oleh

Maksimalkan Hasil Pertaniannya, Petani di TTU Ini Gunakan Atonik

KEFAMENANU, suluhdesa.com | Para petani dalam usaha meningkatkan hasil panennya perlu menggunakan cara profesional. Pelbagai trik dan taktik telah digunakan demi memperoleh hasil yang memuaskan. Namun sejauh ini para petani masih banyak mengeluh tentang hasil panen yang tidak maksimal bahkan tidak memperoleh hasil sama sekali. Oleh sebab itu, perlu menggunakan zat perangsang tumbuh tanaman Atonik untuk menjawab persoalan hasil panen yang seringkali tidak maksimal.

Hal ini disampaikan oleh Romanus Bifel kepada Media SULUH DESA, hari Selasa (29/06/2021) di rumah kediamannya di Desa Salu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Romanus Bifel mengisahkan perjalanan hidupnya menjadi petani. Ia mengaku sudah menjadi petani sejak kecil. Sehingga tak dapat dipungkiri bahwa teknik bertani secara manual hingga pertanian modern dengan menggunakan alat bantu sudah ia lakukan.

Semua teknik diakuinya baik pada masanya. Artinya pada tahun 1990-an ketika ia mulai bertani, cara manual adalah yang paling baik dan hari ini teknik bertani dengan menggunakan alat bantu jauh lebih efektif. Namun menurut Romanus Bifel, teknik bertani dengan alat bantu saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Ia menyarankan untuk menggunakan zat perangsang tumbuh tanaman Atonik.

“Kita dapat membandingkan pertumbuhan tanaman yang diperlakukan dengan Atonik dan yang tidak menggunakan apa-apa. Di situ baru bisa kita buktikan hasilnya. Atonik dapat menumbuhkan tanaman lebih cepat dan juga mengakselerasi durasi panennya. Contohnya seperti kacang hijau yang harusnya panen pada usia 55 hari dapat dipersingkat menjadi 45 atau bahkan 40 hari. Saya sudah membuktikannya dan itu nyata,” jelas Romanus.

Romanus menambahkan bahwa tanaman yang selama ini ditanaminya hampir pasti tidak pernah gagal.

“Padi yang saya tanam di sawah kemarin harusnya gagal karena curah hujan yang tidak memadai. Sehingga mau tidak mau harus disiram dengan air ledeng. Namun berkat Atonik, hasil panen padi yang saya tanam justru jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan ini membuktikan keunggulan dari Atonik,” ujar pria berusia 46 tahun ini.

Tanaman Bawang Putih milik Romanus Bifel yang diperlakukan dengan menggunakan Atonik.

Menurut Romanus, Atonik dapat menetralkan zat asam yang terkandung dalam air hujan sehingga bagi petani yang menanam tomat tidak perlu lagi takut kalau hujan dapat merusaknya.  Selain itu, Atonik juga mampu mengembalikan struktur tanah menjadi gembur. Sehingga petani tidak perlu takut humus yang tersimpan dalam tanah bakal berkurang.

Semenjak menggunakan zat perangsang tumbuh tanaman Atonik, Romanus Bifel lebih percaya diri untuk bertani. Ia menyampaikan bahwa menjadi petani profesional harus menggunakan Atonik sebagai kawan bertani.

“Hasil panen padi yang saya peroleh tahun ini tiga kali lipat dari hasil biasanya. Dan ini semua karena bantuan dari Atonik. Sehingga saya sarankan untuk petani-petani di TTU untuk mencoba menggunakan Atonik. Saya yakin pasti hasilnya memuaskan,” puji Romanus.

Lebih lanjut, Romanus mengaku tahun ini ia sedang mencoba menanam Bawang Putih pada lahan seluas 30 are. Dan ia percaya hasilnya bakal memuaskan.

“Saya sangat percaya bahwa tahun ini bakal panen dalam jumlah banyak. Dan saya berharap banyak petani yang mau melihat dan ikut menggunakan Atonik,” tutup Romanus.

Atonik merupakan zat pengatur tumbuh tanaman berbentuk larutan dalam air berwarna coklat tua. Atonik bermanfaat untuk meningkatkan jumlah, bobot buah dan dapat menghambat dan menekan berkembangnya beberapa penyakit tanaman.

Atonik berfungsi mempercepat proses pertumbuhan tanaman. Dengan menyemprotkan Atonik tersebut, semua jenis tanaman akan tumbuh secara cepat dengan daun lebar serta batang yang kokoh, sehingga buahnya pun ukurannya jadi lebih besar. Hormon ini berguna sebagai pupuk atau obat bagi tumbuhan agar lebih cepat tumbuh menjadi besar.

Beberapa fungsi atau kegunaan pemakaian Atonik:

  • Semua tanaman dapat dengan cepat tumbuh merata.
  • Pemulihan tumbuhan misalnya pada daun dan batang yang rusak dengan cepat.
  • Mampu menyediakan produk kualitas yang lebih baik.
  • Melindungi terhadap berbagai kondisi pertumbuhan negatif tanaman
  • Dapat digunakan untuk berbagai macam jenis tanaman seperti jeruk, kentang, tomat, padi, bawang merah, cabai, dan lain-lain.

Bahan aktif:

  • Natrium Orto-nitrofenol 2 g/l,
  • Natrium Para-nitrofenol 3 g/l,
  • Natrium 2-7 ditrofenol 0,5 g/l,
  • Natrium 5 nitroguaiakol 1 g/l. (Geztha/Geztha)
DomaiNesia

Komentar

News Feed