oleh

Senin 22 Maret 2021, SN-KT Ditetapkan KPU Sebagai Bupati dan Wabup Malaka

MALAKA, suluhdesa.com | Perkara perselisihan hasil Pilkada Malaka tahun 2020 yang digugat oleh Pasangan Calon Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Calon Wakil Bupati Malaka Wendelinus Taolin di Mahkamah Konstitusi (MK), telah diputuskan tertanggal 18 Maret 2021 bahwa permohonan ditolak seluruhnya.

Dengan demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka, akan segera melakukan pleno penetapan Pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malaka terpilih, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H, dan Louise Lucki Taolin, S.Sos, pada hari Senin, 22 Maret 2021.

“Iya, sesuai rencana, akan dilaksanakan ada tanggal 22 Maret 2021,” tulis Jubir KPU Yoseph Nahak melalui pesan WhatsApp yang diterima media ini, Sabtu (20/03/2021).

Sementara itu, Ketua KPU Malaka, Makarius Bere Nahak, menjelaskan bahwa pihak MK telah mengirim salinan putusan sengketa Pilkada Malaka melalui email resmi KPU Malaka.

Makarius juga menerangkan, sesuai sidang amar putusan, pihaknya diinformasikan pihak MK bahwa hasil keputusan tersebut telah dikirimkan ke email KPU Malaka.

“Karena itu, kami tentukan tanggal penetapan pasangan pemenang Pilkada Malaka pada, Senin (22/03/2021),” ujar Makarius.

Sedangkan untuk pelantikan Pasangan Calon Bupati–Wakil Bupati terpilih, Makarius menyebutkan, itu bukan ranah KPU melainkan ranah DPRD dan Pemerintah.

“Tugas kami di KPU adalah menetapkan pasangan calon terpilih sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, yakni Simon Nahak dan Kim Taolin, sebagai pemenang Pilkada Malaka, 9 Desember 2020 lalu. selanjutnya, hasil pleno nanti akan diserahkan ke DPRD, kemudian DPRD meneruskan ke Mendagri melalui Gubernur NTT. Jadi soal penetapan dan pelantikan merupakan wewenang Mendagri,” pungkas Makarius.

Untuk diketahui pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu, Pasangan Petahana Stefanus Bria Seran–Wande Taolin (SBS-WT) diusung 20 kursi DPRD Malaka. Rinciannya, Golkar 8 kursi, PDIP 3 kursi, Demokrat 2 kursi, NasDem 3 kursi, Gerindra 3 kursi, dan Partai Hanura 1. Sementara itu, pasangan Simon Nahak–Kim Taolin (SN-KT) diusung 5 kursi DPRD dari 3 parpol, yakni PKB 3 kursi, PSI 1 kursi, dan Perindo 1 kursi.

Berdasarkan hasil pleno perolehan suara dari 12 kecamatan tersebut, Paket SN–KT meraup 50.890 suara (50,49%). Sedangkan SBS–WT mengoleksi 49.906 suara (49,51%).

Tidak terima hasil Pilkada ini, Pasangan SBS-WT mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) di Mahkamah Konstitusi. Gugatan tersebut, sesuai Surat Kuasa Khusus bertanggal 18 Desember 2020, memberi kuasa kepada Yafet Yosafet Wilben Rissy, dan kawan-kawan. Sedangkan, termohon dalam gugatan tersebut adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka.

Hasilnya, dalam amar putusan perkara ini, pada Kamis 18 Maret 2021 kemarin, MK menolak semua gugatan Pasangan Calon SBS-WT atau Pemohon. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed