oleh

Korban Banjir di Dusun Loosina Belum Mendapat Bantuan Dari Pemda Malaka

-Berita, Daerah-283 views

MALAKA, suluhdesa.com | Peristiwa banjir yang memporak-porandakan wilayah Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meninggalkan luka dan duka yang mendalam bagi warga.

Sejumlah masyarakat yang menjadi korban banjir bandang di Dusun Loosina, Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, mengeluh karena belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah hingga saat ini.

“Sampai sekarang kami belum mendapat bantuan dari pihak pemerintah. Kami tidak tahu mungkin karena akses transportasi atau apa, tapi yang pasti bahwa kami sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Setiap bantuan yang datang baru sampai cabang ke Loosina. Sementara kami yang ada di Dusun Loosina belum mendapatkan bantuan sama sekali dari pihak Pemerintah Daerah Malaka,” ujar Hiro Seran, salah satu warga saat ditemui media ini, Kamis (08/04/2021).

Hiro mengisahkan bahwa pada saat puncak bencana banjir, tidak ada bantuan yang datang untuk mengevakuasi warga yang ada di dusun ini.

“Kemarin pada saat puncak bencana banjir, kami sama sekali tidak mendapatkan unit untuk evakuasi sehingga kami hanya pasrah dan tetap berada di sini pada saat kondisi air tinggi. Unit evakuasi dari TNI dan POLRI baru masuk di sini dua hari setelah puncak bencana banjir,” kisah pemuda Loosina ini dengan mata berkaca-kaca.

Lanjut Hiro, kondisi masyarakat di Dusun Loosina sangat menderita pasca bencana banjir.

Warga di Dusun Loosina, Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang mengangkut bantuan dari relawan.

“Di dusun ini pasca banjir, ada begitu banyak kesulitan dan kendala. Hampir semua masyarakat di sini menggunakan kayu kering untuk memasak. Sehingga sangat sulit sekali karena kondisi air belum kering. Selain itu, air bersih sangat dibutuhkan karena kondisi sumur semuanya masih tergenang air banjir,” ungkap Hiro.

Menurut dia, selain bantuan berupa material perlu juga bantuan tenaga untuk memperbaiki semua rumah yang rusak dan juga sarana jalan yang masih tergenang air dan lumpur.

“Di dusun ini, ada sekitar empat rumah yang rusak parah dan tidak bisa di tempati lagi. Sehingga selain bantuan berupa sembako dan air bersih, kami juga sangat mengharapkan bantuan tenaga dari TNI dan POLRI atau relawan guna memperbaiki kembali beberapa rumah warga yang rusak dan sarana jalan yang masih tergenang air dan lumpur,” kata Hiro.

Terpisah, salah satu orang tua di Dusun Loosina bernama Bei Anton mengaku baru mendapatkan bantuan dari para relawan.

“Kami di Dusun Loosina hari ini baru pertama kali mendapatkan bantuan dari teman-teman relawan alumni SWAT Al Zaytun Jakarta berupa beras, mie dan air meniral. Itu pun belum cukup karena kami yang ada di dusun ini berjumlah kurang lebih 100 KK. Sementara dari pihak pemerintah belum sama sekali,” ucap Bei Anton.

Di akhir perjumpaan dengan media ini, Bei Anton berharap agar Pemerintah Daerah Malaka bisa memperhatikan para korban secara menyeluruh.

“Kami berharap pemerintah daerah tolong perhatikan para korban secara menyeluruh dan merata. Kalau bisa jangan hanya perhatikan para korban yang ada di tempat pengungsian. Kami di sini juga sangat menderita. Harus perhatikan kami yang tidak sempat ke posko pengungsian karena ketiadaan unit evakuasi pada saat bencana banjir kemarin,” tutup Bei Anton. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed