oleh

WNI Asal Kupang Meninggal di Jerman, Kemenlu RI Cari Keluarganya

JAKARTA, suluhdesa.com | Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia melalui Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) telah menerima informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI Hamburg) mengenai satu orang Warga Negara Indonesia bernama Bendelina Paulin Riwoe (WNI) asal Kupang, kelahiran 27 September 1943 yang meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Braunshweig, wanita itu meninggal dunia pada Selasa, 15 Juni 2021 waktu setempat. Hingga saat ini Dinas Kesehatan belum mendapatkan kontak dari  pihak keluarga ataupun saudara untuk pengurusan jenazah. KJRI Hamburg telah melakukan penelusuran terhadap dokumen keimigrasian namun belum menemukan kontak keluarga di Indonesia maupun di Jerman dan hanya mendapat alamat terakhirnya di Jalan Gajah Mada, Kupang, NTT.

Informasi ini diterima Redaksi Media SULUH DESA, Rabu (30/06/2021) dini hari dari pihak Kemenlu RI lewat pesan WhatsApp.

Diketahui, wanita yang memiliki nomor Paspor AT508210 itu telah lima belas tahun tinggal di Jerman dan telah memiliki permanent residency. Dia bekerja sebelumnya sebagai perawat dan tidak mempunyai keturunan atau menikah.

Dinas Kesehatan Kota Braunscweig menyampaikan bahwa, jika tidak ditemukan keluarga Almarhumah, maka jenazah itu akan dimakamkan pada hari ini, Rabu, 30 Juni 2021 di tempat pemakaman setempat.

Menanggapi hal itu, Gabriel Goa, Ketua Pembina Lembaga PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) menyampaikan rasa dukacitanya.

Gabriel Goa, Dewan Pembina Lembaga PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia)

Melalui rilis yang diterima media ini, pada Rabu (30/06/2021) Pukul 09.00 WITA, Goa juga menyatakan apresiasinya atas partisipasi aktif Kemenlu RI dan Konjen RI Hamburg dalam melindungi WNI terutama di saat ajal agar diketahui keluarga besar Almarhumah di Kupang, NTT.

“Kami meminta bantuan Gubernur NTT dan Walikota Kupang untuk segera mencaritahu keberadaan keluarga kandung dan keluarga besar Almarhumah di Kupang,NTT, dan segera berkoordinasi dengan Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kemenlu RI , dan KJRI Hamburg untuk pengurusan pemulangan jenazah almarhumah kembali ke Kupang, NTT,” tutupnya. (idus/msd)

Komentar

News Feed