oleh

Tenaga Ahli Dibentuk, Pimpinan DPRD Ngada Sangat Terbantu

BAJAWA, suluhdesa.com | Para Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, membentuk dan menggunakan Tenaga Ahli (TA) yang berfungsi untuk membantu tugas kedinasan mereka dan digaji sebesar Rp. 2.100.000 per orang. Padahal, para pimpinan dewan sebelumnya tidak menggunakan tenaga ahli seperti ini sebab sudah ada Sekretariat Dewan (Sekwan).

Hal ini disampaikan oleh salah satu sumber Media SULUH DESA, Rabu (24/03/2021) pagi, dan meminta namanya tidak dipublikasikan.

Sumber itu mempersoalkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ngada Berny Dhey Ngebu yang memiliki Tenaga Ahli 1 orang, Sekretaris 1 orang, IT 1 orang. Hal yang sama terjadi pada Wakil Ketua I DPRD Ngada dari Partai Amanat Nasional (PAN) Petrus Ngabi dan Wakil Ketua II DPRD Ngada dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aloysius Soa.

Ia mempertanyakan, apa pentingnya dan seberapa urgen sehingga Pimpinan DPRD Ngada membentuk tenaga ahli ini sedangkan ada Sekretariat Dewan dan tenaga ahli di fraksi.

Sumber itu menyebutkan, Thomas Aquino Meno, S.Pd sebagai Sekretaris Ketua DPRD Ngada, Ewaldus Pati Rani, S.S.T sebagai Sekretaris Wakil 1 DPRD Ngada, Melita Lejo Ola, S.Hut sebagai Sekretaris Wakil II DPRD Ngada, 1 orang tenaga IT DPRD Ngada, Dominikus Dima, S.Sos., M.Sos sebagai Tenaga Ahli Ketua DPRD Ngada, Ana Maria Theresia Uta Magho, S.H., M.Hum sebagai Tenaga Ahli Wakil Ketua I DPRD Ngada, Vinsensius A. G Wogo, S.H., M.H sebagai Tenaga Ahli Wakil Ketua II DPRD Ngada.

“Total 7 orang, dan terjadi baru di Pimpinan DPRD Ngada yang sekarang. Dulu tidak ada. Gaji tenaga ahli Rp. 2.100.000. Itu pembiayaan diambil dari mana? Penting sekali kah itu tenaga ahli? Mengapa tidak maksimalkan Sekwan? Aneh-aneh la  itu Pak Berny Dhey dan dua wakilnya itu. Kalau memang berguna untuk masyarakat ya kita dukung. Tetapi kalau hanya menambah beban pada APBD kita harus kritisi bahwa ada hal lain yang sedang kita perjuangkan saat ini,” tohoknya.

Ketua DPRD Ngada Berny Dhey Ngebu yang dihubungi Media SULUH DESA, Rabu (24/03/2021) Pukul 13.00 Wita untuk dimintai penjelasannya terkait tenaga ahli ini menjelaskan bahwa, di lingkup DPRD Ngada ada tenaga ahli fraksi.

“Dan itu ada di setiap DPRD di seluruh kabupaten. Memang ada aturan tentang itu terutama di Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Hal ini untuk memperlancar pekerjaan fraksi karena fraksi merupakan perpanjangan tangan dari partai politik ke dalam. Jangan sampai Anggota DPR pegang laptop lagi, pegang map lagi. Ini juga dilakukan supaya ada peningkatan kapasitas dari teman-teman itu,” terang Berny.

Mengenai Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Ngada, Berny menjelaskan bahwa, itu dibentuk karena DPRD Ngada kekurangan staf yang PNS.

“Maka ada tenaga ahli fraksi itu untuk membuat telahan-telahan, sambutan-sambutan, termasuk memperlancar pekerjaan pimpinan dengan sekretaris. Karena harus ada peningkatan kapasitas tadi maka dibutuhkan sumber daya yang cukup baik. Oleh karena itu dibuat standarnya itu S2 tenaga ahli untuk pimpinan. Ini sebenarnya kalau kita melihat pemerintah daerah itu kan terdiri dari bupati, wakil bupati beserta seluruh jajarannya, lalu di sebelahnya ada DPRD. Kita tidak sedang membandingkan. Kalau bupati saja ada walpri, ada sekretaris, ada ajudan, maka kami hanya ada sekretaris untuk terima kami punya tamu,” jelas Berny.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menegaskan bahwa, dibentuknya tenaga ahli telah dibahas sejak tahun 2020 lalu.

“Rekrutnya baru Januari kemarin oleh Sekwan. Penggajian menggunakan sistem Upah Minimum Provinsi (UMP) NTT. Itu justru lebih kecil dibandingkan oleh kabupaten lain. Fungsi sekretaris juga, saat kami keluar mereka yang mengurusi surat-surat masuk. Mereka itu membantu tugas sekretariat dewan bukan mengambil alih tugas sekwan ya. Di DPRD Ngada ada tiga Kabag yakni; Kabag Protokoler untuk urus sidang dan risalah, Kabag Hukum dan Humas, Kabag TU. Jadi kalau tiga orang sekretaris satu-satu kan kacau,” ungkap Berny.

Berny yang sangat ramah ini menyampaikan jika dirinya telah berdiskusi dengan rekan-rekannya sesama pimpinan yang lain, bahwa itu dibuat untuk peningkatan kapasitas sehingga saat ini sudah ada tabloid DPRD, sidang sudah live streaming, dan lain-lain.

Menurut Berny, tenaga ahli ini sudah bekerja dan membantu Pimpinan DPRD Ngada mulai Bulan Januari 2021 ini.

“Sejauh ini sangat terbantu. Kami sangat terbantu,” tegas Berny.

Wakil Ketua I DPRD Ngada Petrus Ngabi saat dikonfirmasi menjawab, rujukan regulasinya sesuai dengan tatib.

Wakil Ketua I DPRD Ngada Petrus Ngabi

“Jadi regulasi ini sebenarnya sudah lama. Tergantung pada masa kepemimpinannya orang itu merasa sebagai sebuah kebutuhan atau tidak. Tatib Nomor I Tahun 2018 mengatur pasal 31 ayat 4 mengatakan tentang fungsi alat kelengkapan dewan. Dalam hal mendukung tugas-tugas alat kelengkapan dewan, maka dapat dibantu oleh sekretariat. Sekretariat itu bisa sekretariat dewan, bisa sekretariat, dan bisa dibantu oleh oleh kelompok pakar dan ahli. Kita juga di sekwan kekurangan staf. Maka kita bentuk tenaga ahli ini. Kami sangat terbantu dengan tenaga ahli ini,” ujar Petrus.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua II DPRD Ngada Aloysius Soa.

Wakil Ketua II DPRD Ngada Aloysius Soa

Aloysius mengatakan bahwa, “Anggota DPRD Ngada yang terpilih itu merupakan basis politik bukan basis pengetahuan. Artinya, Anggota DPRD terpilih karena dukungan masyarakat. jadi dukungan masyarakat ini tidak dilihat dari keahlian tetapi dilihat kepada dukungan politik publik. Ketika kita masuk ke dalam lembaga ini, kita dihadapkan pada tugas-tugas yang membutuhkan keahlian. Makanya dibantu oleh tenaga ahli supaya memperkuat kerja-kerja pimpinan maupun alat kelengkapan dewan sehingga lebih maksimal. Secara lembaga supaya berjuang untuk kepentingan masyarakat. Kami sangat terbantu saat ini.” (idus/idus)

DomaiNesia

Komentar

News Feed