oleh

Pengerjaan Septic Tank di Desa Biuduk Foho Mangkrak, Telan Korban Jiwa

-Berita, Daerah-675 views

MALAKA, suluhdesa.com | Proyek pengerjaan septic tank di Desa Biuduk Foho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mangkrak sejak tahun 2018 hingga kini.

Selain proyek ini yang mangkrak, juga meninggalkan duka mendalam bagi Tarsisius Klau, warga dusun Leolaran B pada tahun 2019 silam.

“Sampai ada korban di tahun 2019, waktu itu pas bulan Mei, cucu saya umur 2 tahun jatuh dalam lubang galian WC, kami sempat bawa ke rumah sakit tapi tidak bisa tertolong,” ungkap Tarsisius Klau, kakek dari sang cucu yang meninggal akibat terjatuh ke dalam lubang galian septic tank saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

Tarsisius menjelaskan bahwa proses pengerjaannya sewa kelola, sehingga waktu itu masing-masing menggali lubang sambil menunggu bahan dari kontraktor dengan nominal upah yang telah disepakati.

Akibat bahan tak kunjung datang, lubang hasil galian tersebut dipenuhi dengan air dan dibiarkan terbuka.

“Waktu itu ada air penuh karena kami sudah gali bahan belum turun, dan waktu itu bahan turun juga bagi tidak cukup. Akibatnya cucu saya jadi korban,” kisah Tarsisius.

Pasca kejadian, ia bersama keluarga pernah menyampaikan insiden tersebut ke kepala desa, tetapi tidak ada respon.

Tarsisius membeberkan kalau proyek ini dikerjakan seorang supplier bernama Charlie. Tarsisius menjelaskan bahwa proses pengerjaannya tidak sampai tuntas.

Toilet darurat milik warga Desa Biuduk Foho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami hanya menggali saja, setelah gali pun, Pak Charie itu datang lihat saja, bahan tidak diturunkan. Hanya sebagian yang dapat bahan batu merah, semen 2 sak. Pihak supplier pernah berjanji sebelum Pilkada Malaka 9 Desember lalu itu mau kasih turun bantuan, tapi sampai sekarang tidak turun-turun,” bebernya.

Mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa, Tarsisius berinisiatif menutup lubang galian untuk septic tank itu secara manual dengan sejumlah papan sambil menunggu bantuan tiba.

Tak hanya Tarsisius, Imelda Bui, juga mengalami hal yang sama, yakni pengerjaan septic tank yang tidak sampai selesai. Karena takut ada korban lagi, Imelda berinisiatif dengan kemampuan finansial seadanya untuk menyelesaikan lubang galian itu walaupun darurat.

“Kami gali sendiri, katanya mau bayar 100 ribu tiap lubang, tapi tidak bayar sampai sekarang, sudah begitu, mereka datang hanya lihat lalu pulang, dan kasih turun bahan juga hanya sedikit. Bos kasi turun semen 2 sak batu merah 100 biji, kasih kloset separuh saja, kerja tidak selesai,” jelas Imelda kesal.

Warga lainnya dari Dusun Hali Maneek B, Desa Biuduk Foho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Imakulata Hoar juga mengalami hal serupa.

Ia mengatakan, sejak tahun 2018 mereka menggali menggunakan excavator namun tidak ada material yang turun dan pasca gali tidak ada informasi lanjutan.

“Saya mendapat bantuan ini tetapi tidak tahu dari mana. Saya lihat nama saya ada di daftar. Waktu itu mereka datang hanya bawa nama bilang mau gali lubang WC,” ucap Hoar.

Dirinya sempat bertanya kepada kepala dusun yang sekarang sudah mantan dusun, namun dijawab menjawab jika dirinya tidak tahu.

“Kami minta kalau tidak kerja mereka (supplier, red) untuk datang tutup kembali saja,” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran Media SULUH DESA, proyek septic tank ini untuk 196 kepala keluarga dan sumber dananya dari DAK tahun anggaran 2018.

Supplier Charlie ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa dia yang mengerjakan.

Ketika dihubungi via telpon beberapa waktu lalu, ia mengakui kalau mangkraknya proyek septic tank ini karena ada kendala penangguhan.

“Kemarin itu ada sedikit kendala penangguhan karena kondisi saya kurang bagus. Namun sekarang sementara ada lanjut pengerjaan. Terkait keuangan, dirinya belum menerima semua,” jawab Charlie.

Sementara itu, Kepala Inspektorat kabupaten Malaka Remigius Leki, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp pada hari Kamis (17/06/2021) terkait mangkraknya proyek ini, dirinya menjawab, “saya cek dulu ya?”. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed