oleh

Dukung Pembangunan Desa, Mahasiswa Watololong Gelar Diskusi

-Berita, Daerah-112 views

KUPANG, suluhdesa.com | Mahasiswa Asal Desa Watololong (MASDEWA-Kupang), Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema mendukung kebijakan desa dalam menata pembangunan guna melahirkan pemimpin, Sabtu (05/06/2021) secara virtual.

Valentinus Kopong Masan, Ketua Masdewa-Kupang dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi aktif baik narasumber dan pemerintah.

Valentinus menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dalam pembangunan desa serta mengawal kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah desa demi kesejahteraan bersama.

Kepala Desa Watololong, Kornelis Lawang Wara, dalam pemaparan materi mengungkapkan terima kasih kepada penyelenggara yakni Masdewa-Kupang yang telah mendesain kegiatan ini.

“Dalam penyelenggaran pemerintah dengan alokasi dana desa pada dasarnya lebih diperuntukkan dalam pembangunan (fisik) dan pengembangan (SDM), namun karena bencana Covid-19 memengaruhi anggaran desa dan lebih fokus pada penanganan Covid-19,” jelasnya.

Ia melanjutkan, “semoga dengan masukan ini, dapat membantu pemerintah untuk membuat program pemerintah guna menata pembangunan yang diharapkan.”

Felix Suban Hoda dalam materinya mengungkapkan, pembangunan desa merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di desa maupun berada di luar desa.

“Salah satu hal yang dapat kita wujudkan adalah dengan memberikan informasi, gagasan dan pikiran baik dalam rangka pembangunan desa,” ungkapnya.

Diskusi Publik ini menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam penyusunan dokumen RKPDesa dan dianggarkan dalam RAPBDesa tahun 2022 yang merupakan tahun pertama dari RPJMDesa.

Pater Paulus Maharia, Imam SVD Asal Desa Watololong, yang juga merupakan narasumber mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Masdewa-Kupang yang menginisiasi dan menggagas pertemuan virtual.

“Sungguh bermanfaat untuk membangun komunikasi di antara kita dan juga sebagai bentuk kepedulian kita terhadap perkembangan dan pembangunan di Desa Watololong. Semoga ide dan gagasan dalam diskusi dapat membantu pemerintah desa, sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil dapat menjawabi prioritas kebutuhan masyarakat bukan hanya kemauan satu orang,” tegas Pater Pulus.

“Yang butuhkan adalah seorang pemimpin komunikatif, rela turun ke bawah dan keterbukaan mendengarkan serta melibatkan banyak orang (seorang pemimpin yang komunikatif dan partisipatif),” lanjut Pater Paulus.

Didimus Muda, peserta diskusi virtual mengungkapkan terima kasih untuk diskusi yang membangun ini.

“Dalam mendukung segala kebijakan pemerintah desa, maka dibutuhkan segala pandagan dan masukan seperti ini. saya mengharapkan semoga pertemuan ini bukan merupakan akhir dari segalanya,” bebernya.

Perteman tersebut berjalan dengan kondusif dan melahirkan banyak harapan untuk pembangunan Desa Watololong.

Hadir menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Kornelis Lawang Wara (Kepala Desa Watololong), Pater Paulus Maharia (Imam SVD Asal Desa Watololong), Fransiskus Kopon Tolan (Perwakilan Kabupaten Flores Timur), Yohanes Kia Beliti (Ketua OMK), Martin Laga Kabo (Perwakilan Bandung), Felix Suban Hoda (Perwakilan Kabupaten Sikka), Martinus Muda (Perwakilan Kupang), Agustinus Puru Bebe (Ketua Komunitas Baca Masdewa). (Idus/Idus)

Komentar

News Feed