oleh

Pembangunan Septic Tank di Kecamatan Rinhat Mangkrak, Tinggalkan Bekas Galian

-Berita, Daerah-359 views

MALAKA, suluhdesa.com | Pekerjaan konstruksi pembangunan septic tank individual di Desa Webetun, dan Desa Biudukfoho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan sumber dana dari APBD, masing-masing sebesar 700 juta rupiah lebih (sesuai data LPSE Kabupaten Malaka) tahun anggaran 2018 diduga mangkrak.

Pasalnya, proyek tersebut yang dikerjakan oleh CV. Hidup Baru (Desa Webetun) dan CV. Bintang Jaya Perkasa (Desa Biudukfoho) sejak tahun 2018 hingga tahun 2021 belum rampung dikerjakan.

BACA JUGA:

Pengerjaan Septic Tank di Desa Biuduk Foho Mangkrak, Telan Korban Jiwa

Pantauan Media SULUH DESA di lapangan, setiap kepala keluarga yang mendapatkan bantuan tersebut, sebagian besar belum selesai dikerjakan. Lebih parahnya lagi, sampai saat ini, hanya meninggalkan bekas galian lubang sejak tahun 2018.

Salah satu masyarakat penerima manfaat asal Desa Webetun, saat ditemui di kediamannya menyampaikan bahwa, terpaksa mereka sendiri menyelesaikan pengerjaan septic tank itu dengan biaya sendiri karena bantuan yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba.

“Kami kerja sendiri, suami pi (pergi) merantau kirim uang baru kami kerja pelan-pelan sampai selesai,” ucapnya sambil meminta namanya tidak dipublikasikan.

Terpisah, masyarakat penerima manfaat di Desa Biudukfoho, di Dusun Leolaran B, Imelda Bui menyampaikan kepada media ini bahwa, dirinya juga mengerjakan sendiri dengan biaya semampunya walaupun hanya darurat.

Pembangunan septic tank milik salah satu warga di Desa Biudukfoho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mangkrak dan tidak dapat digunakan.

“Kami terpaksa kerja kasih selesai, dengan biaya sendiri, walaupun hanya darurat tapi kami bisa pakai. Bantuan yang kami tunggu-tunggu tidak datang, kami kerja sendiri, dari pada kasus yang sama terjadi lagi terhadap anak atau cucu kami,” kisahnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa pada tahun 2019 salah satu warga yang juga mendapat bantuan tersebut, bernama Tarsisius Klau, cucunya menjadi korban karena lubang yang sudah digali sampai 1 tahun dibiarkan terbuka.

Kepala bidang (Kabid) Cipta Karia, Yoseph Nahak, saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa pihaknya telah berulang kali bersurat kepada yang mendapat tender proyek itu agar segera selesaikan pekerjaannya.

Dirinya juga menerangkan bahwa proyek yang dikerjakan tersebut belum di PHO, karena baru selesai 64 persen.

“Kita sudah bersurat berulang kali untuk mereka kerjakan, dan kemarin dengan tegas saya beri warning bahwa tanggal 10 ini sudah harus selesai,” jawabnya kepada wartawan saat ditemui di ruangannya pada Jumat (02/07/2021).

Hingga berita ini diturunkan, kedua pekerja proyek (CV Hidup Baru dan CV Bintang Jaya Perkasa) belum merespon konfirmasi awak media lewat pesan WhatsApp, beberapa kali awak media menghubungi, namun tak ada jawaban.

Untuk diketahui, kedua CV ini masing-masing mengerjakan pembangunan septic tank individual sebanyak 96 unit. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed