oleh

Puisi-puisi Peserta Didik SMP Negeri 6 Nekamese

-Sastra-527 views

PUISI, suluhdesa.com | Puisi adalah ungkapan jiwa yang paling lubuk. Seperti kata Jokpin bahwa puisi adalah bunyi, anak-anak SMPN 6 Nekamese Kabupaten Kupang mengungkapkan bunyian jiwa dalam bait-bait puisinya. Aksara yang bernyala dalam puisi-puisi indah berikut menjadi bara pada literasi, mengingat semangat literasi anak-anak milenial yang butuh dinyalakan.

 

=================

 

PUTERI KECIL YANG BERDURI MAWAR

Oleh: Esra Mollo Bilaut

 

Dia yang merah

Bagiku indah di pandang mata

Melalang buana di alam jiwa

Sejuk hati meredup amarah

Tak hanya nyata di mata

Tapi terasa ke dalam dada

Keindahan yang memesona

Hati tergoda karena terpana

Semerbak wangi mengharumi pikiran

Lekas terbayang di dalam angan

Sungguh indah dalam pandangan

Pikiran turut merekah lepas

Sambil menghirup aroma mewangi

Bagai di pemandian dewi khayangan

Sungguh indah dia puteri kecil berduri ‘mawar’

/////

 

COVID-19

Oleh: Enjelina Banafanu

Kau datang bagai tamu tak diundang

Kau bagai angin tak terlihat bentuk

Tak kenal tegur sapa

Tak kenal siapa pun dan kapan pun

Kau mengerogoti setiap insan yang sedangbersuka

Kau menghambat aktivitas kami

Kau membatasi kedekatan dengan sang khalik

Hanya doa yang kami panjat kan ke hadirat-Mu

Jauhkanlah murkamu daribumiku

Pulihkanlah,

Biarkan canda tawa menghiasi bumiku

 

////

 

SEROJA

Oleh: Demriana Krisanti Sbaat

 

Dulu besih

Kini kotor

Dulu hijau

Kini gersang

Dulu banyak pohon merimbum

Sekarang berjatuhan

menutup akses jalan

bahkan merobohkan rumah

Dulu atap-atap rumah megah

berwarna-warni di sepanjang jalan

kini terbuka menatap mega

bumiku hancur tak berdaya

Badai melanda semalaman

telah  merubah segalanya

ganas meratakan yang kokoh berdiri

merendam bumiku

menghanyutkan milikku

dan tinggalkan kenangan mencekam

kaulah Seroja

 

/////

 

DUKA NEGERIKU

Oleh: Mensi L. Una

 

Bunga-bunga selalu riang

Pohon-pohon menghijau selalu menari

Burung-burung berkicau merdu

Di pagi yang cerah semuanya bergirang

Kini…

Semuanya rusak

Tumbang

Bergelimpangan dimana-mana

Suara kicauan burung tak lagi terdengar

Seakan lenyap ditelan bumi

Bumiku menangis

Negeriku berduka

Alamku menderita

Betapa mencekam menyaksikanmu

Porak-poranda dalam semalam

Betapa menusuk dan mencekam wahai Seroja

Sungguh tak akan terlupakan

/////

 

SAYAP YANG CANTIK

Oleh: Diva C. Takesan

Sungguh indah warnamu

Menarik hati setiap memandangmu

Seakan  mensyukuri  anugerah  yang Maha Kuasa

Kau melalang buana dengan sayapmu

Terbang kian kemari mencari bunga

Menghisap madu pada setiap kembang

 

Aku ingin memilikimu

Kau begitu indah nan menawan

Begitu cantik

Membuatku terpana

(***)

Karya Peserta Didik SMP Negeri 6 Nekamese, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam Buku Antologi Puisi Gelita Durja Pandemi “Sebuah Elegi”  ISBN 978-623-298-693-0

Komentar

News Feed