oleh

Polsek Kupang Tengah Berhasil Bekuk Yusten Boy yang Selama Ini Buron

KUPANG, suluhdesa.com | Anggota Polsek Kupang Tengah berhasil membekuk pelaku penganiayaan bernama Yusten Boy yang selama ini buron. Yusten Boy dilaporkan oleh Danial Banu lantaran menganiaya dirinya dengan menggunakan sebilah parang hingga ia mengalami luka belah pada punggung belakang bagian kanan.

Demikian informasi yang diperoleh Media SULUH DESA dari Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung, S.H, S.I.K, M.Si melalui Kapolsek Kupang Tengah IPDA Elpidus Kono Feka, S.Sos, pada hari Rabu (02/06/2021).

BACA JUGA; Buronan Kasus Curanmor Berhasil Diringkus Anggota Polsek Kupang Tengah

Kronologinya terjadi pada hari Sabtu, 08 Mei 2021 sekitar Pukul 18.00 WITA, di dalam sawah, Rt. 012/Rw 006, Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Korban berangkat dari rumahnya untuk pergi merontok padi di sawah miliknya yang terletak di Rt. 012/Rw 006, Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Pada saat Korban sedang merontok padi, sekitar pukul 18.00 WITA, datanglah Pelaku sambil membawa sebilah parang yang disisipkan di pinggang kirinya.

Atas inisiatif sendiri, Pelaku kemudian membantu Korban mengangkat padi hasil rontok yang sudah Korban masukan ke dalam karung.

Pada saat Pelaku mengangkat karung yang berisi padi, karung tersebut jatuh sehingga padi yang ada di dalam karung tumpah. Lalu Korban memarahi serta menegur Pelaku dengan berkata,  kenapa lu buat begini, stop bantu kerja sudah. Akibatnya Pelaku merasa jengkel dan marah. Lalu Pelaku mengambil parang yang ia sisipkan di pinggang kirinya dan langsung diayunkan ke arah punggung belakang bagian kanan Korban sebanyak 1 kali sehingga Korban mengalami luka belah pada punggung belakang bagian kanan.

Setelah itu Pelaku langsung melarikan diri dengan membawa parang yang ia gunakan untuk menganiaya Korban.

Lalu Viktor Banu membawa Korban datang melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi Polsek Kupang Tengah. Sesampainya di Polsek Kupang Tengah, anggota yg melaksanakan piket langsung membawa Korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang guna mendapatkan perawatan medis sekaligus untuk memperoleh hasil pemeriksaan Visum Et Repertum sebab luka yang dialami Korban banyak mengeluarkan darah. Usai mendapatkan perawatan medis awal, Korban dirawat inap atau opname.

Selanjutnya, anggota piket mengarahkan Viktor Banu untuk membuat laporan polisi di Polsek Kupang Tengah.

Viktor Banu dan para saksi kemudian diperiksa dan dimintai keterangan oleh Penyidik Pembantu Brigpol Karel Lena Leo.

Setelah Korban menjalani rawat inap atau opname di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, Korban pun dipulangkan karena dinyatakan sudah sehat, lalu Korban datang memberikan keterangan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dari laporan Korban itu, Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Kupang Tengah berkolaborasi melakukan penyelidikan guna dilakukan penangkapan terhadap Pelaku yang telah buron. Hasil penyelidikan tersebut membuahkan hasil dan telah diketahui tempat persembunyian dari Pelaku.

Berdasarkan hal itu, Kanit Reskrim Polsek Kupang Tengah BRIPKA Pance Sopacua meminta petunjuk kepada Kapolsek Kupang Tengah IPDA Elpidus Kono Feka, S.Sos.

Kapolsek Kupang Tengah Elpidus Kono Feka, S.Sos lalu memerintahkan agar segera dibuatkan surat perintah penangkapan terhadap Pelaku Yusten Boy.

Pada hari Senin, tanggal 10 Mei 2021, sekitar Pukul 01.30 WITA (dini hari),  Kanit Reskrim Polsek Kupang Tengah Bripka Pance Sopacua bersama Anggota Reskrim BRIPKA Karel Lena Leo dan Anggota Intelkam BRIGPOL Umbu Praing, S.H berhasil menangkap Pelaku di rumah Jermias None di Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pelaku digiring ke Polsek Kupang Tengah untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh Penyidik Pembantu BRIPKA Karel Lena Leo.

Setelah selesai diperiksa dan dimintai keterangan, langsung dilakukan penahanan terhadap Pelaku dan dititipkan di Rutan Polres Kupang. Pelaku dijerat dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun 6 bulan. (idus/idus)

Komentar

News Feed