oleh

Hasil Nonton YouTube, Rinto Rangga Berhasil Dirikan Meubel Bambu di Kefamenanu

KEFAMENANU, suluhdesa.com | Sebuah Meubel Bambu berdiri di Km 6, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meubel Bambu itu dinamakan Meubel Bambu Ambobe.

Sesuai dengan namanya, meubel ini memproduksi furnitur berupa kursi dan meja dari bambu. Tentunya bahan baku yang digunakan adalah bambu. Menariknya, anak-anak muda terlibat langsung sebagai pengrajin kursi dan meja bambu. Lebih hebatnya, anak-anak muda itu memulai pekerjaan luar biasa ini berbekal pengetahuan dari YouTube.

Ketua Meubel, Rinto Rangga ketika ditemui Media SULUH DESA di kediamannya pada Minggu (16/05/2021) mengisahkan perjuangannya menghadirkan Meubel Bambu Ambobe di Kefamenanu sangatlah unik.

“Saya menemukan ide untuk menghadirkan meubel ini dari hasil iseng menonton video-video yang diposting di YouTube. Ide itu coba saya diskusikan dengan kakak saya Yos Tanu. Terbersit dalam pikiran saya bahwa bahan baku untuk proses pembuatan meja dan kursi ini sangatlah banyak. Bayangkan saja bambu di seantero kabupaten ini hanya digunakan seperlunya untuk kebutuhan rumah tangga. Bahkan tidak jarang ada yang menggunakan bambu sekdar pengganti kayu api,” kisah Rinto Rangga.

Proses tidak pernah mengkhianati hasil. Begitulah lelaki berusia 25 tahun ini meyakinkan dirinya. Menurutnya, seusai mendapat mandat dari sang kakak untuk menindaklanjuti  idenya, ia segera mengajak salah seorang rekannya untuk memulai meubel ini.

Awal tahun 2021 tepatnya bulan Januari, ia mulai bekerja dengan alat seadanya.

“Setiap malam sebelum tidur, saya selalu luangkan waktu untuk menonton cara membuat meja dan kursi dari bambu. Jujur saja, ekspektasi memang tak sesuai realita. Proses yang saya bayangkan sangatlah mudah, tetapi ternyata sangat rumit ketika memulainya sendiri. Namun, berkat dukungan dari kakak dan rekan saya, pekerjaan yang saya pikir bakal rumit pada akhirnya menemukan titik terang. Kami sudah mampu mengerjakan satu set kursi dan meja bambu dengan durasi waktu dua minggu. Dan ini merupakan pencapaian yang membuat kami bersemangat untuk semakin menjadi lebih baik ke depan,” ujar Rinto Rangga sembari terus menghisap rokoknya.

Rinto Rangga sedang mengerjakan sebuah kursi dari bambu di Meubel Bambu Ambobe miliknya.

Meubel Bambu Ambobe memproduksi kursi dan meja dari bambu. Model yang ditawarkan adalah kursi dan meja untuk ruang tengah, teras, dan juga untuk cafe. Khusus untuk ruang tengah, Mebel Bambu Ambobe juga memproduksi kursi sudut. Bahan-bahan sisa difungsikan untuk memproduksi asbak rokok dan juga lampion dengan berbagai model.

“Kami menerima pesanan sesuai keinginan dari para pelanggan. Dan sejauh ini kami sudah menerima sepuluh pesanan. Delapan set-nya telah kami produksi dan kami antar langsung kepada pemesan. Kami sangat bersyukur bahwa para pelanggan selalu memberikan dukungan kepada kami sehingga kami tetap semangat untuk terus berkembang sebagai anak-anak muda yang punya dedikasi untuk menghidupkan kembali sejarah bambu runcing dalam versi kursi dan meja,” ujar Rinto Rangga yang berasal dari Nagekeo, Flores ini.

Hidup di zaman sekarang menurut Rinto Rangga, anak-anak muda ditantang untuk semakin kreatif dalam mengerjakan sesuatu. Semua orang memiliki android untuk bisa menemukan banyak hal positif tetapi banyak juga di antara kami anak-anak muda yang masih terlena dengan kondisi mereka. Sehingga untuk berpikir sampai kepada melakukan bisnis dengan berpedoman pada android belum dapat dilakukan secara maksimal.

Menurut Rinto Rangga, ia sendiri pada mulanya menemukan kesulitan luar biasa tetapi berkat niatnya dan juga dukungan dari banyak keluarga akhirnya ia dapat melakukan pekerjaan ini dengan baik.

Selain mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang mendukung, Rinto Rangga juga berterima kasih kepada ketiga rekannya yang selalu bersama-sama dengannya.

“Kami semua yang bekerja di sini masih bujang. Sehingga tidak menutup kemungkinan untuk saling memberi usul saran dan juga kritikan yang membangun. Kami selalu mengutamakan keberhasilan pekerjaan sehingga kami berpikir bahwa yang ada di sini adalah rekan kerja bukan ‘anak buah’ atau bos,” pungkas Rinto Rangga.

Sementara itu, Johny Usnaat, salah satu karyawan yang bekerja pada Meubel Bambu Ambobe mengaku sangat senang bekerja di tempat ini. Di lain sisi, ia mengapresiasi pekerjaan yang dilakukan kumpulan anak muda ini mendapat respon baik dari masyarakat. Terutama dalam kaitannya dengan pemasaran, Meubel Bambu Ambobe mendapat banyak perhatian dari masyarakat sehingga sangat mudah untuk menemukan pelanggan.

Andri Fallo, salah satu karyawan yang lain di Meubel Bambu Ambobe mengaku bahwa bekerja di tempat ini ia dapat belajar banyak hal. Bahwasanya ia tidak sempat membayangkan bakal bekerja dengan panduan YouTube. Tetapi ini benar-benar nyata dan ia sendiri melakukannya. Kursi dan meja hasil produksi pun diakuinya sangat keren dan tepat untuk menjadi furnitur yang memanjakan mata.

“Rumah bakal tampak lebih menarik kalau ada kursi dan meja dari bambu ini. Sangat minimalis dan tepat untuk menjadi hiasan alami dalam rumah. Salah satu kelebihan dari kursi ini adalah ketahanannya bisa mencapai setengah abad. Untuk membuktikannya, maka mari dan miliki salah satu produk Meubel Bambu Ambobe di rumah sendiri,” ajak Andri dengan penuh semangat. (gestha/gestha)

Komentar

News Feed