oleh

Kades Warupele II Diduga Palsukan Ijazah, Ini Hak Jawab Urbanus Bhara

-Berita, Daerah-2.844 views

WARUPELE II, suluhdesa.com | Kletus Obaria, Kepala Desa Warupele II, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, diberitakan oleh media ini sebelumnya bahwa, ia diduga memalsukan dan menggunakan ijazah palsu selama ini. Ijazah sekolah dasar (SD) tersebut diduga digunakan Kletus Obaria untuk memuluskan dirinya dalam proses pencalonannya sebagai Kepala Desa Warupele II hingga dirinya lolos seleksi dan tepilih menjadi kepala desa selama tiga periode.

Dalam pemberitaan itu disebutkan pula kalau Aloysius Dea yangh merupakan Mantan Kepala SDK Pali yang telah pensiun ini dihubungi Media SULUH DESA, Senin (15/03/2021) menjelaskan bahwa, saat Kletus Obaria menjabat sebagai Kepala Desa Warupele II periode pertama, sekitar tahun 2005, Kletus Obaria pernah mendatangi dirinya untuk meminta surat yang menerangkan bahwa dirinya sudah lulus dari SDK Pali.

Baca juga: Kades Warupele II di Ngada Diduga Memalsukan Ijazah

Baca juga: Diduga Kletus Obaria Palsukan Ijazah, Berny Ngebu: Kami akan ke Warupele II

Baca juga: Kades Warupele I dan II Diduga Bermasalah, Bupati Ngada Memilih Diam

“Dia pernah datang untuk minta surat kelulusan. Namun saya berpedoman pada dokumen negara yaitu buku induk. Sesuai dengan catatan dalam buku induk itu, saya kemudian membuat surat keterangan tamat. Bukan surat yang menyatakan bahwa Kletus lulus. Surat itu mengetahui Kepala Cabang Dinas PPO Ngada di Aimere waktu itu Bapak Paulus Tay Wejo. Saya tidak pernah menyatakan lulus. Karena di dalam buku induk SDK Pali tidak menyatakan Kletus itu lulus sekolah. Tamat itu berarti dia sampai kelas 6 SD. Tetapi kalau lulus kan belum tentu. Jadi kata tamat dan lulus itu berbeda maknanya,” tegas Aloysius Dea.

Aloysius Dea menambahkan, “kalau ada keterangan selanjutnya bahwa Kletus berijazah itu saya tidak tahu dan itu urusan Kepala SDK Pali yang lain. Kalau saya hanya menyatakan Kletus Obaria itu tamat. Buktinya itu ada di buku induk di sekolah. Kalau buku induk sudah dihilangkan itu bukan menjadi urusan saya. Itu urusan mereka yang sekarang. Waktu itu Kletus sempat meminta saya untuk membuat surat kelulusan, tetapi saya bilang tidak karena ada buku induk. Buku induk itu dokumen negara yang tidak bisa disalahgunakan.”

Aloysius Dea juga menyampaikan bahwa yang membantu mengurusi dokumen milik Kletus Obaria setelahnya adalah Urbanus Bhara yang pernah menjabat sebagai Kepala SDK Pali.

“Pak Urbanus itu sekarang Pengawas Sekolah. Setelah saya pensiun, Pak Urbanus gantikan saya jadi Kepala SDK Pali. Menurut informasi yang dengar itu, Pak Urbanus ini yang mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa Kletus Obaria lulus dari SDK Pali. Kalau saya keluarkan surat keterangan tamat bukan lulus. Saya ikut dokumen negara dan saya tidak mau buat di luar dari aturan itu. Jadi tamat dan lulus itu berbeda. Pak Urbanus Bhara yang bertanggung jawab untuk itu,” ucap Aloysius Dea.

Aloysius menceritakan bahwa, Kletus Obaria pernah bersama Urbanus Bhara datang ke rumah Mantan Kepala SDK Pali Almarhum Paulus Nawa untuk meminta supaya dibuatkan surat keterangan yang menyatakan Kletus Obaria lulus sekolah.

Pada saat itu Kletus Obaria dan Urbanus Bhara membawa serta buku induk SDK Pali. Saat itu Almarhum Paulus Nawa pun membuat surat keterangan bahwa Kletus Obaria lulus dari SDK Pali.

“Mereka suruh bapak tua (Almarhum Paulus Nawa, red) untuk tanda tangan surat keterangan itu. Lalu saat mereka pulang ke Inerie, Bapak Paulus Nawa ini panggil saya. Kebetulan kami bertetangga. Bapak Paulus Nawa kemudian menceritakan bahwa jika Kletus Obaria dan Urbanus Bhara datang meminta dirinya untuk membuat surat keterangan lulus. Lalu saya sampaikan ke Almarhum Bapak Paulus Nawa, bagaimana bapak bisa buat surat keterangan lulus dan tanda tangan. Bapak sudah pensiun tidak punya kewenangan lagi. Jadi yang punya kewenangan itu harus kepala sekolah aktif. Karena saya katakan seperti itu, Bapak Paulus Nawa akhirnya sadar kemudian membuat surat lagi kepada Kletus Obaria yang menyatakan bahwa surat sebelumnya itu (surat keterangan lulus) tidak benar dan tidak sesuai dengan buku induk. Artinya surat kelulusan itu dibatalkan,” beber Aloysius Dea.

Oleh karena itu, menanggapi pemberitaan media ini terkait dugaan pemalsuan ijazah oleh Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria, Urbanus Bhara yang adalah Mantan Kepala SDK Pali memberikan hak jawabnya. Hak jawab ini dikirimkan ke Redaksi Media SULUH DESA, Kamis (18/03/2021) siang.

Berikut hak jawab milik Urbanus Bhara.

Lekogoko, 18 Maret 2021

Salam sehat dalam situasi Covid-19

Dalam artikel berita yang telah dimuat di Media SULUH DESA (suluhdesa.com), tanggal 15 Maret 2021, berjudul “Kades Warupele II di Ngada Diduga Memalsukan Ijazah”, saya Urbanus Bhara, Kepala SDK Pali periode November 2008 s/d Februari 2015,  perlu memberikan klarifikasi sebagai berikut:

Sekitar tahun 2010, Saudara Kletus Obaria mendatangi saya di rumah dinas (belakang SDK Pali) pukul 19.00 sambil membawa surat keterangan tulisan tangan dari mantan kepala SDK Pali, Bapak Paulus Nawa. Saudara Kletus Obaria meminta surat keterangan terbaru dari saya selaku kepala sekolah saat itu untuk kepentingan pencalonan Kepala Desa Warupele II. Saya sempat bertanya, “Mengapa tidak menggunakan foto copy ijazah SD saja?”. Beliau menjawab bahwa ijazahnya hilang saat pindah lokasi sekolah dari wilayah Warupele I ke Warupele II.

Keesokan harinya, saya membuat Surat Keterangan terbaru menggunakan mesin ketik sekolah. Dalam surat keterangan terbaru tersebut menerangkan bahwa Saudara Kletus Obaria dinyatakan LULUS sesuai lampiran surat keterangan Kepala Sekolah sebelumnya, Bapak Paulus Nawa. Jadi, dalam surat keterangan terbaru yang saya buat, juga dilampirkan surat keterangan tulisan tangan dari mantan kepala sekolah sebelumnya, Bapak Paulus Nawa. Sebagai tambahan, surat keterangan dari mantan kepala sekolah Bapak Paulus Nawa itu hanya ada tanda tangan, tanpa cap atau stempel.

Dalam artikel berita “Kades Warupele II di Ngada Diduga Memalsukan Ijazah”, saya disebutkan oleh Saudara Aloysius Dea telah membantu Saudara Kletus Obaria dalam hal pengurusan ijazah SD, maka saya perlu memberikan tanggapan sebagai berikut:

  1. Bahwa saya Urbanus Bhara bersama Kletus Obaria pernah ke rumah Paulus Nawa dengan membawa buku induk seperti yang disampaikan oleh Saudara Aloysius Dea, itu bohong belaka. Atau mungkin Saudara Aloysius Dea punya saksi yang melihat saya masuk silahkan dicantumkan nama saksi tersebut.
  2. Bahwa saya Urbanus Bhara disebutkan memuluskan dokumen Kletus Obaria seperti yang Saudara Aloysius Dea beberkan, ijinkan saya bertanya apakah saudara selaku mantan kepala sekolah berani menulis identitas dalam buku induk yang belum lengkap seperti mencoret “LULUS/TIDAK LULUS” atau menginput nilai dari siswa yang tamat tahun 1970-an? Sampai saya pindah tugas, buku induk yang memuat nama Saudara Kletus Obaria tidak pernah saya ubah.
  3. Bahwa dalam artikel berita disebutkan dokumen lain selain buku induk yaitu surat keterangan. Seperti yang sudah saya uraikan di atas, saya mengeluarkan surat keterangan berdasarkan surat keterangan tulisan tangan dari mantan kepala sekolah tahun 1976, Bapak Paulus Nawa. Jika tanpa surat keterangan tersebut, maka saya tidak akan mengeluarkan surat keterangan baru karena data dalam buku induk tidak jelas.
  4. Bahwa ada surat penarikan kembali yang ditulis tangan oleh Bapak Paulus Nawa (almarhum) dengan tembusan ke beberapa pihak termasuk saya selaku kepala sekolah saat itu. Hingga kasus ini dimuat di media, saya tidak mendapatkan tembusan tersebut. Kemana surat tembusan kepada saya itu? Siapa yang membawanya? Mohon dicantumkan namanya. Seandainya saya mendapat surat pembatalan atau penarikan tersebut, saya juga pasti akan membatalkan atau menarik kembali surat keterangan tersebut. Saya justru baru mengetahui dan membaca surat pembatalan atau penarikan setelah dimuat di media tersebut. Terima Kasih. (idus/idus)

Komentar

News Feed