuh percaya diri dan berhasil terpilih menjadi anggota DPRD NTT periode 2014-2019 dari PDI Perjuangan,” cerita Anggota komisi 1 DPRD NTT 2014-2018 tersebut.

Menjelang Pilkada Gubernur NTT Tahun 2018, sebagai salah satu tim keluarga, Dolvi melakukan sosialisasi berkeliling ke seluruh wilayah NTT untuk mendukung Raymundus Sau Fernandes menjadi bakal calon Gubernur NTT. Perjuangan itu kemudian menemui jalan buntu, karena tidak mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

“Buntut dari tidak direkomendasikannya Bapak Raymundus Sau Fernandes sebagai Calon Gubernur NTT dari PDI Perjuangan, saya menyatakan mengundurkan diri dari anggota PDI Perjuangan dan Anggota DPRD NTT. Saya bersama Bapak Raymundus Sau Fernandes kemudian mengambil keputusan dengan mengalihkan dukungan ke Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, Calon Gubernur NTT hasil koalisi NasDem, Golkar, Hanura dan PPP dan berhasil menghantar Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat menjadi Gubernur NTT,” ungkapnya lagi.

Pada Pemilu tahun 2019, Dolvi kembali terpilih menjadi Anggota DPRD NTT periode 2019-2024 dari Partai NasDem mewakili daerah pemilihan NTT 7, mencakup Kabupaten TTU, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka.

“Saat ini saya juga menjabat di DPW Nasdem NTT, sebagai Wakil Ketua Bidang pendidikan. Selain itu saya juga berada di dalam wadah Persatuan Alumni DPD GMNI NTT sebagai Wakil Ketua Bidang urusan kepemiluan,” imbuh owner Cemara Cafe di KM 9 arah Kupang yang lagi viral di Kota Kefamenanu ini.

Dolvi yang pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD PDIP NTT dan Kepala Badan Saksi Pemilu nasional di DPD PDIP NTT ini menikah dengan wanita pujaan hatinya yakni Maria Josepha Otang, S.T., M.Si, kelahiran Boanawa, Ende, putri tunggal dari Bapak Jan Otang (asal Sikka-Maumere) dan Mama Imelda Ndando (Asal Watunesu-Ende) dan kini istri tercintanya mengabdi di Dinas Pekerjaan Umum Pemprov NTT.

Buah hati dari pernikahan itu adalah Giovanni Marhaen Anunu Kolo (Kelas 2 SMP St. Antonius Padua Sasi-Kefamenanu), Clotilde Putri Kolo (Kelas 6 SDK Rosa Mistika Penfui-Kupang), Matheuw Shaylendra Kolo (Kelas 5 SDK Rosa Mistika Penfui-Kupang), dan Jokowi Maurito Kolo (Kelas 2 SDK Rosa Mistika Penfui-Kupang).

Saat ditanya oleh media ini, apakah tahun 2024 akan maju dan bertarung di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia?

Dolvi menjawab bahwa, ia memiliki niat untuk mengabdi bagi seluruh masyarakat NTT yang dicintainya.

“Kita menunggu untuk berproses ya. Kalau Allah, Alam, dan Leluhur merestui maka saya siap untuk maju dalam perhelatan pemilihan Anggota DPD RI. Tapi memang saya mau maju untuk masyarakat. oleh karena itu saya mohon dukungan semua masyarakat NTT, jika memang saya layak, maka saya akan maju untuk menjadi Anggota DPD RI. Saat ini kita masih berproses untuk mengikuti tahapan itu,” jawab Dolvi yang menjabat sebagai Anggota Komisi V DPRD NTT periode 2019-2024.

Dolvi meyakini dengan pengalamannya di bidang politik selama ini, ia akan berhasil membawa suara masyarakat NTT ke pusat.

“Kita harus berjuang untuk NTT, untuk masyarakat. Kita ini memiliki potensi yang besar hanya belum dimaksimalkan. Nah kita butuh sosok-sosok yang mampu membawa NTT ke pusat sehingga pusat menaruh perhatian terhadap pembangunan SDM dan SDA di NTT. Saya sanggup untuk itu,” tutup Dolvi. (idus/idus)

DomaiNesia

Komentar

News Feed