oleh

Mengapa Terjadinya Korupsi Indonesia dan Solusinya

 Penulis: Prisca Natalia Masa Soba

(Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Cendana Kupang)

 

========================

 

Dalam negeri seringkali terjadi korupsi dan itu bukan lagi suatu hal yang baru. Di sini saya akan membahas “Mengapa Terjadinya Korupsi dan Bagaimana Solusinya?”.

Korupsi, menurut Klitgaard merupakan fungsi dari monopoli dan diskresi tanpa akuntabilitas (C = M + D – A), sedangkan monopoli dan diskresi adalah cerminan dari kekuasaan. Jadi korupsi, bisa timbul karena adanya kekuasaan tanpa disertai akuntabilitas.

Baca Juga; Upaya Pencegahan Kasus Korupsi di Indonesia

Terdapat banyak definisi akuntabilitas, salah satunya Dubnick dan Romzek (1991) memandang akuntabilitas lebih mengacu kepada answerability kepada seseorang yang memiliki otoritas, terkait kinerja yang diharapkan oleh pemilik otoritas yang memiliki sumber kontrol yang sah.

Rumusan ini memperlihatkan bahwa korupsi (C) adalah fungsi dari monopoli kekuasaan (M) plus direksi dari para pejabat (D) minus akuntabilitas (A). Secara mudah, ini ditafsirkan bahwa peluang untuk melakukan korupsi cenderung meningkat jika seseorang memiliki monopoli atas kekuasaan dan direksi tertentu. Tetapi peluang korupsi dapat ditekan jika mekanisme akuntabilitas dapat ditinggalkan.

Dengan demikian, jika sesorang memegang monopoli atas barang dan jasa serta memiliki wewenang untuk memutuskan siapa yang berhak mendapatkan barang dan jasa itu beserta jumlah atau besarnya, dan pada saat yang sama tidak ada akuntabilitas-tidak ada orang lain yang dapat menyaksikan apa yang diputuskan oleh pemegang wewenang tersebut, maka kemungkinan terjadi korupsi semakin besar.

Korupsi juga tercantum dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang menyatakan bahwa korupsi adalaah setiap orang yang tergolong melawan hukum, melakukan suatu perbuatan memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri atau orang lain ataupun suatu kelompok, menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan dan sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara dan atau perekonomian negara. Jadi , kourpsi merupakan suatu tindakan dari seseorang yang menyalahgunakan sebuah kepercayaan dalam suatu masalah maupun organisasi guna memperoleh keuntungan pribadi.

Korupsi sendiri berasal dari bahasa Latin “corruptio” yang merupakan kata kerja dari “corrumpere” dan mempunyai arti rusak, memutarbalikkan, busuk, menggoyahkan, ataupun menyogok.

Mengapa terjadinya Korupsi?. Korupsi ini terjadi karena ada rasa ketidapuasan dari dalam diri seseorang atau serakah. Kebanyakan orang salah menggunakan jabatan mereka untuk mendapatkan apa yang merka inginkanatau kepentingan masing-masing. Terkadang, kurangnya pengetahuan tentang faktor penyebab korupsi, membuat masyarakat tidak mengetahui bahwa perbuatannya termasuk tindak korupsi. Maka dari itu, faktor penyebab korupsi termasuk pengetahuan dasar yang harus dimiliki tiap orang.

Adapun contoh kecil korupsi dalam kehidupan sehari-hari misalnya kita mengambil uang orang tua tanpa sepengetahuan orang tua dan kita juga tidak memberitahukan kepada orang tua bahwa kita telah mengambil uang mereka.

Adapun beberapa faktor penyebab terjadinya korupsi antara lain:

  1. Faktor Internal

Faktor Internal merupakan suatu sifat yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Dasar perilaku korup menurut faktor internal disebabkan dari adanya

  • Sifat tamak dari seseorang yang seakan selalu merasa tidak pernah cukup dengan apa yang diperolehnya, dan
  • Gaya hidup yang konsumtif dimana setia manusia akan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak akan terus berkurang, namun senantiasa terus bertambah.
  1. Faktor Eksternal

Faktor Eksternal yang memengaruhi terjadi atau tidaknya perilaku korup. Faktor eksternal ini diantaranya adalah

  • Faktor Politik

Faktor politik memengaruhi terjadinya korupsi karena pada dasarnya politik sendiri berhubungan dengan kekuasaan. Artinya siapapun orang tersebut pasti akan menggunakan berbagai cara, bahkan melakukan korupsi demi mendapatkan kekuasaan tersebut. Faktor politik terbagi menjadi dua yaitu kekuasaan dan stabilitas politik.

  • Faktor Hukum

Pada faktor hukum dapat dilihat dari sistem penegakan hukum yang hanya pro pada pihak-pihak tertentu saja yang memiliki kepentingan untuk dirinya sendiri. Faktor hukum juga dibagi menjadi dua yaitu konsistensi penegakan hukum dan kepastian hukum.

  • Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi juga salah satu faktor yang meyebabkan terjadinya korupsi. Hal tersebut dapat dilihat dari apabila gaji atau pendapatan seseorang tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Faktor ekonomi juga terbagi menjadi dua yaitu gaji atau pendapatan dan sistem ekonomi.

  • Faktor Organisasi

Faktor organisasi memiliki beberapa aspek yang menyebabkan korupsi , di antaranya yaitu :

  • Kultur atau budaya
  • Pimpinan
  • Akuntabilitas
  • Manajemen atau sistem

Bagaimana solusinya ? Tindakan korupsi ini terjadi karena adanya pemusatan kekuasaan, birokrasi yang tidak sehat, pengeluaran pemerintah yang sangat banyak, hukum yang tidak tegas, penguasa yang mempunyai sifat jahat dan pengawasan yang tidak terlalu ketat bahkan tidak ada pengawasan sama sekali. Cara yang paling baik agar korupsi dapat ditekan dan dihilangkan di negara Indonesia ini adalah dengan cara memperbarui sistem birokrasinya, menerapkan sistem hukum yang tegas dan menekan agar kasus korupsi tidak terjadi lagi, birokrasi yang lebih transparan sehingga setiap warga negara bisa mengawasi pejabat negara tanpa ada yang ditutup tutupi lagi. Pengawasan bisa dilakukan dengan kerja sama dengan media pers, agar kebijakan pemerintah dapat diketahui dan dimengerti oleh seluruh masyarakat. (*)

Komentar

News Feed