oleh

PADMA Indonesia Apresiasi Polres Ngada yang Lakukan ‘Restorative Justice’

JAKARTA, suluhdesa.com | Permintaan Kapolri Jenderal Pol Lystio Sigit Prabowo kepada Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto patut kita apresiasi dan kita dukung total. Fakta membuktikan di Polres Ngada sudah melakukan Restorative Justice sesuai keinginan dan komitmen Kapolri.

“Kami dari Lembaga Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia) PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kapolres, Kasat Reskrim, dan Kanit Tipiter Polres Ngada dalam penanganan perkara yang mengedepankan pendekatan Restorative Justice,” kata Gabriel Goa, Dewan Pembina PADMA Indonesia kepada Media SULUH DESA, Rabu (17/03/2021) siang.

Menurut Goa, PADMA Indonesia berani menyatakan fakta ini karena pihaknya mengalami langsung dalam pendampingan perkara ITE di wilayah hukum Polres Ngada.

Ada 3 (tiga) perkara ITE yang mereka dampingi dan diselesaikan melalui pendekatan Restorative Justice. Selama ini publik selalu melakukan kritik keras bahkan mencaci maki Polri. Bagi Lembaga Hukum dan Ham PADMA Indonesia, POLRI adalah mitra strategis dalam penegakan hukum dan HAM.

“Pantas dan selayaknya kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kapolres, Kasat Reskrim, dan Kanit Tipiter Polres Ngada atas kinerja dan komitmen aksi nyata penyelesaian perkara melalui pendekatan Restorative Justice,” ungkapnya.

Atas kinerja Polres Ngada, maka PADMA Indonesia, pertama, meminta Kapolda NTT dan Kapolri memberikan penghargaan kepada Polres Ngada yang telah merealisasikan penyelesaian perkara ITE melalui pendekatan Restorative Justice.

Kedua, meminta Bupati Ngada Andreas Paru dan Ketua DPRD Ngada Berny Dhey Ngebu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Polres Ngada yang telah menyelesaikan perkara melalui pendekatan Restorative Justice dengan mempertimbangkan Kearifan Lokal Hukum Adat Bajawa.

Ketiga, meminta Polres Ngada untuk melakukan pendekatan Polmas (Polisi Masyarakat) seperti yang sudah dilakukan Danres (kini disebut Kapolres) Ngada, penyelesaian perkara melalui pendekatan Restorative Justice dengan kearifan lokal hukum adat Bajawa dan pendekatan dengan masyarakat lewat olahraga bola kaki hingga kini dikenal PSN (Persatuan Sepakbola Ngada). (idus/idus)

Komentar

News Feed