oleh

Aliran Sesat Muncul di Waiwerang, Kleka Goran Kirim Surat Terbuka untuk Uskup Larantuka

-Berita, Daerah, Religi-1.783 views

LARANTUKA, suluhdesa.com | Surat terbuka ditulis oleh sebuah Akun Facebook “Kleka Goran” yang berisi keluhannya mengenai kemunculan satu kelompok doa di Wotan, Paroki Kristus Raja Waiwerang, Dekenat Adonara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Surat terbuka ini ditujukan untuk Yang Mulia Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung sebab kelompok doa ini diduga merupakan aliran baru dan meresahkan umat Katolik karena praktik-praktik doanya yang aneh dan menyesatkan umat Katolik di Keuskupan Larantuka.

 Berikut ini adalah surat terbuka yang ditulis oleh Kleka Goran:

SURAT TERBUKA:

Kepada Yang Mulia Bapak Uskup Keuskupan Larantuka di Larantuka.

Bapak Uskup yang kami muliakan, maaf kalau kami lancang menulis surat terbuka ini untuk Bapak Uskup di tengah bencana yang melanda Lamaholot. Tetapi kami harus sampaikan karena kami sudah tidak tahan lagi dengan praktik menyesatkan di Waiwerang, Paroki Kristus Raja Waiwerang, Dekenat Adonara.

Bapak Uskup yang kami kasihi….. di Waiwerang sudah hampir satu tahun berjalan ini muncul satu kelompok di Wotan yang di pimpin oleh ibu OLIVA, seorang guru PNS. Mereka berpraktik setiap hari Rabu dan Sabtu.

Ibu OLIVA sudah mengklaim bahwa di dalam tubuhnya bersemayam ALLAH BAPA, PUTRA, ROH KUDUS, BUNDA MARIA dan Oliva sendiri.

Kelompok mereka ini juga sudah banyak menyelewengkan tradisi Gereja Katolik. Misalnya dalam melakukan Tanda Salib, Aminnya itu di bahu sebelah kiri, bukan di sebelah kanan yang selama ini ada di Gereja Katolik. Bahkan ada juga yang Aminnya di pusar.

Selain itu, dalam setiap praktik mereka, Ibu Oliva melarang semua orang yang datang dan para RASULnya untuk tidak boleh mengenakan masker. Ibu Oliva ini telah memilih para RASULnya yang semuanya laki laki.

Para Rasul ini terdiri dari para pensiunan Kepala Sekolah, Para Pejabat Pemda Flotim, yang juga merupakan Pengurus dan Dewan Penasehat DPP Kristus Raja Waiwerang.

Kekecewaan kami ini memuncak ketika pada hari rabu tanggal 7 April 2021 yang lalu, bersama pengikutnya, Ibu OLIVA melakukan kegiatan “PENYEMBUHAN” di Lapangan Kebun Raya Waiwerang di tengah lumpur bencana. Yang pada akhirnya mereka diusir oleh Brimob karena lapangannya mau dipakai untuk tempat pendaratan helikopter membawa bantuan untuk para korban bencana.

Bapa Uskup yang kami muliakan….. bersama surat ini juga kami sertakan foto foto kegiatan mereka tanggal 7 april 2021 di kebun raya. Hanya saja, sebagian para Rasul Senior tidak muncul, mungkin mereka bermain di belakang layar.

Para Rasul senior yang tidak muncul itu antara lain berinisial YHR, MKS, GSK…..mereka ini juga masuk dalam Pengurus dan Dewan Penasehat DPP Kristus Raja Waiwerang.

Untuk itu, maka lewat surat ini, kami mohon kepada Yang Mulia Bapak Uskup untuk segera mengambil tindakan terhadap kelompok ini. Maaf, kami harus omong langsung ke Bapak Uskup karena selama ini Ketua KBG , Ketua Dewan Pastoral Lingkungan tempat Ibu Oliva berpraktik tidak pernah melapor, sehingga Pastor Paroki tidak tahu, dan Romo Deken juga tidak tahu sehingga tidak melaporkan ke Bapak Uskup.

Sekian penyampaian surat kami kepada Yang Mulia Bapak Uskup, kami mohon maaf kalau surat kami ini menganggu Bapak Uskup di tengah situasi bencana ini. Sekian dan terima kasih.

Diduga para pengikut aliran sesat Ibu Oliva di Waiwerang.

Pantauan Media SULUH DESA, Selasa (20/04/2021), surat terbuka yang merupakan milik akun Facebook “Kleka Goran” tersebut telah dibagikan sebanyak 421 kali dan sebanyak 621 warganet memberikan komentar mereka.

Salah satu Pastor yang merupakan “Orang Penting” di Keuskupan Larantuka saat dikonfrimasi oleh media ini, Selasa (20/04/2021) malam, membenarkan hal tersebut.

Ia menyampaikan bahwa, Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung pada hari Minggu baru-baru ini telah mengumumkan secara resmi dan melarang aktivitas kelompok doa ini.

“Minggu baru-baru ini Yang Mulia (Uskup Larantuk, red) sudah umumkan resmi dan melarang kelompok doa ini melakukan aktivitas mereka,” jawabnya singkat sambil meminta namanya tidak dipublikasikan.

Dirinya juga menyarankan media ini untuk melakukan konfirmasi ke pihak Dekenat Adonara atau langsung kepada Yang Mulia Uskup Keuskupan Larantuka.

Sampai berita ini diturunkan, Media SULUH DESA sedang berupaya melakukan konfirmasi ke pihak Dekenat Larantuka ataupun langsung kepada Uskup Keuskupan Larantuka, serta Ibu Oliva yang disebut mendirikan dan melakukan praktik doa sesat ini. (idus/idus)

Komentar

News Feed