oleh

Suami Merantau, YS Hidup Bersama PIL dan Dilaporkan ke Polsek Kobalima

MALAKA, suluhdesa.com | Diduga kasus perzinahan di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak diselesaikan secara kekeluargaan (urus adat) di wilayah setempat, sehingga suami terduga pelaku perzinahan mengadu ke Polsek Kobalima, Sabtu (20/03/2021).

Berawal terjadi kasus ini menurut cerita saksi Minggus (saudara dari terduga pelaku perzinahan), kejadian itu terjadi pada tanggal 5 Januari 2021 (tengah malam).

Kepada media ini, Minggus menjelaskan, awalnya dirinya bersama keluarga dan masyarakat setempat mencari saudarinya YS yang keluar dari rumah dan tidak masuk rumah sejak pagi sampai malam tanggal 05 Januari 202.

Minggus bersama keluarga dan masyarakat dusun setempat (Dusun Raimetan Trans) bersama RT/RW pada malam harinya ke rumah kepala dusun (Kadus) Raimetan Trans, Blasius Manek, dengan tujuan untuk memberitahu bahwa saudari mereka atas nama YS tidak masuk rumah sejak pagi.

Saat mereka (Minggus bersama masyarakat dan RT, RW) ke rumah Kadus, kepala dusun tidak berada di tempat. Mereka tetap menunggu Kadus dengan tujuan ingin melaporkan agar sama-sama mencari solusi.

Beberapa saat kemudian, Kadus pun datang ke rumahnya, entah dari mana. Menurut cerita Minggus, kadus datang membawa sebuah lampu senter dan senapan angin (mungkin baru pulang berburu).

Polsek Kobalima

Mereka pun bertemu, akhirnya Minggus bersama pihak yang datang menyampaikan tujuan kedatangan mereka malam itu. Setelah itu, Kadus memanggil ketua BPD dan membisikkan kepadanya untuk menyampaikan kepada mereka yang datang bahwa, orang yang mereka cari ada di dalam kamar rumahnya.

Mengetahui itu, Minggus meminta izin kepada Kadus untuk mengambil foto saudarinya YS yang sedang bersama Pria Idaman Lain (PIL) yang berinisial LL. Kadus pun mengizinkannya dan Minggus masuk kedalam kamar mengabadikan momen itu.

Setelah mengetahui kejadian itu, Minggus menghubungi Babimpol Desa Babulu Selatan (bernama Kaitano) malam itu untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun Babimpol mengatakan sudah tengah malam jadi ia menyarankan agar besoknya tanggal, 06/03/2021 saja baru duduk bersama.

Pasca kejadian, Om kandung YS, Aloysius Lau bersama keluarga YS lainnya menghubungi suami YS atas nama Kamilus Kosat (KK) yang saat itu berada di rantauan.

Mengingat rumah tangganya telah hadir orang ketiga, Kamilus pun memutuskan untuk pulang dari rantauan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kamilus tiba di Malaka pada tanggal 9 Maret 2021, dan pada tanggal 12 Maret 2021, Kamilus bersama Minggus dan keluarga menuju ke Raimetan Trans untuk menyelesaikan persoalan itu dan menindaklanjuti pernyataan yang sudah disepakati pada tanggal 6 Maret 2021 itu.

Dalam surat pernyataan tertanggal 6 Januari 2021 yang ditandatangani oleh YS dan LL serta saksi dari suku YS dan LL, RT/RW setempat, YS dan LL menyatakan akan bertanggung jawab. Pihak Polisi dari Polsek setempat (Babimpol) Desa Babulu Selatan juga turut menyaksikan peristiwa itu.

Namun, pada tanggal 12 Maret 2021, LL dan YS tidak mau bertanggung jawab lagi. Anehnya lagi, LL malah menuntut balik Kamilus Kosat selaku suami YS untuk mengembalikan kerugian LL, karena LL mengatakan selama ini dia sudah menjaga YS.

Untuk diketahui, sejak kejadian tanggal 05/03/2021, YS dan LL tinggal sama-sama sebagai suami isteri di Alas Lalebun, Kecamatan Kobalima Timur.

Om Kandung YS juga menerangkan bahwa, ponakannya YS dan menantunya Kamilus sudah nikah sah secara adat sejak tahun 2017 dan pemerintah desa setempat juga mengetahui hal tersebut (dengan istilah terang kampung). Namun karena demi kebutuhan keluarga, suami YS, Kamilus pergi merantau pada tahun 2019 atas dasar kesepakatan bersama YS dan keluarga besarnya.

Berdasarkan hal ini, karena tidak ada solusi saat penyelesaian secara adat, suami YS mengambil keputusan untuk menempuh jalur hukum. Sehingga hari Sabtu, 20/03/2021 suami YS resmi mengadu ke Polsek Kobalima.

Kapolsek Kobalima, Abilio Tefa, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan segera memanggil para terlapor dalam waktu dekat. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed