oleh

Kades Warupele I dan II Diduga Bermasalah, Bupati Ngada Memilih Diam

-Berita, Daerah-2.568 views

BAJAWA, suluhdesa.com | Kisruh terjadi di tengah masyarakat Desa Warupele I dan Desa Warupele II, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Diberitakan media ini bahwa, Kepala Desa (Kades) Warupele I Bonevasius Ghae diduga mengizinkan aktivitas judi bola guling (bg) di lokasi wisata pantai Lekoena serta diduga terlibat dalam perjudian tersebut di tengah Pandemi Covid-19, dengan berbagai keluhan masyarakat lainnya. Sedangkan Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria diduga memalsukan ijazah sekolahnya, diduga mengadakan rumpon laut secara tidak transparan dan tidak tepat sasaran, juga disertai dengan masalah lain yang membutuhkan atensi publik.

Baca juga: Kades Warupele I Izinkan Pantai Wisata Lekoena Jadi Tempat Judi Bola Guling

Baca juga: Kades Warupele II di Ngada Diduga Memalsukan Ijazah

Baca juga: Kades Warupele II di Ngada Diduga Manipulasi Pengadaan Rumpon

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada Berny Dhey Ngebu memberikan perhatian khusus dan akan menurunkan timnya dari Komisi I untuk bertemu masyarakat dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan Berny Dhey Ngebu saat dihubungi Media SULUH DESA, Selasa (16/03/2021) Pukul 19.00 Wita.

Baca juga: Diduga Kletus Obaria Palsukan Ijazah, Berny Ngebu: Kami akan ke Warupele II

“Kita akan ke lokasi untuk mengecek kebenaran dan bersama OPD terkait kita laksanakan fungsi kontrol. Kita mau bertemu masyarakat untuk mendengar serta melihat permasalahannya di mana. Langkah lainnya kita akan lakukan rapat kerja,” kata Berny.

Ketua DPRD Ngada Berny Dhey Ngebu

Saat ditanya soal waktu yang jelas kapan dirinya dan Anggota Komisi I ke Desa Warupele II, Berny menjawab, “dalam waktu dekat satu dua hari ini setelah musrembangcam.”

Namun hal berbeda ditampilkan pimpinan lembaga Eksekutif, Bupati Ngada Andreas Paru. Bupati Andreas yang dihubungi Media SULUH DESA, Rabu (17/03/2021) malam dan Kamis (18/03/2021) pagi tidak merespons pertanyaan yang dikirimkan. Bupati Ngada diduga bungkam dan memilih diam dengan persoalan yang terjadi di tingkat bawah.

Media SULUH DESA ingin melakukan konfirmasi terkait kisruh yang terjadi di tengah masyarakat Desa Warupele I dan Desa Warupele II akibat ulah kadesnya yang semena-mena dan menyalahgunakan jabatan mereka. Pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan media ini menunjukkan dibaca atau tanda centang biru, padahal pada saat yang bersamaan WhatsApp milik Bupati Andreas Paru sedang online.

Bernadus Gapi, S.E., M.Pd, Tokoh Muda Ngada yang merupakan Pengamat Sosial dan Politik saat dimintai tanggapannya mengenai sikap dari Ketua DPRD Ngada dan Bupati Ngada, menyampaikan bahwa, “saat ini bupati mungkin lagi sibuk blusukan, tetapi ada beberapa hal yang telah ia janjikan kepada masyarakat Ngada. Di antaranya, menuntaskan masalah birokrasi melalui upaya bersih-bersih dan menjamin transparansi publik. Untuk itu, sikap Bupati Ngada untuk 100 hari kerja sebaiknya fokus pada masalah-masalah birokrasi yang sedang cacat saat ini. Semua itu harus dilakukan secara transparan sehingga publik dapat melihat komitmen.”

Menurut Bernad Gapi, saat ini masyarakat sedang menunggu, benarkah Bupati Ngada Andreas Paru akan mendorong proses penegakan hukum dan menciptakan iklim birokrasi yang transparan?

“Sayangnya Bupati Ngada pada hari-hari pertama aktivitasnya justru lebih banyak blusukan dan terkesan menutup buku terhadap luka di tubuh birokrasi yang terbuka lebar. Padahalnya birokrasi adalah mesin penggerak dalam menyukseskan pembangunan Ngada ke depan. Masyarakat ingin melihat sejauh mana temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Inspektorat pada setiap dinas. Apakah Bupati Ngada sudah meminta semua temuan LHP dari Inspektorat dan apakah ia akan mendorong proses penegakan hukum di Ngada melalui cara-cara yang dimungkinkan dalam kapasitasnya sebagai seorang Kepala Daerah? Inilah yang masyarakat nantikan di awal masa kepemimpinannya,” tegas Bernad Gapi kepada Media SULUH DESA, Kamis (18/03/2021) Pukul 12.00 Wita.

Mendiamkan media saat meminta pendapat dan keterangannya selaku pimpinan Eksekutif, tambah Bernad Gapi, menunjukkan gejala ketidakterbukaan, sekalipun ada alasan masih fokus blusukan.

“Gejala awal ini yang menjadi catatan penting bagi kita semua sebagai masyarakat yang mendukung program Tante Nela Paris. Hal penting lain dalam menyukseskan Tante Nela Paris berkaitan dengan stabilitas sosial, politik dan kemasyarakatan. Kekisruhan dan polemik di Desa Warupele I dan Desa Warupele II jelas-jelas berpotensi menghambat implementasi program Bupati Ngada ke depannya. Masyarakat adalah pelaku atau subjek ketika program-program pembangunan dan pemberdayaan itu dijalankan,” ujar Dosen di UPG 45 Kupang ini.

Lanjut Alumni Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya Jurusan Ekonomi itu menandaskan, apa yang ditunjukkan oleh masyarakat di lapangan merupakan bentuk ketidakpuasan publik terhadap pemerintah desa.

Bernadus Gapi, S.E., M.Pd, Tokoh Muda Ngada dan Pemerhati Sosial Politik

“Kalau ini tidak diselesaikan maka sangat sulit bagi kita membangun sebuah keyakinan bahwa partispasi masyarakat bisa terwujud jika program-program pembangunan dijalankan. Di kesempatan ini saya mengapresiasi sikap Ketua DPRD Ngada Berny Dhey Ngebu yang sangat kooperatif. Ia sudah menunjukkan sikap leadership sepantasnya. Sikap Berny Dhey yang mau turun untuk bertemu masyarakat desa dan mau mendengarkan polemik yang terjadi di lapangan, adalah sikap pemimpin yang merangkul dan tegas dalam pembenahan,” imbuh Bernad Gapi.

Bernad Gapi yang saat ini konsisten dengan sikap kritisnya terhadap Pemda Ngada di akhir pembicaraannya mengatakan bahwa, “Bupati Ngada Andreas Paru dan Ketua DPRD Ngada Berny Dhey Ngebu adalah publik figur, tokoh penting dan penentu kebijakan di Ngada sekaligus politisi. Seribu langkah ke depan setidaknya bisa diprediksi dengan langkah pertama yang diambil hari ini untuk Ngada. Masyarakat tentu masih menunggu dan melihat sejauh mana komitmen mereka masing-masing sebagai Ketua DPRD dan sebagai Bupati Ngada.” (idus/idus)

Komentar

News Feed